wa aniḥkum bainahum bimā anzalallāhu wa lā tattabi‘ ahwā'ahum waḥżarhum ay yaftinūka ‘am ba‘ḍi mā anzalallāhu ilaīk, fa in tawallau fa‘lam annamā yurīdullāhu ay yuṣībahum biba‘ḍi żunūbihim, wa inna kaṡīram minan-nāsi lafāsiqūn
dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.
Hidayatul Insan bi Tafsiril Qur'anUstadz Marwan Hadidi bin Musa, M.Pd.I
Surat Al-Ma’idah ayat 49
Yaitu yang disebutkan dalam Al Qur'an dan As Sunnah, dan itulah keadilan.
Sehingga kamu meninggalkan hukum Allah karena mengikuti hawa nafsu mereka.
Dosa-dosa
Untuk dosa-dosa ada hukumannya, baik segera maupun ditunda nanti, di antara hukuman yang paling besar adalah dijadikan indah kemaksiatan akibat kefasikannya.
Tafsir Al-Madinah Al-MunawwarahMarkaz Ta'dzhim al-Qur'an di bawah pengawasan Syaikh Prof. Dr. Imad Zuhair Hafidz, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah
49-50. Kemudian Allah memerintahkan untuk menjadikan syariat-Nya sebagai landasan hukum, karena didalamnya terdapat kebaikan, rahmat, keberkahan, dan kebahagiaan bagi setiap hamba yang mentaatinya dan ridha terhadapnya.
Dan Allah melarang hamba-hamba-Nya mengikuti hawa nafsu orang-orang yang sesat dengan menjadikannya landasan hukum padahal di dalamnya terdapat kezaliman dan kesewenang-wenangan. Dan dia memperingatkan dari tipu daya musuh-musuh Islam agar kaum muslimin tidak terpalingkan dari syariat dan jalan mereka yang terang dan agar musuh-musuh Islam itu dapat menebar kezaliman dan kekacauan di masyarakat.
Memenuhi ajakan musuh-musuh Allah tersebut dengan tidak menerapkan hukum yang diturunkan oleh Allah merupakan suatu ujian besar yang wajib diwaspadai.
Jika mereka berpaling dari syariat dan jalan Allah yang telah Dia ridhai bagi hamba-hamba-Nya maka sesungguhnya Allah akan menyiksa mereka.
Kemudian Allah membuat pengingkaran terhadap orang yang mengacuhkan syariat dan rela dengan hawa nafsu jahiliyah padahal itu dipenuhi dengan kebodohan, kezaliman, dan kontradiksi; namun tetap ada orang yang menyeru dan menuntut untuk menerapkan hukum jahiliyah tersebut.
Dan Allah menekankan bahwa hukum-Nya adalah yang paling utama, sehingga tidak ada hukum yang dapat menandinginya. Dan orang yang menerapkan syariat Allah hanyalah orang yang telah yakin, yaitu orang yang keimanan telah kokoh di dalam hatinya.
Kami telah memerintahkan kepadamu, wahai Rasulullah, untuk memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Jangan kau ikuti hawa nafsu mereka dalam menentukan keputusan. Berhati-hatilah, supaya mereka tidak memalingkanmu dari sebagian apa yang diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka barpaling dari hukum Allah dan menginginkan yang lainnya, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah akan menimpakan kerusakan dalam urusan-urusan mereka di dunia, karena jiwa mereka yang rusak oleh sebab dosa-dosa yang mereka perbuat dengan melanggar hukum dan syariat Allah. Sedang di akhirat kelak, Allah akan memberikan ganjaran atas segala perbuatan mereka.
Makna Kata
Sesungguhnya kebanyakan manusia menentang hukum-hukum Allah.
Ayat ini menunjukkan bahwa al-Qur'ân menetapkan asas teritorial hukum, dalam artian bahwa syariat Islam diterapkan pada penduduk di wilayah-wilayah Islam. Belakangan asas ini baru dikenal dalam hukum modern.
