Makna Kata
{أُوتُوا الْكِتَابَ} : utul kitab: Yahudi dan Nasrani. Yang dimaksud di sini adalah Yahudi saja.
{بِمَا نَزَّلْنَا مُصَدِّقاً} bimaa nazzalnaa mushoddiqo: Al Quran.
{نَطْمِسَ وُجُوهاً} nathimsa wujuuhan: Kami (Allah) menghilangkan bekas di wajah dan menghapus mata serta melenyapkan warna hitam di mata.
{فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا} Narudduhaa ‘alaa adbaarihaa: Kami (Allah) rubah wajah-wajah menjadi tengkuk, dan tengkuk menjadi wajah.
{كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ} kamaa la’annaa ashhaabas sabt: Kami (Allah) laknat mereka dengan merubah mereka menjadi kera sebagai ganjaran dan azab yang hina. {وَكَانَ أَمْرُ اللهِ مَفْعُولاً} wa kaana amrullahi maf’uulaa: Perkara Allah adalah hal yang tidak lah mustahil karena tiada hal yang sulit bagi-Nya.
Makna Ayat
Masih di tengah pembicaraan tentang Yahudi yang bertetangga dengan Rosul, maka dalam ayat ini Allah memanggil mereka dengan menyebut ilmu dan ma’rifah, hal itu dikarenakan mereka mempunyai kitab yang berupa Taurat sebagai perintah kepada mereka untuk beriman kepada kitab Al Quran dan beriman kepada Nabi Muhammad yang menerima Al Quran. Karena iman harus satu paket, kepada Al Quran dan kepada Nabi Muhammad juga. Allah berfirman {آمنوا} “berimanlah kalian” kepada Al Quran, kitab pembeda dan pembenar kitab yang telah bersama kalian berisi asas-asas agama, ciri-ciri Rosululloh dan perintah untuk menolongnya. Maka hendaknya kalian beriman kepadanya dan meninggalkan keraguan sebelum terjadi kutukan seperti yang telah terjadi kepada sebagian leluhur kalian menjadi kera dan babi, menimpa kepada kalian. {مِنْ قَبْلِ أَنْ نَطْمِسَ وُجُوهاً} “sebelum kami mengusap wajah-wajah”, maka Kami (Allah) menghilangkan warna hitam di mata, hidung pun rata, mulut dikunci, dan wajah menjadi tengkuk, tengkuk pun mejadi wajah berjalan mundur adalah makna dari firman {فَنَرُدَّهَا عَلَى أَدْبَارِهَا أَوْ نَلْعَنَهُمْ كَمَا لَعَنَّا أَصْحَابَ السَّبْتِ} “Kami merubah wajah-wajah menjadi di belakang atau kami laknat seperti Ashabussabt.” Ashabussabt adalah orang-orang Yahudi yang tidak mengindahkan larangan Allah dan tetap beburu di hari Sabtu. Dan berburu di hari Sabtu adalah haram bagi mereka, mereka tidak peduli dan Allah kutuk mejadi monyet. Dan yang diinginkan oleh Allah akan tercapai, tidak akan berbeda dari kehendak Allah dan tidak terlambat terjadinya karena tidaklah berat bagi Allah segala sesuatupun dan Dia Maha Mampu untuk segalanya.
Pelajaran dari Ayat
• Semestinya orang yang mempunyai ilmu menjadi lebih dekat dengan hidayah petunjuk Allah tetapi mereka terburu-buru untuk termakan hawa nafsu dari pada mengikuti petunjuk Allah, dengan memilih hal buruk serta terus larut di dalamnya dan ilmu mereka tidak bermanfaat. Dan orang-orang Yahudi tidak diberi petunjuk oleh Allah karena hal itu padahal sudah diserukan oleh Allah agar mereka beriman, namun tetap tidak beriman.
• Kewajiban menyegerakan bertaubat sebelum diturunkannya siksa dan kutukan yang mana kedua hal itu adalah hal yang dibenci oleh Allah.
• Kutukan dapat ditimpakan di wajah dengan merubah ideologi dan mental, maka bejat dan rusaklah hidup seorang manusia, itulah apa yang menimpa kaum Yahudi di Madinah. Mereka melanggar perjanjian, maka ada yang tewas dan ada pula yang terusir oleh sebab mereka berkepanjangan dalam kekafiran dan memusuhi Nabi serta kaum mukminin.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.