Makna Kata
Setelah Allah ﷻmengabarkan bahwa untuk mereka adalah berita gembira, maka Allah memerintah Nabi ﷺuntuk me-nyampaikan berita gembira ini kepada mereka dan Dia sebutkan juga karakter (sifat) yang karenanya mereka berhak mendapat berita gembira, seraya berfirman, {فَبَشِّرْ عِبَادِ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ} "Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hambaKu, yang men-dengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya." Ini adalah kata jenis (nama umum) yang mencakup segala perkata-an. Jadi mereka mendengarkan dengan baik segala jenis perkataan untuk dibeda-bedakan mana yang layak didahulukan dan mana yang layak ditinggalkan. Maka dari itu, termasuk ketegasan dan kecerdasan akal mereka adalah, mereka mengikuti yang terbaik darinya, dan yang paling baik secara mutlak adalah kalamullah (Firman Allah) dan sabda Rasulullah a, sebagaimana yang dikata-kan oleh Allah ﷻdi dalam Surat ini,
{اللَّهُ نزلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا}
"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu al-Qur`an) yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang." (Az-Zumar: 23).
Makna Ayat
Pada ayat ini ada satu poin penting, yaitu bahwa setelah Allah ﷻmemberitahu tentang orang-orang yang dipuji, bahwa mereka mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya, maka seakan-akan ada suatu pertanyaan: Apakah ter-masuk jalan (cara) untuk bisa mengetahui perkataan yang terbaik itu adalah kita harus berkarakter seperti karakter-karakter orang-orang yang berakal, dan kita harus mengetahui bahwa siapa saja yang mengutamakan perkataan yang terbaik itu kita yakini bahwa dia adalah termasuk orang-orang yang berakal? Jawabnya: Ya! Yang terbaik adalah apa yang telah ditegaskan oleh Allah ﷻdalam FirmanNya,
{اللَّهُ نزلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا}
"Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) al-Qur`an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang." (Az-Zumar: 23).
Pelajaran dari Ayat
Merekalah orang-orang, {الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ} "yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah" menuju akhlak dan amal yang paling mulia, {وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ} "dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." Artinya, akal yang suci, yang di antara isi dan sikap tegasnya adalah mereka dapat mengetahui yang baik dari yang lainnya dan mereka lebih mengutamakan apa yang pantas diutamakan atas apa yang tidak pantas. Inilah tanda (orang) berakal. Bahkan sebenarnya tidak ada tanda (ciri) bagi akal selain itu. Maka sesungguhnya orang yang tidak bisa membedakan antara perkataan-perkataan yang baik dan buruk, tidak termasuk orang yang mempunyai akal sehat; atau orang yang dapat membedakan akan tetapi akalnya dikuasai oleh nafsu syahwatnya sehingga akalnya tetap mengikuti syahwatnya sehingga tidak mengutamakan yang terbaik, maka orang itu berarti kurang berakal.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.