Surat Al-Ma’idah ayat 28
Orang yang takut kepada Allah tentu tidak berani mengerjakan dosa-dosa, terutama dosa-dosa besar.
la'im basatta ilayya yadaka litaqtulanī mā ana bibāsiṭiy yadiya ilaika li'aqtulak, innī akhāfullāha rabbal-‘ālamīn
"Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
Orang yang takut kepada Allah tentu tidak berani mengerjakan dosa-dosa, terutama dosa-dosa besar.
28-29. Saudara yang shalih ini terus memberikan nasehat secara perlahan-lahan dengan membangkitkan rasa persaudaraan dan memperingatkannya dari perbuatan buruk yang dia rencanakan.
Dia berkata: "Aku tidak akan membalas perbuatanmu dengan perbuatan yang serupa yang dapat membuatku terjerumus denganmu ke dalam kesalahan dan kejahatan yang sama. Sehingga aku tidak membalasmu bukan karena kelemahan dan ketidakmampuan, Namun karena aku takut kepada Allah, Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan seluruh makhluk. Membunuh jiwa manusia merupakan permusuhan terhadap apa yang telah Allah ciptakan dan pelihara."
Kemudian sampailah nasehatnya ini pada puncaknya sebagai seruannya yang terakhir, dengan harapan jiwa saudaranya yang lemah itu dapat tersadarkan dan takut terhadap kesudahan yang buruk jika tetap melakukan kejahatan itu; sebab selama saudaranya tetap ingin membunuhnya maka pembelaan diri tidak akan lagi berguna, dan biarlah orang yang berbuat kejahatan menanggung akibat kejahatannya dan memikul dosa-dosa orang yang dizaliminya sehingga membuatnya terperosok ke dalam neraka jahanam.
Ini merupakan peringatan terakhir bagi saudaranya dengan harapan dia mau mengurungkan niatnya, setelah dia menjelaskan bahwa apa yang dia niatkan merupakan kezaliman, dan tempat bagi orang-orang yang zalim adalah neraka. Nasehat ini untuk menyadarkan bahwa niatnya itu menyelisihi keinginannya berupa keburukan dan kebinasaan dan untuk menuntunnya kepada niatan yang baik berupa keselamatan.
Hâbîl berkata kepada Qâbîl, "Kalaupun kamu tersesatkan oleh setan untuk menggerakkan tanganmu hendak membunuhku, aku tidak akan melakukan seperti yang kamu lakukan.
Aku tidak akan menggerakkan tanganku untuk membunuhmu, karena aku takut siksa Tuhanku.
Dialah Allah Tuhan semesta alam.
Aku bukan pengecut, tetapi aku takut kepada Allah, Rabb segenap makhluk.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Habil menasihati saudaranya, "Bila Kamu mengulurkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku maka kamu tidak akan melihatku melakukan apa yang kamu lakukan, aku takut kepada Allah Rabb seluruh makhluk-Nya."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kemudian dia (Habil) berkata kepada saudaranya, bahwa dia tidak ingin membunuhnya sebagai yang memulai dan tidak pula demi membela diri. Dia berkata, لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu." Hal itu bukan karena aku takut atau karena aku tidak mampu, akan tetapi aku إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ "takut kepada Allah Rabb alam semesta."
Orang yang takut kepada Allah, tidak (melakukan) dosa, lebih-lebih dosa besar. Ini mengandung ancaman bagi yang ingin membunuh, bahwa kamu harus takut dan bertakwa kepada Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.