Tafsir Al-MukhtasharMarkaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram
49. Dan kamu seharusnya -wahai Rasul- memutuskan perkara mereka berdasarkan hukum yang Allah turunkan kepadamu.
Janganlah kamu mengikuti pendapat-pendapat mereka yang bersumber dari hawa nafsu. Dan berhati-hatilah agar mereka tidak menyesatkanmu dari hukum yang Allah turunkan kepadamu. Karena mereka akan terus bekerja keras untuk melakukan hal itu.
Jika mereka tidak bersedia menerima keputusan berdasarkan hukum yang Allah turunkan kepadamu, ketahuilah bahwasanya Allah hendak menghukum mereka dengan hukuman dunia atas dasar sebagian dosa mereka dan hendak menghukum mereka di Akhirat atas dasar semua dosa-dosa mereka.
Dan sesungguhnya banyak sekali manusia yang tidak taat kepada Allah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Al-MuyassarSinkronisasi dari alquran2.db tabel tafsir kolom muyas
Tetapkanlah hukum wahai Rasul di antara orang-orang Yahudi dengan apa yang Allah turunkan di dalam Al Qur'an, dan jangan mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak berkenan berhakim kepadamu.
Berhati-hatilah dari mereka sehingga mereka tidak menghalang-halangimu dari sebagian apa yang diturunkan oleh Allah kepadamu sehingga kamu tidak mengamalkannya.
Bila orang-orang itu berpaling dari hukum yang kamu tetapkan, maka ketahuilah bahwa Allah ingin memalingkan mereka dari hidayah disebabkan oleh dosa-dosa yang mereka lakukan sebelumnya.
Sesungguhnya kebanyakan manusia menyimpang dari ketaatan kepada Rabb mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Al-WajizSyaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, pakar fiqih dan tafsir negeri Suriah
Lalu Allah mengulangi perkara tersebut sebagai peringatan agar (Nabi) tidak tersesat, dan berfirman: “Wahai Nabi, hendaklah kamu memutuskan hukum di antara ahli kitab dan pemeluk kepercayaan lainnya sesuai apa yang diturunkan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu dan penyimpangan mereka dengan tetap membenarkan yang benar dan menyalahkan yang bathil, serta waspadailah mereka saat mau menyesatkanmu dari sebagian wahyu yang diturunkan Allah kepadamu sehingga kamu tidak mengamalkannya.
Dan jika mereka tidak mau menerima keputusanmu yang sesuai dengan apa yang diturunkan kepadamu, maka hal itu karena balasan atas sebagian dosa-dosa mereka, yaitu menolak apa yang kamu bawa. Sesungguhnya kebanyakan manusia tidak mau menaati Allah SWT.
Ibnu Abbas berkata: “Sebagian ulama’ Yahudi datang dan berkata: “Wahai Muhammad, kami adalah para pendeta Yahudi, jika kami mengikutimu, maka semua orang Yahudi akan mengikutimu, dan sesungguhnya di antara kami dan kaum kami itu ada perdebatan, dan kami ingin meminta keputusan hukum kepadamu. Jika kamu memutuskan perkara bagi kami, niscaya kami akan berikrar untuk mengimanimu”
Lalu Rasulullah SAW menolak hal tersebut dan Allah SWT menurunkan ayat [Wahdzarhum] untuk mereka
Tafsir as-Sa'diSinkronisasi dari alquran2.db tabel tafsir kolom saadi
Tafsir Ayat
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ "Dan hendaknya kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah." Ayat inilah yang katanya menasakh Firman Allah,
فَاحْكُم بَيْنَهُمْ أَوْ أَعْرِضْ عَنْهُمْ
"Maka putuskanlah perkara itu di antara mereka atau berpalinglah dari mereka," (QS. Al-Ma`idah: 42),
padahal yang benar adalah bahwa ia bukan menasakh, karena ayat itu menunjukkan bahwa Nabi diberi pilihan antara memutuskan perkara atau tidak memutuskan, hal itu karena tujuan mereka dalam meminta keputusan bukanlah kebenaran. Sementara ayat ini menunjukkan bahwa jika Nabi memutuskan, maka dia memutuskan dengan apa yang diturunkan oleh Allah yaitu al-Qur`an dan sunnah. Inilah keadilan yang telah dinyatakan oleh Allah dalam ayat sebelumnya,
وَإِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُم بَيْنَهُم بِالْقِسْطِ
"Jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah perkara itu dengan adil." (QS. Al-Ma`idah: 42).
