Surat Al-An'am ayat 125: Ayat ini menerangkan tanda orang yang mendapat hidayah dan tanda orang yang tersesat.
Disesatkan Allah karena sikapnya; berupa keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah.
fa may yuridillāhu ay yahdiyahū yasyraḥ ṣadrahū lil-islām, wa may yurid ay yuḍillahū yaj‘al ṣadrahū ḍayyiqan ḥarajan ka'annamā yaṣṣa‘‘adu fis-samā', każālika yaj‘alullāhur-rijsa ‘alallażīna lā yu'minūn
Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
Disesatkan Allah karena sikapnya; berupa keingkarannya dan tidak mau memahami petunjuk-petunjuk Allah.
{ فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ } "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman".
Sebagaimana Allah menjadikan dada orang-orang kafir dalam keadaan yang buruk seperti itu, maka demikianlah Allah akan menimpakan azab yang sangat berat bagi orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.
Kalau mereka telah sesat dan kalian telah mendapatkan petunjuk, itu memang karena kehendak dan takdir Allah. Maka, orang yang telah ditentukan akan mendapat petunjuk, dadanya akan lapang untuk menerima cahaya Islam.
Sedangkan orang yang telah ditentukan akan sesat, dadanya akan sangat sempit, karena sempitnya, ia bak orang yang menanjak ke tempat sangat jauh tinggi bagaikan langit. Nafasnya terus menaik, sedangkan ia tidak bisa apa-apa.
Dengan cara demikian, Allah menetapkan kerusakan dan kehinaan terhadap orang-orang yang tidak memiliki keimanan.
Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah untuk diabaikan dan tidak dibimbing ke jalan yang benar maka disempitkan dadanya sehingga tidak bisa menerima kebenaran.
Keadaannya seperti orang yang naik ke langit yang tinggi hingga susah bernafas. Dan sebagaimana Allah memberikan kondisi yang sangat sempit itu kepada orang yang tersesat, Dia juga memberikan azab yang berat kepada orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk menerima kebenaran, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk memerima ketauhidan dan keimanan. Dan barangsiapa yang Allah kehendaki kesesatannya, niscaya Dia akan menjadikan dadanya terasa sempit untuk menerima hidayah, seperti orang yang naik ke lapisan udara yang tinggi sehingga dadanya sesak dan sulit bernapas. Sebagaimana Allah menjadikan dada orang-orang kafir sempit dan tertekan. Dia menjadikan siksa bagi orang-orang yang tidak beriman kepada-Nya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
125 Barangsiapa yang Allah kehendaki akan diberi petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam, menyinari hatinya sehingga dia menerima Islam.
Adapun barangsiapa yang dikehendaki Allah dalam kesesatan, niscaya Allah akan menjadikan dadanya sesak dan sangat sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit namun tidak bisa, dan tidak bisa memasukkan iman ke dalam hatinya.
Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman sebab pembangkangan mereka dalam kekufuran.
Allah menjelaskan kepada hamba-hambaNya tanda-tanda kebahagiaan, hidayah, kesengsaraan, dan kesesatan seorang hamba, "Sesungguhnya orang yang dadanya terbuka untuk Islam dan disinari cahaya iman, ia hidup dengan sinar yakin, maka jiwanya tenteram, mencintai kebaikan, melakukannya dengan jiwa yang rela, merasakan kenikmatan tanpa merasa berat; ini adalah tanda bahwa Allah telah memberinya petunjuk, menganugerahkan taufik kepadanya sehingga dia mampu meniti jalan lurus.
Dan bahwa tanda orang yang Allah ingin أَنْ يُضِلَّهُ "menyesatkannya" adalah, يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا "Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit." Maksudnya, dadanya sangat sempit dari iman, ilmu dan yakin. Hatinya telah terbenam di dalam syubhat dan syahwat sehingga tidak ada kebaikan yang masuk ke dalamnya, dan hatinya tidak lapang dalam melakukan kebaikan, saking sempit dan sesaknya, seolah-olah حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ "ia sedang mendaki ke langit." Maksudnya, seolah-olah dia dipaksa naik ke langit di mana dia tidak mempunyai cara untuk menghindarinya.
