Makna kata الْحَقّ
Kata الْحَقّ dalam ayat ini maksudnya adalah Alquran, sehingga para ulama sepakat bahwasanya mereka orang-orang musyrikin mendustakan Alquran.
Makna kata مَرِيجٍ
Adapun kata مَرِيجٍ artinya adalah mereka dalam keraguan, kebimbangan, dan kacau balau. Artinya karena mereka mendustakan Alquran, akhirnya mereka memiliki banyak pendapat yang banyak tentang Alquran.
Pelajaran dari ayat
Karena banyaknya, mereka pun bangun ingin memberikan gelar apa kepada Nabi ﷺ sebagai bentuk pendustaan mereka terhadap Alquran. Maka akhirnya ada yang mengatakan bahwa Nabi ﷺ sebagai penyihir, ada yang mengatakan penyair, ada yang mengatakan dukun, ada yang mengatakan orang gila, dan ada yang mengatakan sebagai orang yang tersihir.
Maka ketika mereka berselisih, dalam buku-buku sirah disebut bahwa mereka berkumpul untuk rapat agar mereka bisa kompak ketika memberikan tuduhannya kepada Nabi ﷺ. Maka setelah mereka berkumpul, mereka menyimpulkan bahwa tuduhan mereka kepada Nabi ﷺ adalah seorang penyihir.
Karena di antara fungsi penyihir adalah memutuskan dua orang yang saling dekat, memisahkan suami dari istri, ayah dari anak, dan itu semua terlihat ketika seseorang masuk Islam. Maka ketika ada yang masuk Islam, mereka mengatakan bahwa mereka telah tersihir, dan penyihirnya adalah Nabi Muhammad ﷺ.
Bayangkanlah keadaan orang-orang kafir Quraisy
Bayangkanlah bagaimana keadaan orang-orang kafir Quraisy. Sebelumnya mereka selalu bersenang-senang, mereka berzina, mereka berzina, dan kesenangan lainnya, kemudian diutus Nabi Muhammad ﷺ dan mengatakan bahwa mereka akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban.
Sungguh pasti mereka akan kaget mendengar itu. Meskipun mereka yakin adanya Allah ﷻ, akan tetapi tidak ada dalam benak mereka bahwa mereka akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan mereka di dunia.
Maka ketika mereka mendengar ada seorang dari kalangan mereka bernama Muhammad yang mengatakan adanya hari kebangkitan, mereka tidak menerima hal tersebut karena keyakinan tersebut akan mengusik kesenangan mereka.
Oleh karenanya salah satu di antara sebab mengapa timbul Ateisme adalah karena seseorang merasa tidak ingin diganggu kesenangannya dalam kehidupan ini. Karena ketika dia percaya adanya hari kiamat maka dia akan gelisah di setiap kali hendak bermaksiat.
Maka ketika kegelisahan itu ingin dia hilangkan, caranya adalah dengan tidak beriman kepada hari kebangkitan dan akhirnya mereka berlezat-lezat dalam kemaksiatan.