Makna Ayat
Dalam ayat ini, Allah Ta'ala mengingatkan nabi-Nya agar tidak mengikuti kebanyakan manusia, karena yang mereka ikuti hanyalah persangkaan belaka.
Hal itu, karena agama mereka telah menyimpang, sebagaimana amal dan ilmu mereka pun telah menyimpang. Ayat ini menunjukkan bahwa banyaknya orang yang melakukan sesuatu bukanlah menjadi tolok ukur terhadap suatu kebenaran, dan menunjukkan bahwa sedikitnya orang yang menempuh tidaklah menunjukkan tidak berada di atas kebenaran, oleh karenanya para pengikut kebenaran adalah orang yang paling sedikit jumlahnya, namun paling tinggi kedudukan dan pahalanya di sisi Allah.
Contoh Kebenaran yang Ditolak
Seperti dalam perdebatan mereka denganmu tentang masalah bangkai, mereka berkata untuk menghalalkan bangkai, “Apa yang Allah matikan (bangkai) lebih berhak kamu makan daripada yang kamu matikan.”
Seperti menghalalkan memakan apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkan Allah, menyatakan bahwa Allah mempunyai anak, dsb.