Makna Kata
Makna Kata: Bangkai
Bangkai adalah hewan yang mati tanpa melalui proses penyembelihan atau pemburuan. Hewan ini diharamkan karena mengandung mudarat (bahaya) bagi agama dan tubuh.
Makna Kata: Darah
Darah adalah cairan yang mengalir dalam tubuh hewan. Hewan yang masih memiliki darah yang mengalir di dalam tubuhnya diharamkan.
Makna Kata: Daging Babi
Daging babi adalah hewan yang diharamkan karena mengandung kotoran dan binatang.
Makna Kata: Hewan yang Tercekik
Hewan yang tercekik adalah hewan yang mati karena tercekik oleh tali pengikat atau lain-lainnya.
Makna Kata: Hewan yang Mati Terpukul
Hewan yang mati terpukul adalah hewan yang mati karena dipukul oleh benda berat atau lain-lainnya.
Makna Kata: Hewan yang Mati Jatuh dari Ketinggian
Hewan yang mati jatuh dari ketinggian adalah hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
Makna Kata: Hewan yang Ditanduk
Hewan yang ditanduk adalah hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya.
Makna Kata: Hewan yang Diterkam Binatang Buas
Hewan yang diterkam binatang buas adalah hewan yang mati karena diterkam oleh binatang buas seperti singa, harimau, macan tutul, serigala, atau anjing liar.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari Ayat: Hukum Bangkai
Bangkai adalah hewan yang mati tanpa melalui proses penyembelihan atau pemburuan. Hewan ini diharamkan karena mengandung mudarat (bahaya) bagi agama dan tubuh.
Pelajaran dari Ayat: Hukum Darah
Darah adalah cairan yang mengalir dalam tubuh hewan. Hewan yang masih memiliki darah yang mengalir di dalam tubuhnya diharamkan.
Pelajaran dari Ayat: Hukum Daging Babi
Daging babi adalah hewan yang diharamkan karena mengandung kotoran dan binatang.
Pelajaran dari Ayat: Hukum Hewan yang Tercekik
Hewan yang tercekik adalah hewan yang mati karena tercekik oleh tali pengikat atau lain-lainnya.
Pelajaran dari Ayat: Hukum Hewan yang Mati Terpukul
Hewan yang mati terpukul adalah hewan yang mati karena dipukul oleh benda berat atau lain-lainnya.
Pelajaran dari Ayat: Hukum Hewan yang Mati Jatuh dari Ketinggian
Hewan yang mati jatuh dari ketinggian adalah hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
Pelajaran dari Ayat: Hukum Hewan yang Ditanduk
Hewan yang ditanduk adalah hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya.
Pelajaran dari Ayat: Hukum Hewan yang Diterkam Binatang Buas
Hewan yang diterkam binatang buas adalah hewan yang mati karena diterkam oleh binatang buas seperti singa, harimau, macan tutul, serigala, atau anjing liar.
Hukum Berburu
Hukum Berburu: Hewan yang Mati Terkena Bagian Samping Anak Panah
Hewan yang mati terkena bagian samping anak panah adalah hewan yang mati karena dipukul oleh bagian samping anak panah. Hewan ini tidak boleh dimakan.
Hukum Berburu: Hewan yang Mati Terkena Bagian Tajam Anak Panah
Hewan yang mati terkena bagian tajam anak panah adalah hewan yang mati karena dipukul oleh bagian tajam anak panah. Hewan ini boleh dimakan.
Hukum Berburu: Hewan yang Mati Terkena Anjing Pemburu
Hewan yang mati terkena anjing pemburu adalah hewan yang mati karena dipukul oleh anjing pemburu. Hewan ini tidak boleh dimakan.
Hukum Berburu: Hewan yang Mati Terkena Burung Pemangsa
Hewan yang mati terkena burung pemangsa adalah hewan yang mati karena dipukul oleh burung pemangsa. Hewan ini tidak boleh dimakan.
Hukum Berburu: Hewan yang Mati Jatuh dari Ketinggian
Hewan yang mati jatuh dari ketinggian adalah hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi. Hewan ini tidak boleh dimakan.
Hukum Berburu: Hewan yang Ditanduk
Hewan yang ditanduk adalah hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya. Hewan ini tidak boleh dimakan.
Hukum Berburu: Hewan yang Diterkam Binatang Buas
Hewan yang diterkam binatang buas adalah hewan yang mati karena diterkam oleh binatang buas seperti singa, harimau, macan tutul, serigala, atau anjing liar. Hewan ini tidak boleh dimakan.
Makna Kata
Istisna
Istisna dalam lafaz ayat ini kembali kepada apa yang mungkin pengembaliannya dari hal-hal yang telah ditetapkan menjadi penyebab kematiannya, lalu sempat ditanggulangi dengan menyembelihnya, sedangkan hewan yang dimaksud masih dalam keadaan hidup yang stabil.
Azlam
Azlam merupakan tiga buah anak panah, pada salah satunya bertuliskan kata 'lakukanlah', pada yang kedua bertuliskan 'jangan kamu lakukan', sedangkan pada yang ketiganya tidak terdapat tulisan.
Qumar
Qumar adalah judi.