Kata "kurbannya" dalam kalimat "kurbannya diterima oleh Allah" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Kurbannya merujuk pada korban atau seseorang yang telah meninggal dunia.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "wara'" dalam kalimat "dia memiliki sifat wara'" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Wara' merujuk pada sifat yang memiliki rasa takut akan dosa.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Apabila dua orang muslim saling berhadapan dengan pedangnya masing-masing, maka si pembunuh dan si terbunuh dimasukkan ke dalam neraka (dua-duanya)" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "Habil" dalam kalimat "Jadilah kamu seperti anak Adam (Habil)" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Habil merujuk pada salah satu anak Adam yang memiliki sifat yang baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "keledai" dalam kalimat "Nabi SAW mengendarai keledai" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Keledai merujuk pada hewan yang digunakan sebagai kendaraan.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Hai Abu Dzar, bagaimanakah pendapatmu jika manusia tertimpa kelaparan yang sangat hingga kamu tidak mampu bangkit dari tempat tidurmu untuk ke masjidmu, maka apakah yang akan kamu lakukan?" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "sulit" dalam kalimat "sulit dicapai di dalam rumahku" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Sulit merujuk pada tempat yang tidak mudah dijangkau.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh jika kalian saling membunuh, aku benar-benar akan mencari suatu tempat yang paling sulit dicapai di dalam rumahku, dan sungguh aku benar-benar akan bersembunyi di tempat itu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Pelajaran yang dapat diambil dari hadis-hadis di atas adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Hadis-hadis ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "kejahatan" dalam kalimat "kejahatan yang semisal" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Kejahatan merujuk pada perbuatan yang tidak baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "sabar" dalam kalimat "sabar dan mengharapkan pahala Allah" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Sabar merujuk pada sifat yang memiliki kemampuan untuk menahan diri dari emosi yang tidak baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "pahala" dalam kalimat "mengharapkan pahala Allah" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Pahala merujuk pada reward yang diberikan oleh Allah kepada orang yang berbuat baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "sulit" dalam kalimat "sulit dicapai di dalam rumahku" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Sulit merujuk pada tempat yang tidak mudah dijangkau.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh jika kalian saling membunuh, aku benar-benar akan mencari suatu tempat yang paling sulit dicapai di dalam rumahku, dan sungguh aku benar-benar akan bersembunyi di tempat itu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "sembunyi" dalam kalimat "aku benar-benar akan bersembunyi di tempat itu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Sembunyi merujuk pada tindakan untuk tidak terlihat atau terdengar.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh jika kalian saling membunuh, aku benar-benar akan mencari suatu tempat yang paling sulit dicapai di dalam rumahku, dan sungguh aku benar-benar akan bersembunyi di tempat itu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "kejahatan" dalam kalimat "kejahatan yang semisal" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Kejahatan merujuk pada perbuatan yang tidak baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "sabar" dalam kalimat "sabar dan mengharapkan pahala Allah" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Sabar merujuk pada sifat yang memiliki kemampuan untuk menahan diri dari emosi yang tidak baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "pahala" dalam kalimat "mengharapkan pahala Allah" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Pahala merujuk pada reward yang diberikan oleh Allah kepada orang yang berbuat baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "sulit" dalam kalimat "sulit dicapai di dalam rumahku" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Sulit merujuk pada tempat yang tidak mudah dijangkau.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh jika kalian saling membunuh, aku benar-benar akan mencari suatu tempat yang paling sulit dicapai di dalam rumahku, dan sungguh aku benar-benar akan bersembunyi di tempat itu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "sembunyi" dalam kalimat "aku benar-benar akan bersembunyi di tempat itu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Sembunyi merujuk pada tindakan untuk tidak terlihat atau terdengar.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh jika kalian saling membunuh, aku benar-benar akan mencari suatu tempat yang paling sulit dicapai di dalam rumahku, dan sungguh aku benar-benar akan bersembunyi di tempat itu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal. Ayat ini menekankan bahwa kita harus tetap sabar dan mengharapkan pahala Allah, bahkan dalam situasi yang sangat sulit.
Kata "kejahatan" dalam kalimat "kejahatan yang semisal" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Kejahatan merujuk pada perbuatan yang tidak baik.
Ayat yang disebutkan dalam kalimat "Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu" memiliki makna yang sangat penting dalam konteks ini. Ayat ini menekankan pentingnya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan yang semisal.
Pelajaran yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman seraya menjelaskan bahaya dari kedengkian, rasa iri, dan kezaliman dalam kisah dua anak kandung nabi Adam menurut pendapat mayoritas ulama' yaitu Qabil dan Habil. Bagaimana satu di antara mereka melampaui batas yang lain dengan membunuhnya, karena iri dan dengki kepadanya terhadap nikmat yang telah diberikan Allah, ketika Allah menerima kurban yang diberikan dengan ikhlas. Yang dibunuh itu mendapat kemenangan dengan dihapuskan dosa-dosanya, dan dimasukkan ke surga dan yang membunuh itu merugi di dunia dan akhirat. Allah berfirman, (Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) dengan benar) yaitu ceritakanlah tentang kisah dua anak nabi Adam kepada orang-orang yang iri dan dengki yang merupakan saudara dari babi dan kera dari kalangan orang Yahudi dan orang-orang yang serupa dengan mereka. Keduanya adalah Qabil dan Habil. Ini telah disebutkan oleh banyak ulama' dari generasi salaf dan sekarang.
Firman Allah, (dengan benar) yaitu dengan jelas, tanpa kesamaran, kebohongan, keraguan, perubahan, penambahan, maupun pengurangan. Sebagaimana Firman Allah SWT, (Sesungguhnya ini adalah kisah yang benar) (Surah Ali Imran: 62), (Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar) (Surah Al-Kahfi: 13) dan (Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar) (Surah Maryam: 34).
Makna dari firmanNya, (Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa (27)) yaitu dari mereka yang bertakwa kepadaNya dalam melakukan pengorbanan itu.
