Makna Kata
Makna Ayat
Pelajaran Dari Ayat
Allah SWT memberitakan bahwa:
{لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ}
{#Dia tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan Dia,#} (An-Nisa, [4:48])
Yakni Dia tidak akan memberikan ampunan kepada seorang hamba yang menghadap kepada-Nya dalam keadaan mempersekutukan Dia.
{وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ}
{#dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu.#} (An-Nisa, [4:48])
Yang dimaksud dengan ma dalam ayat ini ialah segala macam dosa.
{لِمَنْ يَّشَاۤءُ}
{#bagi siapa yang dikehendaki-Nya.#} (An-Nisa, [4:48]) dari kalangan hamba-hamba-Nya.
Hadis Pertama
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Sadaqah ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Abu Imran Al-Jauni, dari Yazid ibnu Abu Musa, dari Siti Aisyah RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{الدَّوَاوِيْنُ عِنْدَ اللّٰهِ ثَلَاثَةٌ؛ دِيْوَانٌ لَا يَعْبَاُ اللّٰهُ بِهٖ شَيْئًا وَدِيْوَانٌ لَا يَتْرُكُ اللّٰهُ مِنْهُ شَيْئًا وَدِيْوَانٌ لَا يَغْفِرُهُ اللّٰهُ. فَاَمَّا الدِّيْوَانُ الَّذِيْ لَا يَغْفِرُهُ اللّٰهُ فَالشِّرْكُ بِاللّٰهِ قَالَ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ: اِنَّهٗ مَنْ يُشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّٰهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ الْمَائِدَةِ وَاَمَّا الدِّيْوَانُ الَّذِيْ لَا يَعْبَاُ اللّٰهُ بِهٖ شَيْئًا فَظُلْمُ الْعَبْدِ نَفْسَهٗ فِيْمَا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ رَبِّهٖ مِنْ صَوْمِ يَوْمٍ تَرْكَهٗ اَوْ صَلَاةٍ تَرْكَهَا؛ فَاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ ذٰلِكَ وَيَتَجَاوَزُ اِنْ شَاءَ. وَاَمَّا الدِّيْوَانُ الَّذِيْ لَا يَتْرُكُ اللّٰهُ مِنْهُ شَيْئًا فَظُلْمُ الْعِبَادِ بَعْضِهِمْ بَعْضًا؛ الْقَصَاصُ لَا مَحَالَةَ}
{#"Kitab-kitab catatan amal perbuatan di sisi Allah ada tiga macam, yaitu: Kitab catatan yang tidak diindahkan oleh Allah adanya barang sedikit pun, kitab catatan yang tidak dibiarkan oleh Allah barang sedikit pun darinya, dan kitab catatan yang tidak diampuni oleh Allah. Adapun kitab catatan yang tidak diampuni oleh Allah ialah perbuatan mempersekutukan Allah. Allah SWT telah berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Diamengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu. (An-Nisa, [4:48]), hingga akhir ayat. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga. (Al-Maidah, [5:72]) Adapun mengenai kitab catatan yang tidak diindahkan oleh Allah barang sedikit pun, berkaitan dengan perbuatan aniaya seorang hamba kepada dirinya sendiri menyangkut dosa antara dia dengan Allah, seperti tidak berpuasa sehari atau meninggalkan suatu salat; maka sesungguhnya Allah mengampuni hal tersebut dan memaafkannya jika Dia menghendaki. Adapun mengenai kitab catatan yang tidak dibiarkan oleh Allah barang sedikit pun darinya, maka menyangkut perbuatan aniaya sebagian para hamba terhadap sebagian yang lain, hukumannya ialah qisas sebagai suatu kepastian."#}
Hadis Kedua
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan di dalam kitab musnadnya, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Malik, telah menceritakan kepada kami Zaidah ibnu Abuz Zanad An-Namiri, dari Anas ibnu Malik, dari Nabi SAW yang telah bersabda:
{الظُّلْمُ ثَلَاثَةٌ فَظُلْمٌ لَا يَغْفِرُهُ اللّٰهُ وَظُلْمٌ يَغْفِرُهُ اللّٰهُ وَظُلْمٌ لَا يَتْرُكُهُ اللّٰهُ فَاَمَّا الظُّلْمُ الَّذِيْ لَا يَغْفِرُهُ اللّٰهُ فَالشِّرْكُ وَقَالَ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ لُقْمَانَ وَاَمَّا الظُّلْمُ الَّذِيْ يَغْفِرُهُ اللّٰهُ فَظُلْمُ الْعِبَادِ لِاَنْفُسِهِمْ فِيْمَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ رَبِّهِمْ وَاَمَّا الظُّلْمُ الَّذِيْ لَا يَتْرُكُهٗ فَظُلْمُ الْعِبَادِ بَعْضِهِمْ بَعْضًا حَتّٰى يَدِيْنَ لِبَعْضِهِمْ مِنْ بَعْضٍ}
{#"Perbuatan aniaya (dosa) itu ada tiga macam, yaitu perbuatan aniaya yang tidak diampuni oleh Allah, perbuatan aniaya yang diampuni oleh Allah, dan perbuatan aniaya yang tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah barang sedikit pun darinya. Adapun perbuatan aniaya yang tidak diampuni oleh Allah ialah perbuatan syirik (mempersekutukan Allah). Allah telah berfirman, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (Luqman, [31:13]). Adapun perbuatan aniaya yang diampuni oleh Allah ialah perbuatan aniaya para hamba terhadap dirinya masing-masing menyangkut dosa antara mereka dengan Tuhan mereka. Dan adapun mengenai perbuatan aniaya yang tidak dibiarkan oleh Allah ialah perbuatan aniaya sebagian para hamba atas sebagian yang lain, hingga Allah memperkenankan sebagian dari mereka untuk menuntut balas kepada sebagian yang lain (yang berbuat aniaya)."#}
Hadis Ketiga
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Safwan ibnu Isa, telah menceritakan kepada kami Saur ibnu Yazid, dari Abu Aun, dari Abu Idris yang menceritakan bahwa ia telah mendengar Mu'awiyah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:
{كُلُّ ذَنْبٍ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَغْفِرَهٗ اِلَّا الرَّجُلُ يَمُوْتُ كَافِرًا اَوْ الرَّجُلُ يَقْتُلُ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا}
{#"Semua dosa mudah-mudahan diampuni oleh Allah kecuali dosa seseorang yang mati dalam keadaan kafir atau seseorang membunuh seorang mukmin dengan sengaja."#}
Hadis Keempat
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim ibnul Qasim, telah menceritakan kepada kami Abdul Hamid, telah menceritakan kepada kami Syahr ibnu Hausyab, telah menceritakan kepada kami Ibnu Tamim, bahwa Abu Zar pernah menceritakan kepadanya dari Rasulullah SAW yang telah bersabda:
{اِنَّ اللّٰهَ يَقُوْلُ: يَا عَبْدِيْ مَا عَبَدْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ فَاِنِّيْ غَافِرٌ لَكَ عَلٰى مَا كَانَ فِيْكَ يَا عَبْدِيْ اِنَّكَ اِنْ لَقِيتَنِيْ بِقُرَابِ الْاَرْضِ خَطِيْئَةً مَا لَمْ تُشْرِكْ بِيْ لَقِيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً}
{#Sesungguhnya Allah berfirman, "Hai hamba-Ku, selagi kamu menyembah-Ku dan berharap kepada-Ku, maka sesungguhnya Aku mengampuni kamu atas semua dosa yang telah kamu lakukan. Hai hamba-Ku, sesungguhnya jika kamu menghadap kepada-Ku dengan dosa-dosa yang sepenuh bumi, kemudian kamu bersua dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan diri-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku membalasmu dengan ampunan sepenuh bumi."#}
Hadis Kelima
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdus Samad, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada Kami Husain Ibnu Buraidah; Yahya ibnu Ya'mur pernah menceritakan kepadanya bahwa Abul Aswad Ad-Dai'li pernah menceritakan kepadanya bahwa Abu Zar pernah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{مَا مِنْ عَبْدٍ قَالَ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ ثُمَّ مَاتَ عَلٰى ذٰلِكَ اِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ .قُلْتُ وَاِنْ زَنٰى وَاِنْ سَرَقَ. قَالَ وَاِنْ زَنٰى وَاِنْ سَرَقَ قُلْتُ وَاِنْ زَنٰى وَاِنْ سَرَقَ. قَالَ وَاِنْ زَنٰى وَاِنْ سَرَقَ. ثَلَاثًا ثُمَّ قَالَ فِى الرَّابِعَةِ عَلٰى رَغْمِ اَنْفِ اَبِيْ ذَرٍّ}
