Ayat 141-142
Allah SWT berfirman seraya menjelaskan bahwa Dia adalah Dzat yang menciptakan segala sesuatu berupa tanaman, buah-buahan, dan ternak yang diatur oleh orang-orang musyrik berdasarkan pendapat mereka yang rusak. Mereka membagi-baginya, lalu mereka menjadikan darinya yang haram dan yang halal. Lalu Allah SWT berfirman: (Dan Dialah yang menciptakan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung)
Makna Kata
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang (ma'rusyaat) adalah sesuatu yang didirikan manusia (ghairu ma’rusyat) adalah tanaman yang tumbuh di dataran dan gunung-gunung.
Makna Ayat
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan tunaikanlah haknya di hari memetik buahnya) yaitu zakat yang diwajibkan pada hari dilakukan penimbangan yang hasilnya diketahui.
Demikian juga yang dikatakan oleh Sa'id bin Al-Musayyib.
Azab Dunia
Allah SWT mencela orang-orang yang memanen dan tidak bersedekah, sebagaimana Allah menyebutkan tentang penghuni surga dalam surah Nun (Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akanmemetik (hasil)nya di pagi hari (17) dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin) (18) lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur (19) maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita (20)) yaitu seperti malam yang semakin kelam hitamnya karena terbakar (lalu mereka panggil memanggil di pagi hari (21) "Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya" (22) Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik (23) "Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu" (24) Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya) (25) Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: "Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan) (26) bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)" (27) Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?" (28) Mereka mengucapkan: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim" (29) Lalu sebagian mereka menghadapi sebagian yang lain seraya cela mencela (30) Mereka berkata: "Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas" (31) Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita (32) Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui (33)) (Surah Al-Qalam)
Makna Ayat
Firman Allah SWT: (dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan) Dikatakan, bahwa maknanya adalah janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memberi, sehingga kalian memberi melebihi sesuatu yang diketahui.
Dalam kitab shahih Imam Bukhari sebagai ta'liq, yaitu: “Makan, minum, dan berpakaianlah kalian dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula sombong” Hal ini merupakan penjelasan dari hal itu. Hanya Allah yang lebih mengetahui
Makna Ayat
Firman Allah SWT: (dan di antara binatang ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih) yaitu Allah menjadikan untuk kalian binatang ternak yang bisa dijadikan untuk pengangkut, dan bisa dijadikan hewan sembelihan. Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan “hamulah” adalah unta yang digunakan untuk mengangkut sesuatu, dan “Al-farsyu” adalah unta yang masih muda. Ibnu Abbas mengatakan bahwa “hamulah” adalah unta dewasa, dan “farsyun” adalah unta yang masih muda. Demikian juga yang dikatakan Mujahid.
Makna Ayat
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas terkait firmanNya: (dan di antara binatang ternak ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih) Adapun “hamulah” adalah unta, kuda, peranakan keledai, dan keledai serta hewan lainnya yang digunakan untuk mengangkut sesuatu. Adapun “farsyun” yaitu kambing. Pendapat ini dipilih oleh Ibnu Jarir. Dia berkata,”Aku mengira bahwa hewan ini dinamakan farsy jarak tubuhnya yang rendah dari tanah.
Makna Ayat
Firman Allah SWT: (Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepada kalian) yaitu buah-buahan, hasil tanaman, dan binatang ternak. Semua itu diciptakan dan dijadikan oleh Allah sebagai rezeki bagi kalian (dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan) yaitu jalan dan perintah setan, sebagaimana yang diikuti oleh orang-orang musyrik yang mengharamkan buah-buahan dan hasil tanaman yang dijadikan Allah sebagai rezeki untuk mereka yaitu berupa buah-buahandan hasil tanaman yang mereka buat-buat terhadap Allah (Sesungguhnya setan itu bagi kalian) yaitu wahai manusia, sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah (musuh yang nyata) yaitu jelas dan terang permusuhannya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka anggaplah ia musuh (kalian) karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (9)) (Surah Fathir)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.