Firman Allah SWT
{قَالَ اللّٰهُ اِنِّيْ مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ فَمَنْ يَّكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ}
{#Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepada kalian, barang siapa yang kafir di antara kalian sesudah (turun hidangan itu)."#} (Al-Maidah,[5:115])
Yakni Barang Siapa Yang Mendustakannya
Yakni barang siapa yang mendustakannya dari kalangan umatmu, hai Isa, dan ia mengingkarinya:
{فَاِنِّيْٓ اُعَذِّبُهٗ عَذَابًا لَّآ اُعَذِّبُهٗٓ اَحَدًا مِّنَ الْعٰلَمِيْنَ}
{#maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.#} (Al-Maidah, [5:115])
Yakni Umat Manusia
Yakni umat manusia yang sezaman dengan kalian. Pengertiannya sama dengan apa yang terdapat di dalam ayat lain:
{وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ اَدْخِلُوْٓا اٰلَ فِرْعَوْنَ اَشَدَّ الْعَذَابِ}
{#dan pada hari kiamat (dikatakan kepada malaikat), "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras."#} (Ghafir, [40:46])
Dan Sama Dengan Firman-Nya
Dan sama dengan firman-Nya:
{اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِ}
{#Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka.#} (An-Nisa, [4:145])
Ibnu Jarir Telah Meriwayatkan
Ibnu Jarir telah meriwayatkan melalui jalur Auf Al-A'rabi, dari Abul Mugirah Al-Qawwas, dari Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa manusia yang paling keras azabnya kelak di hari kiamat ada tiga macam, yaitu orang-orang munafik, orang-orang yang kafir dari kalangan mereka yang menerima hidangan dari langit, dan Fir'aun beserta para pendukungnya.
Abu Ja'far Ibnu Jarir Mengatakan
Abu Ja'far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ai-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepadaku Hajjaj, dari Lajs, dari Aqil, dari Ibnu Abbas yang telah menceritakan perihal Nabi Isa AS. Disebutkan bahwa Nabi Isa pernah berkata kepada kaum Bani Israil, "Maukah kalian melakukan puasa karena Allah selama tiga puluh hari, kemudian kalian memohon kepadaNya, maka niscaya Dia akan memberi kalian apa yang kalian minta, karena sesungguhnya upah orang yang bekerja itu diberikan oleh orang yang mempekerjakannya?" Maka mereka melakukan apa yang dianjurkannya. Sesudah itu mereka berkata, "Wahai pengajar kebaikan, engkau telah berkata kepada kami bahwa sesungguhnya imbalan pekerja itu diberikan oleh orang yang mempekerjakannya. Dan engkau telah memerintahkan kepada kami untuk puasa tiga puluh hari, lalu kami mengerjakannya, sedangkan kami tidak pernah bekerja selama tiga puluh hari pada seseorang kecuali dia memberi kami makan bila kami telah menyelesaikan tugas. Maka sanggupkah engkau memohon kepada Tuhanmu agar Dia menurunkan kepada kami suatu hidangan dari langit?" Nabi Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kalian orang yang beriman." Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram kalbu kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu." Isa putra Maryam berdoa, "Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki yang paling utama." Allah berfirman, {#"Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepada kalian, barang siapa yang kafir di antara kalian sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia."#} (Al-Maidah, [5:112]-[5:115])
Ibnu Abbas Melanjutkan Kisahnya
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, "Setelah itu datanglah para malaikat yang terbang turun membawa hidangan dari langit. Hidangan itu terdiri atas makanan berupa tujuh ekor ikan dan tujuh buah roti, lalu para malaikat meletakkan hidangan itu di hadapan mereka. Maka yang dimakan oleh orang-orang yang terakhir dari mereka adalah sebagiannya saja, sebagaimana orang-orang yang pertama dari mereka memakan sebagiannya saja (yakni tidak kunjung habis)."
Hal Yang Sama Telah Diriwayatkan
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir. Ibnu Abu Hatim meriwayatkannya dari Yunus ibnu Abdul A'la, dari Ibnu Wahb, dari Lais, dari Aqil, dari Ibnu Syihab. Disebutkan bahwa Ibnu Abbas pernah menceritakan hal yang semisal.
Ibnu Abu Hatim Mengatakan
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abdullah ibnul Hakam, telah menceritakan kepada kami Abu Zar'ah dan Hibatullah ibnu Rasyid, telah menceritakan kepada kami Aqil ibnu Khalid; Ibnu Syihab pernah menceritakan kepadanya, dari Ibnu Abbas, bahwa Isa putra Maryam AS pernah diminta oleh kaumnya yang mengatakan kepadanya, "Doakanlah kepada Allah agar Dia menurunkan kepada kami suatu hidangan dari langit." Maka turunlah para malaikat membawa hidangan itu yang padanya terdapat tujuh ekor ikan dan tujuh buah roti, lalu hidangan itu diletakkan di hadapan mereka. Maka sampai orang-orang yang terakhir dari mereka hanya makan sebagiannya, sebagaimana orang-orang yang pertama dari mereka hanya memakan sebagiannya saja.