{#"Tidak sekali-kali seorang hamba mengucapkan kalimat LĀ ILĀHA ILLALLĀH, kemudian ia meninggal dunia dalam keadaan seperti itu, niscaya ia masuk surga."#} Aku (Abu Zar) bertanya, "Sekalipun dia telah berbuat zina dan mencuri?" Nabi SAW menjawab, {#"Sekalipun dia berbuat zina dan sekalipun dia mencuri."#} Abu Zar bertanya lagi, "Sekalipun dia telah berzina dan mencuri?" Nabi SAW menjawab, {#"Sekalipun dia berbuat zina dan sekalipun mencuri,"#} sebanyak tiga kali, dan pada yang keempat kalinya beliau SAW bersabda, {#"Sekalipun hidung Abu Zar keropos."#}
Hadis Keenam
Abdu ibnu Humaid menceritakan di dalam kitab musnadnya, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Musa, dari Ibnu Abu Laila, dari Abuz Zubair, dari Jabir yang menceritakan bahwa ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan dua perkara yang memastikan itu?" Rasulullah SAW bersabda:
{مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللّٰهِ شَيْئًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِاللّٰهِ شَيْئًا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ}
{#"Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, pastilah ia masuk surga. Dan barang siapa yang mati dalam keadaan mempersekutukan Allah dengan sesuatu, pastilah ia masuk neraka."#}
Hadis Ketujuh
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Na'im, telah menceritakan kepada kami Zakaria, dari Atiyyah, dari Abu Sa'id Al-Khudri yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكْ بِاللّٰهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ}
{#"Barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, niscaya masuk surga."#}
Hadis Kedelapan
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ibnu Luhai'ah, telah menceritakan kepada kami Abu Qabil, dari Abdullah ibnu Nasyir, dari Bani Sari' yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Rahm -seorang ulama Syam- mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abu Ayub Al-Ansari menceritakan hadis berikut:
Di suatu hari Rasulullah SAW keluar menjumpai mereka (para sahabat). Lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya Tuhan kalian Yang Mahaagung lagi Mahatinggi telah menyuruhku memilih antara tujuh puluh ribu orang masuk surga dengan cuma-cuma tanpa hisab dan simpanan yang ada di sisi-Nya bagi umatku."
Salah seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah Tuhanmu menyimpan hal tersebut?" Rasulullah SAW (tidak menjawab), lalu masuk (ke dalam rumah), kemudian ke luar lagi seraya bertakbir dan bersabda, "Sesungguhnya Tuhanku memberikan tambahan kepadaku pada setiap seribu orang (dari mereka yang tujuh puluh ribu itu) ditemani oleh tujuh puluh ribu orang lagi, dan (menyuruhku memilih antara itu dengan) simpanan di sisi-Nya."
Abu Rahm (perawi) bertanya, "Wahai Abu Ayyub, apakah yang dimaksud dengan simpanan buat Rasulullah itu menurut dugaanmu? Agar tidak menjadi bahan pertanyaan orang-orang yang nantinya mereka mengatakan, 'Apakah urusanmu dengan simpanan Rasulullah SAW?'"
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.