Ayat ini menjelaskan tentang keadilan, bahwa intinya adalah hukum yang disyariatkan oleh Allah karena ia mengandung keadil-an yang sempurna dan apa yang menyelisihinya adalah kezhaliman.
وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ "Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka." Larangan mengikuti hawa nafsu kembali diulang untuk memberikan peringatan keras darinya, dan karena konteksnya adalah memutuskan hukum dan fatwa yang jelas lebih luas sementara ini konteksnya hanyalah hukum semata. Pada keduanya seseorang tidak boleh mengikuti hawa nafsu mereka yang menyimpang dari kebenaran.
Oleh karena itu Allah berfirman,
وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ "Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka supaya mereka tidak memalingkanmu dari sebagian apa yang telah diturunkan oleh Allah kepadamu." Maksudnya, janganlah kamu terkecoh oleh mereka, jangan sampai mereka membuatmu berpaling lalu mereka berhasil menghalangimu dari sebagian yang diturunkan oleh Allah kepadamu. Maka mengikuti hawa nafsu mereka menjadi penyebab dicampakkannya kebenaran yang semestinya wajib dan harus diikuti.
فَإِنْ تَوَلَّوْا "Jika mereka berpaling" dari mengikutimu dan mengikuti kebenaran, فَاعْلَمْ "maka ketahuilah," bahwa itu adalah hukuman bagi mereka, dan bahwa Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Karena dosa memiliki hukuman cepat atau lambat. Termasuk hukuman terbesar adalah, seorang hamba diuji dan dijadikan indah baginya keengganan untuk mengikuti Rasulullah, dan hal itu karena kefasikannya.
وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ "Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang fasik," yakni tabiat mereka adalah kefasikan dan penyimpangan dari ketaatan kepada Allah dan RasulNya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Ash-ShaghirFayiz bin Sayyaf As-Sariih, dimuraja’ah oleh Syaikh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Aziz al-‘Awaji, professor tafsir Univ Islam Madinah
Hendaklah kamu memutuskan di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
Waspadailah mereka agar mereka tidak dapat memperdayakanmu menyesatkan dan membelokkanmu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.
Jika mereka berpaling berpaling untuk menerima hukum menurut apa yang diturunkan Allah kepadamu ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan kepada mereka mengazab mereka sebagian dosa-dosa mereka.
Sesungguhnya banyak dari manusia adalah orang-orang yang fasik.
Tafsir Ibnu Katsir (Penuh)Tafsir Ibnu Katsir versi penuh dari jal_kem_muyas_katsir.db3 tabel m
Firman Allah SWT
{وَاَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَاۤءَهُمْ}
{#maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.#} (Al-Maidah, [5:49])
Ayat ini mengukuhkan apa yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu perintah yang menganjurkan hal tersebut dan larangan berbuat kebalikannya.
Kemudian Allah SWT Berfirman
{وَاحْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْ بَعْضِ مَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَ}
{#Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.#} (Al-Maidah, [5:49])
Yakni waspadalah terhadap musuh orang-orang Yahudi itu, jangan biarkan mereka memalsukan perkara yang hak melalui berbagai macam perkara yang mereka ajukan kepadamu; janganlah kamu teperdaya oleh mereka, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang pendusta, kafir lagi penghianat.
Jika Mereka Berpaling
{فَاِنْ تَوَلَّوْا}
{#Jika mereka berpaling.#} (Al-Maidah, [5:49])
Yaitu berpaling dari perkara hak yang telah kamu putuskan di antara mereka, lalu mereka menentang syariat Allah.
Maka Ketahuilah
{فَاعْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوْبِهِمْ}
{#maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka.#} (Al-Maidah, [5:49])
Yakni ketahuilah bahwa hal itu telah direncanakan oleh takdir Allah dan kebijaksanaan-Nya terhadap mereka, yaitu Dia hendak memalingkan mereka dari jalan hidayah disebabkan dosa-dosa mereka yang terdahulu yang berakibat kesesatan dan pembangkangan mereka.