Penyebabnya adalah ketidakimanan mereka. Ketidakimanan merekalah yang menyebabkan Allah menimpakan siksa kepada mereka, karena mereka sendirilah yang menutup pintu rahmat dan kebaikan dari diri mereka. Ini adalah parameter yang adil dan jalan yang tidak berubah.
Barangsiapa yang memberi, bertakwa dan membenarkan kebaikan, maka Allah memudahkannya kepada kebaikan. Dan barangsiapa yang kikir, merasa kaya dan mendustakan kebaikan, maka Allah akan memudahkannya kepada kesulitan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Maka siapa saja yang Allah kehendaki untuk mendapat hidayah, Dia akan menuntunnya kepada kebenaran, Dia akan melapangkan meluaskan dan melapangkan dadanya untuk menerima Islam.
Siapa saja yang Dia kehendaki tersesat, menyesatkannya, Dia akan menjadikan dadanya sempit lagi sesak, sesak, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit, terbebani oleh sesuatu yang dipikul berupa menaiki langit.
Begitulah Allah menimpakan siksa azab kepada orang-orang yang tidak beriman.
Firman Allah SWT:
{فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ}
{#Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.#} (Al-An'am, [6:125])
Yaitu memudahkan jalan baginya untuk memeluk Islam, memberinya semangat, serta melancarkannya untuk memeluknya; hal ini merupakan alamat kebaikan bagi orang yang bersangkutan. Perihalnya sama dengan makna yang terkandung di dalam ayat lain, yaitu firman-Nya:
{اَفَمَنْ شَرَحَ اللّٰهُ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ فَهُوَ عَلٰى نُوْرٍ مِّنْ رَّبِّهٖ}
{#Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya.#} (Az-Zumar, [39:22]), hingga akhir ayat.
{وَلٰكِنَّ اللّٰهَ حَبَّبَ اِلَيْكُمُ الْاِيْمَانَ وَزَيَّنَهٗ فِيْ قُلُوْبِكُمْ وَكَرَّهَ اِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوْقَ وَالْعِصْيَانَ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الرَّاشِدُوْنَ}
{#tetapi Allah menjadikan kalian cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hati kalian serta menjadikan kalian benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.#} (Al-Hujurat, [49:7])
Ibnu Abbas RA sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam#}. (Al-An'am, [6:125]) mengatakan bahwa Allah melapangkan dadanya kepada ajaran tauhid dan iman kepada-Nya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Abu Malik dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang. Makna ini sudah jelas.
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami As-Sauri, dari Amr ibnu Qais, dari Amr ibnu Murrah, dari Abu Ja'far yang mengatakan bahwa Nabi SAW pernah ditanya, "Orang beriman manakah yang paling cerdas akalnya?" Nabi SAW menjawab:
{اَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ وَاَكْثَرُهُمْ لِمَا بَعدَهٗ اِسْتِعْدَادًا}
{#"Orang yang paling banyak mengingat mati di antara mereka dan yang paling banyak membekali dirinya untuk kehidupan sesudah mati."#}
(Masih dalam hadis yang sama) Dan Nabi SAW pernah ditanya mengenai makna firman-Nya:
{فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِسْلَامِ}
{#Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.#} (Al-An'am, [6:125])
Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan melapangkan dadanya?" Rasulullah SAW bersabda:
{نُوْرٌ يُقْذَفُ فِيْهِ فَيَنْشَرِحُ لَهٗ وَيَنْفَسِحُ}
{#"Merupakan suatu nur yang dipancarkan ke dalam dadanya, sehingga dada orang yang bersangkutan menjadi lapang dan mau menerimanya."#}
Mereka bertanya, "Apakah hal tersebut ada tanda-tanda yang menjadi alamatnya?" Rasulullah SAW menjawab melalui sabdanya:
{الْاِنَابَةُ اِلٰى دَارِ الْخُلُوْدِ والتَّجَافِيْ عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَالْاِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ قَبْلَ لِقَاءِ الْمَوْتِ}
