Makna Kata "Takabur"
Allah SWT melarang menghina orang lain, yakni meremehkan dan mengolok-olok mereka. Seperti yang disebutkan juga dalam hadis sahih dari Rasulullah SAW yang telah bersabda:
{الكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْصُ النَّاسِ. وَيُرْوَى: وَغَمْطُ النَّاسِ}
{#"Takabur itu ialah menentang perkara hak dan meremehkan orang lain."#} menurut riwayat yang lain, {#dan menghina orang lain.#}
Makna yang dimaksud ialah menghina dan meremehkan mereka. Hal ini diharamkan karena barangkali orang yang diremehkan lebih tinggi kedudukannya di sisi Allah dan lebih disukai oleh-Nya daripada orang yang meremehkannya. Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:
{يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ}
{#Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olokkan).#} (Al-Hujurat, [49:11])
Larangan Mencela Orang Lain
Secara nas larangan ditujukan kepada kaum laki-laki, lalu diiringi dengan larangan yang ditujukan kepada kaum wanita.
Firman Allah SWT:
{وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ}
{#dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri.#} (Al-Hujurat, [49:11])
Makna yang dimaksud ialah janganlah kamu mencela orang lain. Pengumpat dan pencela dari kalangan kaum lelaki adalah orang-orang yang tercela lagi dilaknat, seperti yang disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:
{وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ}
{#Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.#} (Al-Humazah, [104:1])
Larangan Panggil-Memanggil dengan Gelar-Gelar yang Buruk
Firman Allah SWT:
{وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِ}
{#dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.#} (Al-Hujurat, [49:11])
Yakni janganlah kamu memanggil orang lain dengan gelar yang buruk yang tidak enak didengar oleh yang bersangkutan.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail, telah menceritakan kepada kami Daud ibnu Abu Hindun, dari Asy-Sya'bi yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Abu Jubairah ibnu Ad-Dahhak yang mengatakan bahwa berkenaan dengan kami Bani Salamah ayat berikut diturunkan, yaitu firman-Nya: {#dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.#} (Al-Hujurat, [49:11]) Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, tiada seorang pun dari kami melainkan mempunyai dua nama atau tiga nama. Tersebutlah pula apabila beliau memanggil seseorang dari mereka dengan salah satu namanya, mereka mengatakan, Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia tidak menyukai nama panggilan itu. Maka turunlah firman-Nya: {#dan janganlah kamu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.#} (Al-Hujurat, [49:11])
Dosa yang Paling Buruk
Firman Allah SWT:
{بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِ}
{#Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman.#} (Al-Hujurat, [49:11])
Seburuk-buruk sifat dan nama ialah yang mengandung kefasikan yaitu panggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk, seperti vang biasa dilakukan di zaman Jahiliah bila saling memanggil di antara sesamanya Kemudian sesudah kalian masuk Islam dan berakal, lalu kalian kembali kepada tradisi Jahiliah itu.
{وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ}
{#dan barang siapa yang tidak bertobat.#} (Al-Hujurat, [49:11])
Yakni dari kebiasaan tersebut.
{فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ}
{#maka mereka itulah orang-orang yang zalim.#} (Al-Hujurat, [49:11])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.