Dan Sesungguhnya
{وَاِنَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّاسِ لَفٰسِقُوْنَ}
{#Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.#} (Al-Maidah, [5:49])
Yaitu sesungguhnya kebanyakan manusia benar-benar keluar dari ketaatan kepada Tuhan mereka dan menentang perkara yang hak serta berpaling darinya. Perihalnya sama dengan pengertian yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu Firman-Nya:
Dan Sebagian Besar Manusia
{وَمَآ اَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِيْنَ}
{#Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.#} (Yusuf, [12:103])
{وَاِنْ تُطِعْ اَكْثَرَ مَنْ فِى الْاَرْضِ يُضِلُّوْكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ}
{#Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah."#} (Al-An'am, [6:116]), hingga akhir ayat.
Muhammad Ibnu Ishaq Mengatakan
Muhammad ibnu Ishaq mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Abu Muhammad maula Zaid ibnu Sabit, telah menceritakan kepadaku Sa'id ibnu Jubair atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Ka'b ibnu Asad, Ibnu Saluba, Abdullah ibnu Suria, dan Syas ibnu Qais; sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Marilah kita berangkat kepada Muhammad, barangkali saja kita dapat memalingkan dia dari agamanya." Lalu mereka datang kepada Nabi Muhammad dan berkata, "Hai Muhammad, sesungguhnya engkau telah mengetahui bahwa kami adalah rahib-rahib Yahudi, orang-orang terhormat, dan pemuka-pemuka mereka. Dan sesungguhnya jika kami mengikutimu, niscaya orang-orang Yahudi akan mengikutimu dan tidak akan menentang kami. Sekarang telah terjadi suatu perselisihan antara kami dan kaum kami, maka kami serahkan keputusan kami dan mereka kepadamu; dan engkau putuskan untuk kemenangan kami atas mereka, lalu kami mau beriman kepadamu dan membenarkanmu." Tetapi Rasulullah SAW menolak tawaran itu, dan Allah SWT menurunkan firman-Nya berkenaan dengan peristiwa mereka itu, yakni firman-Nya: {#dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang diturunkan Allah kepadamu.#} (Al-Maidah, [5:49]) sampai dengan firman-Nya: {#bagi orang-orang yang yakin.#} (Al-Maidah, [5:50])
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur'an al-'Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur'an Univ Islam Madinah
Ayat 48-50
Ketika Allah SWT menyebutkan Taurat yang Dia turunkan kepada nabi Musa, dan Dia memuji serta mengagungkannya, serta memerintahkan untuk mengikuti Taurat di mana pun yang mudah untuk mengikutinya. Dia juga menyebutkan Injil dan memujinya, serta memerintahkan untuk mengerjakan dan mengikuti apa yang terkandung di dalamnya, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Allah SWT mulai menyebutkan Al-Quran yang agung yang Dia turunkan kepada hambaNya dan RasulNya yang mulia.
Allah berfirman, (Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran) yaitu dengan kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya bahwa itu dari sisi Allah (membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab) yaitu kitab-kitab sebelumnya yang menyebutkan dan memuji Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an akan diturunkan dari sisi Allah kepada hamba dan RasulNya, Muhammad SAW. Maka turunnya Al-Qur’an itu sebagaimana yang diberitakan oleh kitab-kitab itu, dimana Al-Qur’an menambah kebenaran bagi orang-orang yang memegang teguh kitab-kitab itu dari kalangan orang-orang yang berilmu yang patuh kepada perintah Allah, mengikuti syariat-syariatNya, dan membenarkan rasul-rasulNya, sebagaimana Allah SWT berfirman (Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud (107) dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi" (108)) (Surah Al-Isra') yaitu jika apa yang dijanjikan Allah melalui lisan para rasulNya yang terdahulu sebelum nabi Muhammad SAW (pasti dipenuhi) yaitu pasti akan terjadi, tanpa bisa disangkal, dan tidak ada keraguan dalam hal itu.