{#"Selalu ingat hari kembali ke alam kekekalan, menjauh keduniawian yang memperdaya, dan membekali diri untuk menghadapi kematian sebelum maut datang menjemputnya."#}
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hannad, telah menceritakan kepada kami Qubaisah, dari Sufyan (yakni As-Sauri), dari Amr ibnu Murrah, dari seorang lelaki yang dijuluki dengan panggilan Abu Ja'far tinggal di Madain, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai makna firman-Nya: {#Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.#} (Al-An'am, [6:125]) Kemudian disebutkan hadis yang semisal dengan hadis di atas.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris, dari Al-Hasan ibnu Furat Al-Qazzaz, dari Amr ibnu Murrah, dari Abu Ja'far yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW membacakan firman-Nya: {#Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.#} (Al-An'am, [6:125]) Lalu Rasulullah SAW bersabda:
{اِذَا دَخَلَ الْاِيْمَانُ الْقَلْبَ انْفَسَحَ لَهُ الْقَلْبُ وَانْشَرَحَ}
{#"Apabila iman telah masuk ke dalam kalbu, maka kalbu menjadi lapang dan senang menerimanya."#}
Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah hal tersebut ada tanda-tandanya?" Rasulullah SAW menjawab,
{نَعَمْ الْاِنَابَةُ اِلٰى دَارِ الْخُلُوْدِ وَالتَّجَافِيْ عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَالْاِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ قَبْلَ الْمَوْتِ}
{#"Ya, yaitu selalu ingat kepada hari kembali ke alam keabadian (akhirat), menjauhi keduniawian yang memperdaya, dan membekali diri untuk kematian sebelum maut datang kepadanya."#}
Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Siwar ibnu Abdullah Al-Anbari, telah menceritakan kepada kami Al-Mu'tamir ibnu Sulaiman, bahwa ia pernah mendengar ayahnya menceritakan hadis dari Abdullah ibnu Murrah, dari Abu Ja'far, kemudian disebutkan hadis yang semisal.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar, dari Amr ibnu Qais, dari Amr ibnu Murrah, dari Abdullah ibnu Miswar yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW membaca ayat berikut, yaitu firman-Nya: {#Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.#} (Al-An'am, [6:125]) Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan kelapangan ini?' Rasulullah SAW bersabda,
{نُوْرٌ يُقْذَفُ بِهٖ فِى الْقَلْبِ}
{#"Merupakan nur yang dimasukkan ke dalam kalbu orang yang bersangkutan."#}
Mereka bertanya, "Apakah hal tersebut mempunyai tanda untuk mengenalnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Ya." Mereka bertanya, "Apakah tanda-tanda itu?" Rasulullah SAW bersabda:
{الْاِنَابَةُ اِلٰى دَارِ الْخُلُوْدِ وَالتَّجَافِيْ عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَالْاِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ قَبْلَ الْمَوْتِ}
{#"Selalu ingat akan hari kembali ke alam kekekalan (hari akhirat), menjauhi perkara duniawi yang memperdayakan, dan bersiap-siap untuk mati sebelum maut datang."#}
Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepadaku Hilal ibnul Ala, telah menceritakan kepada kami Sa'id ibnu Abdul Malik ibnu Waqid, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Muslim, dari Abu Abdur Rahman, dari Zaid ibnu Abu Anisah, dari Amr ibnu Murrah, dari Abu Ubaidah ibnu Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِذَا دَخَلَ النُّوْرُ الْقَلْبَ انْفَسَحَ وَانْشَرَحَ}
{#"Apabila nur masuk ke dalam kalbu, maka dada terasa lapang dan lega."#}
Mereka bertanya, "Apakah hal tersebut ada tanda pengenalnya?" Rasulullah SAW menjawab:
{الْاِنَابَةُ اِلٰى دَارِ الْخُلُوْدِ وَالتَّنَحِّيْ عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَالْاِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ قَبْلَ لِقَاءِ الْمَوْتِ}
