Ayat 18-19
Allah SWT menyebutkan pahala yang akan Dia berikan kepada orang-orang laki-laki dan perempuan yang menyedekahkan sebagian harta mereka kepada orang-orang yang membutuhkan, orang-orang fakir dan miskin (dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik) yaitu mereka menyerahkannya dengan niat yang ikhlas karena mengharapkan ridha Allah, dan tidak menginginkan balasan dari orang-orang yang mereka beri dan tidak pula ungkapan terima kasih. Oleh karena itu Allah berfirman: (niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya)) yaitu Allah menerima setiap kebaikan dari mereka dengan sepuluh kali lipat kebaikannya, dan diberi tambahan sampai tujuh ratus kali lipatnya, bahkan lebih dari itu (dan bagi mereka pahala yang banyak) yaitu pahala yang berlimpah, baik, tempat kembali yang baik, dan tempat tinggal yang mulia.
Firman Allah SWT: (Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati) Ini merupakan kelengkapan dari kalimat yang menjelaskan orang-orang yang beriman kepada Allah bahwa mereka adalah orang-orang yang membenarkan.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud tentang firmanNya: (mereka itu orang-orang tulus hati dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka) dia berkata bahwa mereka terdiri atas tiga golongan, yaitu orang-orang yang suka bersedekah, orang-orang yang membenarkan, dan para syuhada. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh) (Surah An-Nisa’: 69) Maka perbedaan antara orang-orang yang membenarkan dan orang-orang yang mati syahid itu menunjukkan bahwa keduanya merupakan dua golongan, dan tidak diragukan lagi bahwa “Ash-shiddiq” lebih tinggi kedudukannya daripada “Asy-syahid”, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Malik bin Anas dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW bersabda:”Sesungguhnya penghuni surga benar-benar memandangi para penghuni gedung yang ada di atas mereka sebagaimana kalian memandangi bintang yang gemerlapan di ufuk timur atau ufuk barat, karena adanya perbedaan keutamaan di antara mereka” Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, itu kedudukan para nabi yang tidak dapat dicapai selain mereka" Rasululah SAW menjawab: “Benar, dan demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggamanNya, dan juga orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul”
Firman Allah SWT: (dan orang-orang yang menjadi saksi di sisi Tuhan mereka) yaitu dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim:”Sesungguhnya ruh para syuhada berada di dalam perut burung hijau yang terbang bebas dalam surga sesuai kehendaknya, kemudian hinggap pada lentera-lentera itu. Maka Tuhanmu menjenguk mereka, lalu berfirman, “Apa yang kalian mau?” Mereka menjawab, "Kami menginginkan agar Engkau mengembalikan kami ke dunia, maka kami akan berperang lagi di jalanMu sampai Engkau mematikan kami sebagaimana kami telah mati pertama kali” Allah berfirman,"Sesungguhnya Aku telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat kembali lagi ke dunia”
Firman Allah SWT: (Bagi mereka pahala dan cahaya mereka) yaitu bagi mereka di sisi Allah ada pahala melimpah dan cahaya agung yang menerangi bagian depan mereka, dan mereka dalam hal ini berbeda-beda tingkatannya sesuai dengan amal perbuatan yang mereka lakukan di dunia
Firman Allah SWT: (Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka) Setelah menyebutkan orang-orang yang berbahagia dan tempat kembali mereka, lalu menghubungkannya dengan menyebutkan nasib dan keadaan orang-orang yang celaka
Perbedaan Antara Orang-orang yang Beriman dan Orang-orang yang Kafir
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah orang-orang yang tulus hati, sedangkan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah adalah penghuni-penghuni neraka.
Kedudukan Orang-orang yang Beriman
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para rasul akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu nabi-nabi, para siddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.
Kedudukan Orang-orang yang Mati Syahid
Orang-orang yang mati syahid adalah orang-orang yang telah mati dengan syahid, yaitu mereka telah mati dalam perjuangan untuk mempertahankan agama dan kebenaran.
Kedudukan Orang-orang yang Berbahagia
Orang-orang yang berbahagia adalah orang-orang yang telah mencapai kebahagiaan di akhirat, yaitu mereka telah mencapai surga dan kebahagiaan yang abadi.
Kedudukan Orang-orang yang Celaka
Orang-orang yang celaka adalah orang-orang yang telah mencapai kecelakaan di akhirat, yaitu mereka telah mencapai neraka dan kecelakaan yang abadi.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.