Firman Allah, (dan menjaganya) Sufyan Ats-Tsauri dan lainnya meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari At-Taimiy, dari Ibnu Abbas, dia berkata, "maknanya, mempercayainya"
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-Muhaimin” adalah yang dipercayai, yaitu Al-Qur’an itu dipercayai oleh kotab-kitab sebelumnya.
Diriwayatkan dari Al-Walibi dari Ibnu Abbas, bahwa (Muhaimin)maknanya adalah saksi. Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi.
Semua pendapat ini memiliki makna yang serupa, karena nama "Al-Muhaimin" mencakup semuanya: bahwa maknanya adalah dipercaya, saksi, dan hakim atas semua kitab sebelumnya. Allah menjadikan kitab yang agung ini sebagai kitab yang diturunkan di akhir semua kitab, sebagai penutup semua kitab, dan sebagai kitab yang paling mencakup semuanya, paling agung di antara semuanya, dan paling sempurna, dimana menggabungkan kebaikan-kebaikan dari kitab-kitab sebelumnya dan menambahkannya dengan keutamaan-keutamaan yang tidak ada dalam kitab-kitab lainnya. Oleh karena itu, Allah menjadikannya sebagai saksi, sesuatu yang dipercaya, dan hakim atas semua kitab tersebut. Allah SWT berjanji untuk menjaganya dengan DzatNya yang Maha Mulia, Dia berfirman, (Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (9)) (Surah Al-Hijr). Firman Allah, (maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan), yaitu "Putuskanlah, wahai Muhammad, perkara di antara manusia, baik dari bangsa Arab maupun non-Arab, yang tidak bisa baca tulis maupun yang ahli baca tulis, dengan apa yang telah diturunkan Allah kepadamu dalam kitab yang agung ini, dan berdasarkan beberapa hukum yang telah ditetapkan Allah untukmu berupa hukum yang telah digunakan oleh para nabi sebelummu yang belum dinasakh dalam syariatmu." Demikian juga Ibnu Jarir memaknainya demikian. Firman Allah, (dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka), yaitu pendapat yang telah mereka sepakati, dan karena itu mereka meninggalkan apa yang diturunkan Allah kepada para rasulNya. Oleh karena itu, Allah berfirman, (dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu) yaitu janganlah kamu berpaling dari kebenaran yang telah diperintahkan Allah kepadamu menuju kepada hawa nafsu orang-orang bodoh yang fasik itu. Firman Allah, (Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, telah Kami berikan aturan dan jalan yang terang). Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat (Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, telah Kami berikan aturan) dia berkata,”maknanya adalah jalan”. (dan jalan yang terang) dia berkata,”maknanya adalah sunnah” Demikian juga diriwayatkan dari Mujahid, ‘Ikrimah, Hasan Al-Bashri, Qatadah, Adh-Dhahhak, As-Suddi, dan Abu Ishaq As-Sabi'i, mereka berkata: (aturan dan jalan yang terang) maknanya adalah jalan dan tuntunan. Diriwayatkan juga dari Ibnu Abbas, Mujahid, dan ‘Atha' Al-Khurasani berpendapat sebaliknya: yaitu tuntunan dan jalan. Pendapat pertama lebih sesuai karena “Asy-Sir’ah” (yang juga merupakan syari’ah) adalah adalah permulaan yang digunakan untuk mencapai sesuatu. Dikatakan juga “Syara’a kadza” maknanya yaitu memulai dengan hal itu. Demikian pula makna syari'ah, yaitu sesuatu yang dipakai untuk berlayar di atas air. Sedangkan "Al-Minhaj" adalah jalan yang jelas dan mudah, sedangkan “As-Sunan” adalah tuntunan-tuntunan. Jadi tafsir dari firmanNya, (Syir'atan wa minhajan) dengan jalan dan tuntunan itu lebih jelas kaitannya daripada kebalikannya. Hanya Allah yang lebih mengetahui. Kemudian hal ini memberitahukan tentang umat-umat yang beragam agamanya, sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah melalui rasul-rasulNya yang mulia berupa syariat yang beragam, tetapi sama dalam ketentuannya, yaitu tauhid.. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits shahih Imam Bukhari dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kami para nabi adalah saudara-saudara yang berlainan ibu, tetapi agama kami satu” yaitu dengan ajaran tauhid yang diperintahkan Allah kepada setiap rasul yang Dia utus, dan terkandung di dalamnya semua kitab yang Dia diturunkan. Sebagaimana Allah SWT berfirman, (Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian”) (25)) (Surah Al-Anbiya) dan (Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu") (Surah An-Nahl: 36). Adapun syariat-syariat yang beragam itu dalam hal perintah danlarangan. Terkadang sesuatu bisa diharamkan dalam syariat ini, kemudian dihalalkan dalam syariat lain, dan sebaliknya. Terkadang sesuatu yang ringan dijadikan lebih berat