{#"Mengingat akan hari kembali ke alam kekekalan (hari akhirat), menghindari keduniawian yang memperdayakan, dan bersiap-siap untuk mati (berbekal untuk mati) sebelum maut datang menjemput."#}
Ibnu Jarir meriwayatkan melalui jalur lain dari Ibnu Mas'ud secara muttasil dan marfu. Untuk itu ia mengatakan, telah menceritakan kepadaku Ibnu Sinan Al-Fazzaz, telah menceritakan kepada kami Mahbub ibnul Hasan Al-Hasyim dari Yunus, dari Abdur Rahman ibnu Ubaidillah ibnu Atabah, dari Abdullah ibnu Mas'ud dari Rasulullah SAW sehubungan dengan firman-Nya: {#Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam.#} (Al-An'am, [6:125]) Mereka (para sahabat) bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah proses pelapangan dadanya?" Rasulullah SAW bersabda:
{يَدْخُلُ فِيْهِ نُّوْرُ فَيَنْفَسِحُ}
{#"Nur masuk ke dalam kalbunya, lalu kalbunya menjadi lapang."#}
Mereka bertanya, "Apakah hal tersebut ada tandanya, wahai Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab:
{التَّجَافِيْ عَنْ دَارِ الْغُرُوْرِ وَالْاِنَابَةُ اِلٰى دَارِ الْخُلُوْدِ وَالْاِسْتِعْدَادُ لِلْمَوْتِ قَبْلَ اَنْ يَنْزِلَ الْمَوْتُ}
{#"Menjauh dari keduniawian yang memperdayakan, dan selalu ingat akan hari kembali ke alam kekekalan (hari akhirat), serta bersiap-siap menghadapi kemaiian sebelum maut datang menjemputnya."#}
Demikianlah jalur-jalur hadis ini, sebagiannya ada yang mursal, sebagian lainnya muttasil, sebagian darinya memperkuat sebagian yang lain.
Firman Allah SWT:
{وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا}
{#Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit.#} (Al-An'am, [6:125])
Lafaz {#dhayyiqan#} ada yang membacanya {#dhayqan#} tanpa tasydid, yakni dengan huruf ya yang di-sukun-kan, tetapi kebanyakan ulama ahli qiraat membacanya {#dhayyiqan#}. Kedua qiraat ini sama halnya dengan lafaz hainin dan hayyin.
Sebagian ulama membaca {#harijan#} yang artinya berdosa, menurut apa yang dikatakan oleh As-Saddi. Menurut pendapat yang lain bermakna seperti pada qiraat lainnya, yaitu {#harajan#}, yang artinya tidak dapat menampung sesuatu pun dari hidayah dan tidak ada sesuatu pun bermanfaat dapat menembusnya, yaitu berupa iman. Maksudnya, iman tidak dapat menembus hatinya.
Umar ibnul Khattab RA pernah bertanya kepada seorang lelaki dari kalangan orang-orang Arab Badui dari Bani Mudlaj mengenai makna AL HARAJAH. Maka lelaki Badui itu menjawab bahwa HARAJAH ialah sejenis pohon yang terletak di antara pepohonan lainnya, tetapi sulit dicapai oleh ternak gembala, sulit pula dicapai oleh hewan liar. Dengan kata lain, tiada sesuatu pun yang dapat mencapainya. Demikian pula kalbu orang-orang munafik, tiada suatu kebaikan pun yang dapat mencapai (menembus)nya.
Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah menjadikan Islam sebagai hal yang sempit untuknya, padahal Islam luas. Seperti yang diungkapkan-Nya dalam firman-Nya:
{وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍ}
{#dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan.#} (Al-Hajj, [22:78])
Yakni Allah sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian agama Islam sebagai suatu kesempitan.
Mujahid dan As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dhayyiqan harajan#} Yaitu sakit.
Ata Al-Khurrasani mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dhayyiqan harajan#} maksudnya, tiada jalan masuk bagi kebaikan untuk menembusnya.
Ibnul Mubarak meriwayatkan dari Ibnu Juraij sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dhayyiqan harajan#}, yakni tidak dapat memuat kalimah 'Tidak ada Tuhan selain Allah'. Kaiimah ini tidak dapat masuk ke dalam kalbunya, seakan-akan bagaikan orang yang naik ke langit karena sulitnya hal itu baginya.
