Ayat 15-17
Saba adalah raja-raja negeri Yaman dan penduduknya, dan Tababi'ah itu berasal dari mereka, dan Balqis teman wanita nabi Sulaiman termasuk salah seorang dari mereka. Dahulu mereka memiliki kenikmatan dan kesenangan di negeri dan kehidupan mereka, dan keluasan rezeki, tanam-tanaman dan buah-buahan mereka. Kemudian Allah SWT mengutus kepada mereka para rasul yang memerintahkan mereka untuk memakan rezeki Allah, bersyukur kepadaNya dengan mengesakan dan menyembahNya. Lalu mereka tetap demikian selama masa yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian mereka berpaling dari apa yang diperintahkan kepada mereka. Maka mereka diazab dengan didatangkan kepada mereka banjir besar yang memporak-porandakan seluruh negeri Saba’ sampai hancur lebur
Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya bagi kaum Saba ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka) Kemudian Dia menjelaskannya dengan firmanNya: (yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri) yaitu dari di kedua sisi bukit itu, dan negeri itu di di antara itu ((kepada mereka dikatakan), "Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”) yaitu Maha Pengampun kepada kalian jika kalian tetap mengesakanNya.
Firman Allah SWT: (Tetapi mereka berpaling) yaitu dari mengesakan Allah, menyembahNya, dan bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmat yang telah Dia berikan kepada mereka. Mereka berpaling kepada menyembah matahari, bukan Allah. Sebagaimana yang dikatakan oleh burung Hud-hud kepada nabi Sulaiman: (dan aku bawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini (22) Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar (23) Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk (24)) (Surah An-Naml)
Firman Allah SWT: (maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar) yang dimaksud dengan “al-’arim” adalah air. Dikatakan bahwa itu adalah lembah. Dikatakan bahwa itu adalah tikus, Dikatakan juga bahwa itu adalah air bah. Jadi ini termasuk dalam Bab mengidhafahkan isim kepada sifatnya seperti “Masjid Al-Jami'” dan “Sa'id Kurzi. Demikianlah yang diriwayatkan As-Suhailiy. Firman Allah SWT: (yang berbuah pahit) yaitu pohon siwak yang buahnya pahit, yaitu buah dari pohon siwak itu. Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah,, Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah pohon siwak yang rasanya pahit Firman Allah: (dan sedikit dari pohon sidr) Pohon pengganti yang terbaik dari pepohonan tersebut adalah pohon sidr (dan sedikit dari pohon sidr). Demikianlah perkara dari kedua kebun itu, setelah buah-buahan sangat subur, pemandangannya indah, rimbun, dan sungai yang mengalir, kemudian diganti dengan pohon siwak, tharfa’, dan sidr yang semuanya berduri dan berbuah sedikit. Demikian itu karena kekafiran dan tindakan syirik terhadap Allah serta mendustakan kebenaran, lalu memilih kebathilan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir (17)) yaitu Kami menghukum mereka karena kekafiran mereka. Mujahid berkata bahwa dia tidak disiksa melainkan hanya orang-orang kafir.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.