Firman Allah (Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta (28)) Saudara yang shalih yang kurbannya diterima oleh Allah karena ketakwaannya itu berkata kepada saudaranya, ketika saudaranya itu mengancam akan membunuhnya, meskipun dia tidak memiliki kesalahan apapun kepadanya, (Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu) yaitu aku tidak akan membalas perbuatanmu yang rusak dengan perbuatan yang sama, karena itu akan membuatku melakukan kesalahan yang sama dengan dirimu. (Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan alam semesta) yaitu aku takut berbuat sesuatu seperti yang kamu inginkan. Aku akan tetap sabar dan dan memperhitungkannya
Firman Allah (Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim (29)) Ibnu Abbas, Mujahid, Adh-Dhahhak, Qatadah, dan As-Suddi berkata tentang firmanNya, (Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri) yaitu dosa membunuhku dan dosa yang telah ada padamu sebelumnya.
(maka kamu akan menjadi penghuni neraka...) Ibnu Abbas berkata,"Dia menakuti saudaranya dengan neraka, tetapi dia tidak tetap tidak berhenti dan tidak menahan diri”
Firman Allah SWT, (Maka hawa nafsunya menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dia membunuhnya, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi (30)) Hawa nafsu dan keberaniannya mendorong dan membujuknya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia benar-benar membunuhnya. Yaitu setelah adanya nasehat dari saudaranya agar menahan diri
Firman Allah (dia menjadi salah seorang yang merugi) yaitu di dunia dan akhirat, kerugian mana lagi yang lebih besar daripada ini? Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata: “Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satupun jiwa yang terbunuh secara zalim melainkan anak Adam yang pertama ikut menanggung dosa pertumpahan darah itu karena dialah orang pertama yang mencontohkan pembunuhan " Firman Allah, (Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Dia berkata: "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal (31)) As-Suddi dengan sanad disandarkan kepada para sahabat, dia berkata,”Ketika anak itu mati, saudaranya meninggalkannya di luar, dan tidak tahu bagaimana cara menguburkannya. Lalu Allah mengirim dua gagak yang bersaudara, lalu keduanya saling berkelahi. Salah satu dari mereka membunuh yang lain. Kemudian yang hidup menggali lubang dan mengubur saudaranya. Setelah melihat itu, saudaranya berkata (Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?). Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Seekor gagak datang kepada gagak yang telah mati, lalu dia menimbunnya dengan tanah sampai menutupnya. Kemudian yang membunuh saudaranya, itu berkata, (Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?) Firman Allah, (Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal) Hasan Al-Bashri berkata, "Allah meninggikan derajatnya dengan penuh penyesalan setelah dia mengalami kerugian. Semua orang sepakat bahwa keduanya adalah anak nabi Adam AS, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an"
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sungguh, jika lam menunjukkan sumpah (kamu mengulurkan) atau menggerakkan (tanganmu kepadaku untuk membunuhku, tidaklah aku akan mengulurkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut akan Allah, Tuhan seru sekalian alam.) jika membunuhmu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Selanjutnya Habil mengatakan, Sungguh, jika engkau memang benar-benar berniat untuk menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, maka ketahuilah bahwa aku tidak akan membalas dengan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.
Sesungguhnya aku sangat takut kepada murka dan ancaman Allah bila melakukan perbuatan itu.
Dialah Allah, Tuhan seluruh alam.
Abdullah bin ‘Amr menyebutkan bahwa sebenarnya Habil lebih kuat dibandingkan Qabil,(177 ) meskipun Habil adalah adik Qabil. Habil sejatinya mampu melawan. Oleh karena itu dia berkata,
لَئِنْ بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَا أَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ
“Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu.”
Habil tidaklah takut kepada Qabil. Satu-satunya alasan dia tidak mau membalas Habil adalah karena dia takut kepada Allah ﷻ. Ini adalah rasa takut yang menghalangi seseorang dari bermaksiat.
Yakni jika kamu benar-benar ingin membunuhku.
مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَ ۖ( aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu)
Yakni aku tidak akan berniat membunuhmu. Penyerahan diri Habil untuk dibunuh ini sebagaimanadisebutkan dalam hadist: “jika kalian berada dalam pertikaian antara saudara maka jadilah seperti yang terbaik dari dua anak Adam”.
Adapun dalam syari’at kita maka kita dibolehkan untuk membela diri sesuai Ijma para ulama. Dan membela diri adalah hal yang dianjurkan; dan terdapat perbedaan pendapat dalam masalah wajibnya membela diri, dan pendapat yang benar adalah pendapat yang mewajibkannya karena itu termasuk dalam melarang kemungkaran, dan berlandaskan firman Allah:
Hukum ini adalah untuk pertikaian antar saudara seiman dan disebabkan oleh syubhat. Adapun yang bukan pertikaian antar saudara seiman dan kedua belah pihak merasa bahwa kelompoknya memerangi kelompok lainnya di jalan Allah maka dikatakan bahwa tidak membela diri lebih baik dan utama sebagaimana dalil-dalil ayat tersebut serta hadist-hadist yang sejalan dengan itu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.