Sa'id ibnu Jubair mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit.#} (Al-An'am, [6:125]) Bahwa hidayah tidak menemukan jalan masuk ke dalam kalbunya, melainkan hanya kesulitan belaka yang dijumpainya.
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#seakan-akan ia sedang mendaki ke langit.#} (Al-An'am, [6:125]) karena dadanya terasa sempit.
Ata Al-Khurrasani mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#seolah-olah ia sedang mendaki ke langit.#} (Al-An'am, [6:125]) Bahwa perumpamaan orang tersebut sama dengan orang yang tidak mampu naik ke langit.
Al-Hakam ibnu
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah berfirman: (Barang siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam) yaitu memudahkan dan melancarkannya kepada hal itu, dan ini merupakan tanda kebaikan. Sebagaimana firman Allah SWT: (Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata (22)) (Surah Az-Zumar)
Dikatakan bahwa "Ar-Rijsu" adalah setan. Mujahid berkata bahwa makna, (Ar-Rijsu) adalah setiap hal yang tidak mengandung kebaikan sedikitpun. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata "Ar-Rijsu" adalah azab.
Firman Allah SWT: (Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit) Dibaca dengan difathah huruf dhadnya dan disukun huruf ya'nya, dan kebanyakan ulama membacanya (dhayyiqan) yaitu dengan ditasydid dan dikasrah huruf ya'nya keduanya seperti “hainun” dan “hayyinun”. Sebagian ulama membaca (harijan) dengan difathah huruf ha'nya dan dikasrah huruf ra'nya. Dikatakan bahwa maknanya adalah orang yang berdosa. Pendapat yang dikatakan As-Suddi.
Dikatakan bahwa pembacaan lainnya adalah (harajan) dengan difathah huruf ha' dan ra'nya, yaitu tidak dapat menampung hidayah dan tidak ada satupun hal yang bermanfaat dari keimana bisa masuk ke dalamnya. Yaitu menembus ke dalamnya.
Mujahid dan As-Suddi berkata terkait firmanNya: (sesak lagi sempit) yaitu keraguan.
‘Atha Al-Khurasani berkata terkait firmanNya: (sesak lagi sempit) yaitu tidak ada bagi kebaikan untuk masuk ke dalamnya.
Sa'id bin Jubair berkata terkait makna firmanNya: (niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit) dia berkata,”tidak di temukan jalan masuk ke dalamnya, melainkan hanya kesulitan.
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (seakan-akan ia sedang mendaki ke langit) yaitu karena kesempitan dadanya.
Imam Abu Ja'far bin Jarir berkata,”Ini merupakan perumpamaan yang dibuat Allah untuk hari orang kafir yang sangat sempit sehingga keimanan tidak bisa mencapainya. Dia berkata,”perumpamaan tentang penolakannya terhadap keimanan di dalam hatinya dan kesempitan hatinya sehingga sulit untuk dicapai itu seperti penolakan untuk naik ke langit dan kelemahannya untuk melakukan itu, karena hal itu di luar kemampuannya. Dia berkata tentang firmanNya: (Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman) Allah menjadikan dada orang yang Dia kehendaki untuk kesesatan itu sesak dan sempit, Demikian juga Dia membuat setan berkuasa atasnya dan orang-orang yang serupa dengannya yaitu orang-orang yang tidak mau beriman kepada Allah dan RasulNya. Lalu setan menyesatkan dan menghalanginya dari jalan Allah.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Ar-Rijsu” adalah setan.
Mujahid berkata bahwa makna, (Ar-Rijsu) adalah setiap hal yang tidak mengandung kebaikan sedikitpun. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata “Ar-Rijsu” adalah azab.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Siapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk niscaya Dia melapangkan dadanya untuk memeluk agama Islam) dengan cara menyinarkan nur hidayah ke dalam dadanya sehingga dengan sadar ia mau menerima Islam dan mau membuka dadanya lebar-lebar untuk menerimanya. Demikianlah sebagaimana yang telah disebutkan dalam suatu hadis.