Ibnu Abu Hatim Mengatakan
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Quza'ah Al-Bahili, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Habib, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abu Arubah, dari Qatadah, dari Jallas, dari Ammar ibnu Yasir, dari Nabi SAW yang telah bersabda: Hidangan itu diturunkan dari langit, padanya terdapat roti dan daging. Dan mereka diperintahkan jangan berkhianat dan jangan menyimpannya untuk besok harinya. Tetapi mereka berkhianat, menyimpannya dan menyembunyikannya, akhirnya mereka dikutuk menjadi kera-kera dan babi-babi.
Hal Yang Sama Telah Diriwayatkan
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Al-Hasan ibnu Quza'ah.
Kemudian Ibnu Jarir Meriwayatkannya
Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya dari Ibnu Basysyar, dari Ibnu Abu Addi. dari Sa'id, dari Qatadah, dari Jallas, dari Ammar yang telah menceritakan bahwa hidangan itu diturunkan, dan padanya terdapat buah-buahan dari surga. Lalu mereka diperintahkan agar jangan khianat, jangan menyembunyikan, dan jangan menyimpannya. Tetapi mereka menyembunyikan dan menyimpannya, akhirnya Allah mengutuk mereka menjadi kera dan babi.
Ibnu Jarir Mengatakan
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la, telah menceritakan kepada kami Daud, dari Sammak ibnu Harb, dari seorang lelaki Bani Ajal yang menceritakan bahwa ia pernah salat di sebelah Ammar ibnu Yasir. Setelah Ammar ibnu Yasir selesai dari salatnya, lalu mengatakan, "Tahukah kamu kisah hidangan yang diturunkan kepada kaum Bani Israil?" Ia menjawab, "Tidak." Maka Ammar berkata, "Mereka meminta kepada Isa ibnu Maryam suatu hidangan yang berisikan makanan yang tidak pernah habis mereka makan."
Ammar Melanjutkan Kisahnya
Ammar melanjutkan kisahnya, "Lalu dikatakan kepada mereka, 'Hidangan itu akan terwujud bagi kalian selagi kalian tidak menyembunyikannya atau berkhianat atau menyimpannya untuk keesokan harinya. Dan jika kalian melakukannya, maka sesungguhnya Aku akan mengazab kalian dengan suatu azab yang belum pernah Kutimpakan kepada seorang pun di antara manusia'. Ammar ibnu Yasir melanjutkan, "Sehari berlalu mereka telah menyembunyikan, menolak, dan khianat, dan lalu mereka disiksa dengan siksaan yang belum pernah Allah timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia. Dan sesungguhnya kalian, hai orang-orang Arab, kalian pada mulanya adalah kaum yang mengikuti ekor unta dan kambing (yakni kaum Badui), lalu Allah mengutus kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri yang kalian ketahui kedudukan dan keturunannya. Dan aku akan memberitahukan kepada kalian bahwa kalian kelak akan beroleh kemenangan atas kaum Ajam. Dan Rasul telah melarang kalian menimbun emas dan perak. Demi Allah, tiada suatu malam dan suatu siang pun melainkan kalian kelak akan menimbun keduanya dan Allah akan mengazab kalian dengan azab yang sangat pedih."
Dan Telah Menceritakan
Dan telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Husain, telah menceritakan kepadaku Hajjaj, dari Abu Ma'syar, dari Ishaq ibnu Abdullah, bahwa hidangan yang diturunkan kepada Nabi Isa ibnu Maryam terdiri atas tujuh buah roti dan tujuh ekor ikan, mereka boleh memakannya sekehendak mereka. Kemudian sebagian dari mereka ada yang mencuri sebagian dari makanan itu seraya mengatakan, "Barangkali hidangan ini tidak akan turun besok." Akhirnya hidangan itu diangkat kembali.
Al-Aufi Telah Meriwayatkan
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa diturunkan kepada Isa putra Maryam dan kaum Hawariyyin sebuah piring besar yang berisikan roti dan ikan, mereka dapat memakannya di mana pun mereka berada apabila mereka menyukainya.
Khasif Telah Meriwayatkan
Khasif telah meriwayatkan dari Ikrimah dan Miqsam, dari Ibnu Abbas, bahwa hidangan itu berisi ikan dan beberapa potong roti.
