Makna Ayat
Firman Allah SWT:
{فَاٰمَنَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ}
{#lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir.#} (Ash-Shaff, [61:14])
Yaitu setelah Isa putra Maryam AS menyampaikan risalah Tuhannya kepada kaumnya, dan ia mendapat dukungan dari orang-orang yang mendukungnya, yaitu dari kalangan kaum Hawariyyin; maka segolongan dari Bani Israil ada yang mendapat hidayah dari apa yang disampaikannya kepada mereka. Dan segolongan yang lainnya sesat, lalu menyimpang dari apa yang disampaikannya kepada mereka, bahkan mereka mengingkari kenabiannya dan menuduh dia dan ibunya dengan tuduhan-tuduhan yang tidak senonoh. Mereka adalah orang-orang Yahudi, semoga laknat Allah terus-menerus ditimpakan kepada mereka sampai hari kiamat. Ada pula segolongan dari para pengikutnya yang berpendapat ekstrem hingga mereka meninggikannya lebih dari apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, yaitu kenabian; dan mereka menjadi berpecah belah terdiri dari berbagai macam aliran dan sekte. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Isa adalah anak Allah, ada yang mengatakan bahwa dia adalah salah satu dari yang tiga, yaitu tuhan ayah, tuhan anak, dan Ruhul Qudus. Ada pula yang mengatakan bahwa Isa itu tuhan. Rincian mengenai hal ini telah diterangkan di dalam tafsir surat An-Nisa.
Pelajaran dari Ayat
Firman Allah SWT:
{فَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ}
{#maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka.#} (Ash-Shaff, [61:14])
Yakni Kami berikan pertolongan kepada mereka dalam menghadapi orang-orang yang memusuhi mereka dari kalangan sekte-sekte Nasrani.
{فَاَصْبَحُوْا ظَاهِرِيْنَ}
{#lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.#} (Ash-Shaff, [61:14]) atas musuh-musuh mereka, yang demikian itu terealisasikan bagi mereka setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Abu Ja'far ibnu Jarir rahimahullah.
Dia mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abus Sa-ib, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy, dari Al-Minhal ibnu Amr, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas RA yang mengatakan bahwa ketika Allah SWT hendak mengangkat Isa ke langit, terlebih dahulu Isa menemui sahabat-sahabatnya yang semuanya berada di dalam rumah yang sama; jumlah mereka ada dua belas orang. Saat itu Nabi Isa baru keluar dari mata air yang ada di dalam rumah itu, sedangkan dari rambut kepalanya masih menetes air bekas mandinya. Maka Isa berkata, Sesungguhnya di antara kalian akan ada orang yang kafir kepadaku sebanyak dua belas kali sesudah ia beriman kepadaku. Selanjutnya Isa AS bertanya, Siapakah yang rela mau menjadi orang yang mirip denganku, lalu ia akan dibunuh sebagai penggantiku, maka kelak dia akan mendapatkan derajat pahala yang sama denganku? Lalu berdirilah seorang pemuda yang paling muda usianya di antara mereka, Aku bersedia. Tetapi Nabi Isa menjawab, Duduklah kamu! Kemudian Isa AS mengulangi perkataannya kepada mereka. Maka pemuda itu bangkit lagi dan berkata, Aku bersedia. Tetapi Isa AS berkata, Duduklah kamu! Kemudian Isa AS mengulangi perkataannya kepada mereka, dan ternyata pemuda itu berdiri kembali dan berkata, Aku bersedia. Akhirnya Isa AS berkata, Baiklah, engkaulah orangnya. Maka dijadikanlah dia mirip dengan Isa, sedangkan Isa AS sesudah itu diangkat ke langit dari atap rumah itu (sebuah lubang yang ada di atas rumah itu). Kemudian datanglah orang-orang Yahudi yang mengejarnya, lalu. mereka menangkap orang yang serupa Isa itu dan membunuhnya serta menyalibnya. Sebagian dari mereka kafir kepada Isa sebanyak dua belas kali sesudah mereka beriman kepadanya.
Pada akhirnya mereka berpecah belah menjadi tiga golongan; suatu golongan mengatakan, Tadi tuhan bersama kita selama masa yang dikehendaki-Nya, kemudian ia naik ke langit, mereka adalah golongan Ya'qubiyah. Golongan yang lain mengatakan, Tadi anak Allah ada bersama kita selama masa yang dikehendaki-Nya, kemudian Dia mengangkatnya ke sisi-Nya, mereka adalah golongan Nasturiyah. Dan golongan yang terakhir mengatakan, Tadi hamba Allah dan Rasul-Nya ada bersama kita selama masa yang dikehendaki Allah, kemudian Allah mengangkatnya ke sisi-Nya, mereka adalah orang-orang yang Islam. Maka kedua golongan yang kafir itu memerangi golongan yang muslim dan membunuhi mereka, dan Islam sejak saat itu tidak disebut-sebut lagi hingga Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan (yang lain) kafir. (Ash-Shaff, [61:14]) Yakni segolongan dari kaum Bani Israil di masa Isa ada yang kafir, dan segolongan yang lainnya ada yang beriman. maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang. (Ash-Shaff, [61:14]) Yaitu dengan kemenangan Nabi Muhammad SAW dan agamanya atas agama orang-orang kafir.
Demikianlah bunyi teks riwayat ini di dalam kitab tafsirnya (Ibnu Jarir) dalam tafsir ayat yang mulia ini. Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Nasai dalam tafsir ayat ini di dalam kitab sunannya, dari Abu Kuraib, dari Muhammad ibnul Ala, dari Abu Muawiyah dengan lafaz yang sama.
Maka umat Nabi Muhammad SAW masih tetap membela perkara yang hak hingga datanglah perintah Allah, sedangkan mereka dalam keadaan demikian, dan hingga orang-orang yang terakhir dari mereka memerangi Dajjal bersama-sama dengan Al-Masih Isa putra Maryam AS, sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis-hadis sahih. Hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.