(Dan siapa yang dikehendaki) Allah (kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak) dengan dibaca takhfif dan tasydid yakni merasa sempit untuk menerimanya (lagi sempit) terasa amat sempit; dengan dibaca kasrah huruf ra-nya menjadi sifat dan dibaca fathah sebagai mashdar yang diberi sifat dengan makna mubalaghah (seolah-olah ia sedang mendaki) menurut suatu qiraat dibaca yashsha`adu di dalam kedua bacaan tersebut berarti mengidgamkan ta asal ke dalam huruf shad. Menurut qiraat lainnya dengan dibaca sukun huruf shad-nya (ke langit) apabila iman dipaksakan kepadanya karena hal itu terasa berat sekali baginya.
(Begitulah) sebagaimana kejadian itu (Allah menimpakan siksa) yakni azab atau setan, dengan pengertian azab atau setan itu menguasainya (kepada orang-orang yang tidak beriman).
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Tugas para nabi adalah menyampaikan pesan-pesan Allah kepada masyarakat. Di antara masyarakat itu ada yang mendapatkan hidayah dan ada pula yang memilih kekufuran. Hidayah dan kekufuran adalah hak Allah sebagaimana juga risalah. Bedanya kalau hidayah itu harus diminta, sementara risalah adalah anugerah dan pemberian Allah semata kepada seseorang yang dipilih-Nya.
Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah atau petunjuk, Dia akan membukakan dadanya untuk menerima Islam, yaitu pintu hatinya terbuka untuk menerima Islam atau cahaya yang datang dari Allah yang dengannya seseorang bisa melihat kebenaran, kemudian mengikuti kebenaran itu dengan memeluk Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, dengan kesadarannya sendiri dia memilih kekafiran dan meninggalkan kebenaran, maka Dia jadikan dadanya sempit dan sesak sehingga tidak ada celah sedikit pun untuk masuknya kebenaran di hatinya, seakan-akan dia sedang mendaki ke langit.
Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. Namun demikian, Allah tidak akan menyiksa satu kaum kecuali setelah diperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kebenaran, tetapi mereka secara sadar enggan menerimanya.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Yakni meluaskan dadanya agar dadanya lapang dalam menerima Islam.
Abu Ja’far al-Mada’iny berkata: Rasulullah ditannya tentang ayat ini oleh para sahabat: Ya Rasulullah, bagaimana bisa dadanya menjadi lapang? Ia menjawab: “karena cahaya yang dimasukkan kedalam dadanya sehingga terasa luas dan lapang baginya”. Mereka berkata: “apakah hal itu ada tandanya sehigga bisa diketahui?”. Ia menjawab: “yakni dengan mendekatkan diri pada negeri yang kekal (akhirat), menjauhi negeri yang penuh tipu daya (dunia), dan menyiapkan kematian sebelum kedatangannya”. Hadist ini dikeluarkan oleh Abdurrazaq, Ibnu Jarir dan yang lainnya; ini adalah hadist yang dhaif karena termasuk hadist mursal, namun memiliki beberapa penguat.
وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا (Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak)
Tidak ada tempat bagi keimanan dan hidayah didalamnya.
حَرَجًا (lagi sempit) Al-Zajjaj berkata: makna (الحرج) adalah sesuatu yang sangat-sangat sempit. كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ ۚ (seolah-olah ia sedang mendaki langit) Yakni jika ia mencoba untuk beriman maka seakan-akan ia mencoba untuk naik ke langit. Tafsiran yang benar dari ayat ini adalah bahwa siapa yang naik ke langit maka ia akan merasakan kesempitan yang luar biasa di dadanya dan serasa tercekik karena kekurangan udara; perumpamaan ini merupakan salah satu mukjizat al-Qur’an, dan makna ayat ini belum tersingkap sesuai kebenaran kecuali pada akhir-akhir ini. Seperti ini pula keadaan orang yang diajak untuk memeluk agama Islam namun Allah telah mentakdirkannya dalam kesesatan maka ia akan meresakan kesempitan yang luar biasa.
كَذٰلِكَ يَجْعَلُ اللهُ الرِّجْسَ (Begitulah Allah menimpakan siksa) Makna (الرجس) yakni busuk. Pendapat lain mengatakan yakni azab.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.