Mujahid Mengatakan
Mujahid mengatakan bahwa hidangan itu berupa makanan yang diturunkan kepada mereka (Bani Israil) di mana pun mereka berada.
Abu Abdur Rahman As-Sulami Mengatakan
Abu Abdur Rahman As-Sulami mengatakan, hidangan itu diturunkan berupa roti dan ikan.
Atiyyah Al-Aufi Mengatakan
Atiyyah Al-Aufi mengatakan bahwa hidangan itu berupa ikan yang mengandung rasa semua jenis makanan.
Wahb Ibnu Munabbih Mengatakan
Wahb ibnu Munabbih mengatakan, Allah menurunkan hidangan itu dari langit kepada kaum Bani Israil, dan diturunkan kepada mereka setiap harinya yang isinya terdiri atas buah-buahan surgawi, maka mereka dapat memakan semua jenis buah-buahan yang mereka kehendaki. Dan tersebutlah bahwa hidangan itu dimakan oleh empat ribu orang; apabila mereka telah makan, maka Allah menurunkan hidangan lagi sebagai gantinya untuk sejumlah orang yang sama bilangannya dengan mereka. Mereka tinggal dalam keadaan demikian dalam masa yang dikehendaki oleh Allah SWT
Wahb Ibnu Munabbih Mengatakan
Wahb ibnu Munabbih mengatakan bahwa diturunkan kepada mereka sepotong roti terbuat dari jewawut dan beberapa ekor ikan, kemudian Allah melipatgandakan keberkahan makanan itu. Maka sejumlah kaum datang memakannya, lalu keluar, kemudian datang sejumlah kaum lainnya, lalu memakannya dan setelah itu mereka pergi, hingga semuanya makan dan hidangan itu masih lebih.
Al-A'masy Telah Meriwayatkan
Al-A'masy telah meriwayatkan dari Muslim, dari Sa'id ibnu Jubair, bahwa dalam hidangan itu terdapat segala jenis makanan, kecuali daging.
Sufyan As-Sauri Telah Meriwayatkan
Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Ata ibnus Saib, dari Zazan, dari Maisarah, sedangkan Jarir meriwayatkannya dari Ata, dari Maisarah, bahwa hidangan yang diturunkan kepada kaum Bani Israil itu penuh dengan berbagai jenis makanan, kecuali daging.
Dari Ikrimah
Dari Ikrimah, disebutkan bahwa roti hidangan itu terbuat dari beras, menurut riwayat Ibnu Abu Hatim.
Ibnu Abu Hatim Mengatakan
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Ali melalui surat yang ditujukan kepada kami, bahwa telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abu Uwais, telah menceritakan kepadaku Abu Abdullah (yaitu Abdul Quddus ibnu Ibrahim ibnu Abu Ubaidillah ibnu Mirdas Al-Abdari maula Bani Abdud Dar), dari Ibrahim ibnu Umar, dari Wahb ibnu Munabbih, dari Abu Usman An-Nahdi, dari Salmanul Khair. Disebutkan bahwa Salman pernah menceritakan, "Ketika kaum Hawariyyin meminta hidangan kepada Isa ibnu Maryam, maka Isa ibnu Maryam sangat tidak menyukai permintaan itu. Ia berkata, 'Terimalah dengan lapang dada apa yang direzekikan oleh Allah kepada kalian di bumi ini, dan janganlah kalian meminta hidangan dari langit. Karena sesungguhnya jika hidangan itu diturunkan kepada kalian, maka ia akan menjadi tanda mukjizat dari Tuhan kalian. Dan sesungguhnya telah binasa kaum Samud ketika mereka meminta kepada nabinya suatu tanda mukjizat, lalu mereka diuji dengan mukjizat itu, hingga pada akhirnya menjadi penyebab bagi kebinasaan mereka'." Akan tetapi, mereka tetap bersikeras meminta hidangan itu. Karena itu, disebutkan oleh firman-Nya: {#Mereka berkata, "Kami ingin memakan hidangan itu, dan supaya tenteram hati kami."#} (Al-Maidah, [5:113]), hingga akhir ayat. Ketika Nabi Isa melihat mereka tetap bersikeras meminta agar ia berdoa untuk memohon hidangan itu bagi mereka, maka ia bangkit dan melucutkan jubah wolnya, lalu ia memakai jubah dari kain bulu yang kasar dan kain 'aba-ah dari bulu yang kasar. Kemudian Isa melakukan wudu dan mandi, lalu masuk ke dalam tempat salatnya, dan melakukan salat selama yang dikehendaki oleh Allah. Sesudah melakukan salat, Isa berdiri seraya menghadap ke arah kiblat dan menyejajarkan kedua telapak kakinya hingga sejajar dengan menempelkan bagian belakang kedua telapak
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.