dalam syariat ini, namun tidak pada syariat itu. Dalam hal ini terdapat hikmah yang jelas dan hujjah yang kuat dari Allah SWT yang menentukannya. Oleh karena itu, Allah SWT berfirman: (Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu) yaitu bahwa Allah SWT telah menetapkan syariat-syariat yang berbeda, untuk menguji hamba-hambaNya dalam syariat yang diberikan kepada mereka, dan untuk memberi pahala atau hukuman kepada mereka berdasarkan ketaatan atau kedurhakaan mereka kepadaNya melalui apa yang mereka perbuat dan mereka yakini dari semua itu" Abdullah bin Katsir berkata, (terhadap pemberian-Nya kepadamu) yakni kitab. Kemudian, Allah SWT menyarankan mereka untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan menyegerakan dalam melakukannya. Allah berfirman, (maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan) yaitu taat kepada Allah dan mengikuti syariatNya yang telah Dia buat untuk menasakh kitab yang sebelumnya, serta membenarkan kitab Al-Qur'an yang merupakan akhir dari kitab yang Dia turunkan. Kemudian Allah SWT berfirman, (Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya) yaitu tempat kembali kalian semua wahai manusia pada hari kiamat (lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu) yaitu Dia akan memberitahukan kepada kalian tentang kebenaran yang kalian perselisihkan. Lalu Dia akan membalas orang-orang yang jujur dengan kejujuran mereka dan menghukum orang-orang yang kafir, ingkar, dan mendustakan kebenaran, serta menyimpang darinya menuju hal lain tanpa dalil dan bukti yang jelas, bahkan mereka adalah orang-orang yang keras kepala terhadap bukti yang jelas, hujjah yang terang, dalil bukti yang pasti. Adh-Dhahhak berkata tentang firmanNya, (maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan) yaitu umat nabi Muhammad SAW. Pendapat pertama adalah adalah yang paling jelas. Firman Allah: (dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka) Ini adalah penegasan untuk melaksanakan perintah sebelumnya dan larangan untuk melanggar perintah itu. Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu) yaitu berhati-hatilah terhadap musuh-musuhmu, yaitu orang-orang Yahudi, dimana mereka memalsukan kebenaran dalam hal-hal yang mereka cegah agar tidak sampai kepadamu. Janganlah kamu tertipu dengan merasa, karena mereka adalah pendusta, kafir, dan pengkhianat. (Jika mereka berpaling) dari hukum yang kamu putuskan di antara mereka sesuai dengan kebenaran, lalu mereka melanggar syariat Allah, (maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka) yaitu ketahuilah bahwa hal itu terjadi karena takdir dan kebijaksanaan Allah atas mereka untuk membuat mereka menyimpang dari petunjuk akibat dari dosa-dosa mereka yang lalu yang mengakibatkan kesesatan dan kedengkian mereka (Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik) yaitu sesungguhnya kebanyakan manusia itu tidak mau taat kepada Tuhan mereka, menentang dan menjauh dari kebenaran. Sebagaimana Allah berfirman: (Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya. (103)) (Surah Yusuf), dan (Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah) (Surah Al-An'am: 116). Firman Allah (Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (50)) Allah menolak orang menyimpang dari hukumNya yang bijaksana dan mencakup setiap kebaikan, menolak sagala jenis keburukan, dan berbuat adil kepada apa saja selainNya berupa pandangan, keinginan, dan istilah-istilah yang mereka ciptakan tanpa dasar dari syariat Allah, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah yang menetapkan hukum-hukum sesat dan salah, berdasarkan pendapat dan keinginan mereka sendiri. (dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?) yaitu, siapakah yang lebih adil daripada Allah dalam memberikan hukum bagi orang-orang yang telah mengerti hukum Allah, beriman kepadaNya, dan mengetahui bahwa Allah adalah Dzat yang paling adil di antara para hakim, dan Dzat yang paling mengasihi ciptaanNya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya?. Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui, Maha Kuasa, dan Maha Adil atas segala sesuatu
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir JalalainTafsir Jalalain dari jal_kem_muyas_katsir.db3 tabel j
Makna ayat
(Dan hendaklah kamu putuskan perkara di antara mereka dengan apa yang diturunkan Allah dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu mereka dan berhati-hatilah terhadap mereka) agar (supaya mereka) tidak (memfitnahmu) artinya menyesatkanmu (dari sebagian yang telah diturunkan Allah kepadamu.