Istikharah
Istikharah adalah beristikharah kepada Allah SWT dengan menyembah-Nya, kemudian memohon petunjuk dari-Nya tentang perkara yang hendak dilakukan.
Wuquf
Wuquf adalah berhenti di tempat tertentu untuk beribadah kepada Allah SWT.
Rukhsah
Rukhsah adalah kemurahan-kemurahan Allah SWT.
Ithm
Ithm adalah dosa.
Makna Ayat
Makna ayat dapat ditafsirkan dengan makna lain, yaitu bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat lain adalah bahwa mereka telah putus asa untuk dapat menyerupai kaum muslim, mengingat kaum muslim mempunyai ciri khas yang berbeda dengan mereka, antara lain ialah sifat-sifat yang jauh bertentangan dengan kemusyrikan dan para penganutnya.
Makna Ayat Lain
Makna ayat
Makna Kata
Makna sabda Nabi SAW yang mengatakan, {#mā lam tashthabihū#} ialah selagi kamu tidak menjumpai untuk makan pagi. Makna {#mā lam taghtabiqū#} ialah selagi kamu tidak menjumpai untuk makan malam. Yang dimaksud dengan {#au tahtafi-ū baqālan fasya-nukum bihā#} ialah atau kamu tidak menemukan sayur-sayuran untuk mengganti makananmu, maka makanlah bangkai itu.
Makna Ayat
Firman Allah SWT:
{غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍ}
{#tanpa sengaja berbuat dosa.#} (Al-Maidah, [5:3])
Yakni tidak sengaja berbuat maksiat kepada Allah, maka sesungguhnya Allah telah membolehkan hal tersebut. Dalam ayat ini tidak disebutkan hal lainnya yang disebutkan di dalam surat Al-Baqarah melalui firman-Nya:
{فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ}
{#Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya), sedangkan ia tidak durhaka dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.#} (Al-Baqarah: [2:173])
Pelajaran dari Ayat
Ayat ini dijadikan dalil oleh orang yang mengatakan bahwa orang yang bepergian untuk maksiat tidak diperbolehkan melakukan sesuatu pun dari rukhsah-rukhsah yang diberikan kepada seorang musafir, karena rukhsah tidak dapat dilakukan dengan adanya maksiat.
Hadis Lain
Imam Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Harun ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Dakin, telah menceritakan kepada kami Wahb ibnu Uqbah Al-Amiri, bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis dari An-Naji' Al-Amiri bahwa An-Naji' Al-Amiri pernah datang kepada Rasulullah SAW, lalu bertanya, "Bilakah bangkai dihalalkan bagi kami?" Nabi SAW balik bertanya, "Apa sajakah makanan kalian?" Kami menjawab, "Segelas susu di pagi hari dan segelas susu di malam hari." Abu Na'im mengatakan bahwa Uqbah mengartikan kepadaku makna nastabih dan nagtabiq yaitu segelas susu di pagi hari dan segelas susu di petang hari. Nabi SAW bersabda, "Yang demikian itu, demi ayahku, dinamakan kelaparan." Nabi SAW menghalalkan bangkai untuk mereka dalam keadaan demikian.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud secara munfarid. Seakan-akan mereka di pagi hari dan petang harinya memakan sesuatu yang tidak mencukupi mereka, lalu Nabi SAW menghalalkan bangkai untuk mereka untuk memenuhi kecukupan mereka.
Hadis ini dijadikan sebagai dalil oleh orang yang berpendapat boleh memakan sebagian dari bangkai sampai kenyang, dan tidak terikat dengan batasan hanya untuk menyelamatkan nyawa saja.
Hadis lain diriwayatkan oleh Imam Abu Daud. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Sammak, dari Jabir, dari Samurah, bahwa seorang lelaki turun istirahat di Harrah (pinggir Madinah) disertai istri dan anak laki-lakinya. Ada lelaki lain yang berkata kepadanya, "Sesungguhnya untaku hilang (lepas). Jika kamu menemukannya, tolonglah tangkap ia." Lalu ia menemukannya, tetapi tidak menjumpai pemiliknya (karena telah pergi). Kemudian lelaki itu sakit, maka istrinya berkata kepadanya, "Sembelihlah unta temuan ini." Ia menolak dan sakitnya bertambah parah. Lalu istrinya berkata lagi kepadanya."Sayatlah salah satu bagiannya, lalu kamu dendeng lemak dan dagingnya, kemudian kita makan bersama." Ia menjawab, "Tidak, sebelum aku tanyakan lebih dahulu kepada Rasulullah SAW" Lalu aku datang kepada Rasulullah SAW dan menanyakan hal itu kepadanya. Maka Rasulullah SAW bertanya, "Apakah kamu memiliki makanan yang mencukupimu?" Ia menjawab, 'Tidak." Nabi SAW bersabda, "Maka makanlah daging sayatan itu." Tidak lama kemudian datanglah pemilik unta itu, dan ia mengabarinya. Ternyata pemilik unta itu berkata, "Mengapa tidak kamu sembelih saja untaku itu?" Ia menjawab, "Aku malu kepadamu."
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud secara munfarid. Hadis ini dijadikan dalil oleh orang yang membolehkan memakan (bangkai) sampai kenyang serta mengambil bekal darinya selama masa yang diperlukan, menurut dugaannya yang kuat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.