Ayat 48-50
Makna Taurat dan Injil
Ketika Allah SWT menyebutkan Taurat yang Dia turunkan kepada nabi Musa, dan Dia memuji serta mengagungkannya, serta memerintahkan untuk mengikuti Taurat di mana pun yang mudah untuk mengikutinya. Dia juga menyebutkan Injil dan memujinya, serta memerintahkan untuk mengerjakan dan mengikuti apa yang terkandung di dalamnya, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.
Makna Al-Quran
Allah SWT mulai menyebutkan Al-Quran yang agung yang Dia turunkan kepada hambaNya dan RasulNya yang mulia. Allah berfirman, (Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran) yaitu dengan kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya bahwa itu dari sisi Allah (membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab) yaitu kitab-kitab sebelumnya yang menyebutkan dan memuji Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an akan diturunkan dari sisi Allah kepada hamba dan RasulNya, Muhammad SAW.
Makna Al-Muhaimin
Firman Allah, (dan menjaganya) Sufyan Ats-Tsauri dan lainnya meriwayatkan dari Abu Ishaq, dari At-Taimiy, dari Ibnu Abbas, dia berkata, "maknanya, mempercayainya". Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-Muhaimin” adalah yang dipercayai, yaitu Al-Qur’an itu dipercayai oleh kotab-kitab sebelumnya.
Makna Syir'atan wa Minhajan
Diriwayatkan dari Al-Walibi dari Ibnu Abbas, bahwa (Muhaimin)maknanya adalah saksi. Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qatadah, dan As-Suddi. Semua pendapat ini memiliki makna yang serupa, karena nama "Al-Muhaimin" mencakup semuanya: bahwa maknanya adalah dipercaya, saksi, dan hakim atas semua kitab sebelumnya.
Makna Syariat yang Beragam
Adapun syariat-syariat yang beragam itu dalam hal perintah dan larangan. Terkadang sesuatu bisa diharamkan dalam syariat ini, kemudian dihalalkan dalam syariat lain, dan sebaliknya. Terkadang sesuatu yang ringan dijadikan lebih berat dalam syariat ini, namun tidak pada syariat itu. Dalam hal ini terdapat hikmah yang jelas dan hujjah yang kuat dari Allah SWT yang menentukannya.
Makna Berlomba-lomba dalam Kebaikan
Kemudian Allah SWT menyarankan mereka untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan menyegerakan dalam melakukannya. Allah berfirman, (maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan) yaitu taat kepada Allah dan mengikuti syariatNya yang telah Dia buat untuk menasakh kitab yang sebelumnya, serta membenarkan kitab Al-Qur'an yang merupakan akhir dari kitab yang Dia turunkan.
Makna Berhati-hatilah terhadap Musuh-musuh
Firman Allah: (Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu) yaitu berhati-hatilah terhadap musuh-musuhmu, yaitu orang-orang Yahudi, dimana mereka memalsukan kebenaran dalam hal-hal yang mereka cegah agar tidak sampai kepadamu.
Makna Kebanyakan Manusia adalah Orang-orang Fasik
Sebagaimana Allah berfirman: (Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya. (103)) (Surah Yusuf), dan (Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah) (Surah Al-An'am: 116).
Makna Hukum Jahiliyah
Firman Allah (Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (50)) Allah menolak orang menyimpang dari hukumNya yang bijaksana dan mencakup setiap kebaikan, menolak sagala jenis keburukan, dan berbuat adil kepada apa saja selainNya berupa pandangan, keinginan, dan istilah-istilah yang mereka ciptakan tanpa dasar dari syariat Allah.
Makna Kebenaran yang Tidak Ada Keraguan
Sesungguhnya Allah SWT Maha Mengetahui, Maha Kuasa, dan Maha Adil atas segala sesuatu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.