Pelajaran dari ayat
Jika mereka berpaling) dari hukum yang diturunkan dan bermaksud mengubahnya (maka ketahuilah bahwasanya Allah menghendaki akan menimpakan kepada mereka musibah) hukuman di dunia (disebabkan sebagian dosa-dosa mereka) yang mereka perbuat di antaranya berpaling itu.
Makna kata
Dan akan membalas semua dosa itu di akhirat kelak.
Makna ayat
(Dan sesungguhnya banyak di antara manusia itu orang-orang yang fasik.)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir MunkhatabSinkronisasi dari alquran2.db tabel tafsir kolom munkhatab
Makna ayat
Kami telah memerintahkan kepadamu, wahai Rasulullah, untuk memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah. Jangan kau ikuti hawa nafsu mereka dalam menentukan keputusan. Berhati-hatilah, supaya mereka tidak memalingkanmu dari sebagian apa yang diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka barpaling dari hukum Allah dan menginginkan yang lainnya, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah akan menimpakan kerusakan dalam urusan-urusan mereka di dunia, karena jiwa mereka yang rusak oleh sebab dosa-dosa yang mereka perbuat dengan melanggar hukum dan syariat Allah. Sedang di akhirat kelak, Allah akan memberikan ganjaran atas segala perbuatan mereka.
Makna kata
(1) Sesungguhnya kebanyakan manusia menentang hukum-hukum Allah.
Pelajaran dari ayat
(1) Ayat ini menunjukkan bahwa al-Qur'ân menetapkan asas teritorial hukum, dalam artian bahwa syariat Islam diterapkan pada penduduk di wilayah-wilayah Islam. Belakangan asas ini baru dikenal dalam hukum modern.
Tafsir Ringkas Kementrian Agama RISinkronisasi dari alquran2.db tabel tafsir kolom kem
Makna ayat
Selanjutnya ingatlah, wahai Nabi Muhammad, ketika orang-orang Yahudi mengajukan persoalan di antara mereka dan mengharapkan keputusanmu, maka tetapkanlah sesuai aturan dan hendaklah engkau memutuskan perkara yang terjadi di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, sebagaimana yang terdapat dalam Taurat, dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka yang menyebabkan terjadinya kezaliman terhadap sebagian yang lain.
Pelajaran dari ayat
Karena itu, hati-hati dan waspadalah terhadap sikap dan perkataan mereka, jangan sampai mereka berhasil memperdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu, yaitu Al-Qur'an yang berisi petunjuk yang lebih lurus.
Makna ayat
Jika mereka berpaling dari hukum yang telah diturunkan Allah dan tidak mau mengikutinya, maka ketahuilah bahwa dengan keadaan itu sesungguhnya Allah berkehendak untuk menimpakan musibah sebagai peringatan kepada mereka yang disebabkan oleh sebagian dosa-dosa yang telah mereka lakukan.
Pelajaran dari ayat
Itulah pelajaran dan ujian bagi mereka, namun sungguh banyak manusia tidak menyadarinya, sehingga mereka ini adalah termasuk sebagai orang-orang yang fasik, yaitu mereka yang tidak melaksanakan ajaran yang diimaninya.
