Ayat 16-17
Allah SWT berfirman bahwa bukankah telah datang waktunya bagi orang-orang mukmin untuk hati mereka tunduk mengingat Allah? Lunak di saat mengingat Allah, mendengar nasihat dan mendengar bacaan Al-Qur'an, lalu hati mereka memahaminya, tunduk patuh dan mendengarkannya.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, dia berkata, bahwa tidak ada tenggang waktu antara keislaman kami dan teguran Allah dengan firmanNya: (Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah) selain dari empat tahun
Firman Allah SWT
(Firman Allah SWT: (dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras) Allah SWT melarang orang-orang mukmin menyerupai orang-orang yang telah diberikan kepada mereka Al-Kitab sebelumnya, dari kalangan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Setelah berlalu cukup panjang atas mereka, mereka mengganti kitab Allah yang ada pada mereka dan menukarnya dengan harga yang murah, dan meninggalkannya. Mereka menggantinya dengan pendapat yang berbeda-beda dan ucapan yang dibuat-buat. Mereka mengikuti pendapat orang banyak dalam agama Allah, dan mereka menjadikan pendeta-pendeta dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Maka pada saat itulah hati mereka menjadi keras dan tidak mau menerima pelajaran serta tidak mau lunak dengan janji dan tidak pula ancaman.)
Makna Ayat
(kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik) yaitu dalam perbuatan mereka, hati mereka telah rusak, dan amal mereka bathil. Sebagaimana Allah SWT berfirman: ((Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya) (Surah Al-Maidah: 13) yaitu hati mereka rusak dan keras membatu, dan sudah menjadi watak mereka suka mengubah perkataan Allah dari tempat-tempatnya, dan meninggalkan amal-amal yang mereka diperintahkan untuk mengerjakannya, dan mereka lebih senang melakukan hal-hal yang mereka dilarang melakukannya.
Pelajaran dari Ayat
Oleh karena itu Allah melarang orang-orang mukmin menyerupai apa pun dari urusan mereka, baik yang pokok maupun yang cabang.
Firman Allah SWT
(Firman Allah SWT: (Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya (17)) Di dalamnya terdapat makna bahwa Allah SWT bisa melunakkan hati yang keras dan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang bingung dari kesesatannya, dan dapat melenyapkan semua kesulitannya. Sebagaimana Dia dapat menghidupkan bumi setelah matinya yang kering dan tandus, dengan hujan yang deras. Maka demikian juga Dia memberi petunjuk kepada hati-hati yang keras melalui bukti-bukti dan dalil-dalil Al-Qur'an; serta memasukkan ke dalamnya cahaya, padahal sebelumnya tertutup rapat tidak dapat ditembus.)
Makna dari Ayat
Maha suci Tuhan yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki setelah tersesat, dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki, padahal sebelumnya telah beriman. Dzat yang Maha Berbuat terhadap apa yang Dia kehendaki, Dia Maha Bijaksana dan Maha Adil dalam semua perbuatanNya, lagi Maha Lembut, Maha Mengetahui, Maha Besar, dan Maha Tinggi.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.