Tafsir TaysirSinkronisasi dari alquran2.db tabel tafsir kolom taysir
Makna Ayat
Pada ayat ini Allah ﷻ kembali mengingatkan Nabi Muhammad ﷺ untuk berhukum dengan Quran dan jangan mengikuti hawa-hawa nafsu mereka. Allah ﷻ menggunakan kata أَهْوَاءَهُمْ “hawa-hawa nafsu mereka” dengan bentuk jamak, yang menunjukkan bahwa mereka memiliki model hawa nafsu yang banyak. Banyak cara yang bisa mereka keluarkan untuk merayu Nabi Muhammad ﷺ. Karena itulah Allah ﷻ mengingatkan Rasulullah ﷺ agar tidak mengikuti mereka.
Bahaya Orang Yahudi
Keinginan orang Yahudi adalah memberi fitnah kepada Nabi Muhammad ﷺ. Kita tahu bahwa Rasulullah ﷺ tidak mungkin mengikuti hawa nafsu mereka, namun Allah ﷻ menyebutkan ini sebagai peringatan kepada kita tentang bahaya orang Yahudi, yang mereka ingin agar kita berpaling dari Quran.
Kebenaran Agama Islam
Orang Yahudi sangat tahu agama Islam berada di atas kebenaran. Mereka sangat tahu kebenaran Rasulullah ﷺ. Namun, mereka menolaknya karena Rasulullah ﷺ berasal dari bangsa Arab bukan Yahudi. Allah ﷻ berfirman,
الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 146)
Musibah Orang Yahudi
Orang Yahudi dimurkai karena mereka berilmu tentang Nabi Muhammad ﷺ, tapi mereka tidak mau mengimaninya. Meskipun mereka unggul dari sisi dunia dan materi, namun sesungguhnya mereka tahu bahwa mereka kalah dari sisi agama. Sekalipun mereka menguasai dunia, namun mereka tetap dengki terhadap kaum muslim.
Dosa Orang Yahudi
Firman Allah ﷻ,
فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
“Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah Allah turunkan), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki untuk menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”
Musibah dalam Agama
Musibah mereka adalah musibah dalam agama, karena mereka berpaling dari kebenaran. Musibah bukan hanya terjadi pada jasmani saja. Musibah yang paling besar justru musibah yang berkaitan dengan agama. Di antara bentuk musibah dalam agama adalah berpaling dan tidak beriman kepada Rasulullah ﷺ.
Kebanyakan Manusia Fasik
Firman Allah ﷻ,
وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
“Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”
Allah ﷻ menyebutkan bahwa kebanyakan manusia adalah fasik, yaitu keluar dari aturan agama.
Zubdatut Tafsir Min Fathil QadirSyaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, mudarris tafsir Universitas Islam Madinah
Makna ayat
وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللهُ (dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah)
Yakni apabila mereka mendatangimu agar kamu memutuskan perkara diantara mereka dan kamu mau melakukan itu maka putuskanlah perkara mereka sesuai dengan apa yang diturunkan Allah kepadamu, bukan sesuai dengan hawa nafsu mereka atau kitab-kitab mereka yang telah dirubah.
Makna ayat
وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَنۢ بَعْضِ مَآ أَنزَلَ اللهُ إِلَيْكَ ۖ (Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu)
Yakni menyesatkan kamu darinya.
Makna ayat
فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ (Jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka)
Yakni apabila mereka tidak mau menerima putusanmu yang sesuai dengan apa yang diturunkan kepadamu, maka itu disebabkan karena Allah hendak menyiksa mereka karena sebagian dosa-dosa mereka, yaitu dosa berpaling darimu, dan penolakan atas apa yang kamu datangkan.
Tafsir Aisarut Tafasir (AR)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Al-Baghawi (AR)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Al-Qurtubi (AR)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir Al-Wasit (AR)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir At-Tabari (AR)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir At-Tanweer (AR)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir I'rab (AR)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
An-Nafahat Al-Makkiyah
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Pengaturan Tampilan
Tafsir aktif mengikuti tab terakhir yang Anda pilih.