Surat Al-An'am ayat 160
Surat Al-An'am ayat 160: Ini merupakan balasan paling sedikitnya, dan bisa menjadi banyak tergantung niatnya.
Ini merupakan bukti keadilan Allah dan ihsan-Nya, dan bahwa Dia tidak menzalimi meskipun seberat dzarrah pun.
man jā'a bil-ḥasanati fa lahū ‘asyru amṡālihā, wa man jā'a bis-sayyi'ati fa lā yujzā illā miṡlahā wa hum lā yuẓlamūn
Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).
Surat Al-An'am ayat 160: Ini merupakan balasan paling sedikitnya, dan bisa menjadi banyak tergantung niatnya.
Ini merupakan bukti keadilan Allah dan ihsan-Nya, dan bahwa Dia tidak menzalimi meskipun seberat dzarrah pun.
160.
bahwa orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amal kebaikan maka dia akan dibalas dengan kebaikan 10 kali lipat, sebagai bentuk karunia dari-Nya. Dan barangsiapa yang melakukan amal buruk maka dia akan dibalas dengan keburukan semisalnya, dan pahala mereka tidak akan dikurangi sedikitpun.
Barangsiapa melakukan perbuatan baik, akan memperoleh pahala sepuluh kali lipat, sebagai karunia dan pemberian Allah.
Barangsiapa melakukan perbuatan tidak baik hanya akan disiksa seberat dosanya, atas dasar keadilan Allah.
Kelak tidak akan ada kecurangan dengan mengurangi pahala atau menambah hukuman.
Sedangkan orang yang datang dengan membawa keburukan hanya akan dihukum berdasarkan besar atau kecilnya keburukan tersebut, tidak akan dilebihkan dari itu.
Dan pada hari Kiamat nanti mereka tidak akan dizalimi dengan cara dikurangi (pahala) kebajikannya maupun ditambah hukuman keburukannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Barangsiapa yang bertemu Allah pada hari Kiamat dengan membawa satu amal kebajikan maka dia akan mendapat pahala sepuluh kali lipat. Dan barangsiapa yang bertemu Rabb-nya dengan satu perbuatan dosa maka dia tidak akan disiksa, kecuali yang sepadan dengannya. Dan mereka tidak akan dizalimi walau sekecil biji sawi.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
160
Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya; dan kadang ditambah hingga tujuh ratus kali lipat. Dan terkadang juga diberi balasan tanpa perhitungan.
Dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, tanpa ada tambahan.
Pembuat amal saleh tidak dizalimi dengan pengurangan pahala, begitu juga para pembuat keburukan tidak dizalimi dengan tambahan siksa.
Kemudian Allah menyebutkan sifat balasan. Dia berfirman, مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ "Barangsiapa membawa amal yang baik," perkataan dan perbuatan, lahir dan batin yang berkait dengan hak Allah dan hak hamba-hambaNya, فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا "maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya." Ini adalah pelipatgandaan minimal.
وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا "Dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan yang seimbang dengan kejahatannya." Ini adalah keadilan dan kebaikan Allah yang sempurna dan bahwa Dia tidak berlaku zhalim sedikit pun.
Oleh karena itu dia berfirman, وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ "Sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan)."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Siapa saja yang berbuat kebaikan, dia akan mendapat balasan sepuluh kali lipatnya. Siapa saja yang berbuat keburukan, dia tidak akan diberi balasan melainkan yang seimbang dengannya. Mereka tidak dizalimi.
Ayat yang mulia ini merupakan rincian dari apa yang diglobalkan dalam ayat yang lain, yaitu firman-Nya:
{مَنْ جَاۤءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا}
{#Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik dari pada kebaikannya itu.#} (Al-Qashash, [28:84] dan An-Naml [27:89])
Banyak hadis yang menyebutkan hal yang serupa dengan makna ayat ini, antara lain ialah apa yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ibnu Hambal.
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Affan, telah menceritakan kepada kami Ja'far ibnu Sulaiman, telah menceritakan kepada kami Al-Ja'd Abu Usman, dari Abu Raja Al-Utaridi, dari Ibnu Abbas RA, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda dalam riwayat yang dikemukakannya dari Tuhannya, yaitu:
{اَنَّ رَبَّكُمْ عَزَّ وَجَلَّ رَحِيْمٌ مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهٗ حَسَنَةً فَاِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهٗ عَشْرًا اِلٰى سَبْعِمِائَةٍ اِلٰى اَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ وَمَنْ هُمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهٗ حَسَنَةً فَاِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهٗ وَاحِدَةً اَوْ يَمْحُوْهَا اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ وَلَا يَهْلَكُ عَلَى اللّٰهِ اِلَّا هَالَكٌ}
{#"Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Maha Penyayang. Barang siapa berniat melakukan suatu kebaikan, lalu ia tidak mengerjakannya, dicatatkan baginya pahala satu kebaikan; dan jika ia mengerjakannya, maka dicatatkan baginya sepuluh pahala kebaikan sampai tujuh ratus pahala kebaikan hingga lipat ganda yang sangat banyak Barang siapa berniat hendak mengerjakan suatu kejahatan, lalu ia tidak melakukannya, maka dicatatkan baginya pahala satu kebaikan. Jika ia melakukannya, maka dicatatkan baginya dosa satu kejahatan atau Allah menghapuskannya. Dan tidak ada seorang pun yang binasa karena Allah melainkan hanyalah orang yang (ditakdirkan) binasa."#}
Imam Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Al-Ja'd Abu Usman dengan lafaz yang sama.
Imam Ahmad mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Al-Ma'rur ibnu Suwaid, dari Abu Dzar RA yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{يَقُوْلُ اللّٰهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ عَمِلَ حَسَنَةً فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا وَاَزِيْدُ. وَمَنْ عَمِلَ سَيِّئَةً فَجَزَاؤُهَا مِثْلُهَا اَوْ اَغْفِرُ. وَمَنْ عَمِلَ قُرَابَ الْاَرْضِ خَطِيْئَةً ثُمَّ لَقِيَنِيْ لَا يُشْرِكُ بِيْ شَيْئًا جَعَلْتُ لَهٗ مِثْلَهَا مَغْفِرَةً وَمَنِ اقْتَرَبَ اِلَيَّ شِبْرًا اقْتَرَبْتُ اِلَيْهِ ذِرَاعًا وَمَنِ اقْتَرَبَ اِلَيَّ ذِرَاعًا اقْتَرَبْتُ اِلَيْهِ بَاعًا وَمَنْ اَتَانِيْ يَمْشِيْ اَتَيْتُهٗ هَرْوَلَة}
{#Allah SWT berfirman, "Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kebaikan yang semisal dengannya dan lebih dari itu. Dan barang siapa mengerjakan suatu kejahatan, maka balasannya adalah kejahatan yang semisal atau Aku ampuni (dia). Barang siapa yang mengerjakan sepenuh bumi berupa dosa, kemudian ia menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun, maka Aku jadikan baginya ampunan yang semisal dengan dosanya itu. Barang siapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu jengkal, niscaya Aku mendekat kepadanya satu hasta. Barang siapa mendekatkan dirinya kepada-Ku satu hasta, niscaya aku mendekatinya satu depa (rentangan tangan). Dan barang siapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan kaki, niscaya Aku datangi dia dengan berlari kecil.#}
Imam Muslim meriwayatkannya dari Abu Kuraib, dari Abu Mu'awiyah dengan lafaz yang sama, dan dari Abu Bakar ibnu Abu Syaibah, dari Waki', dari Al-A'masy dengan lafaz yang sama. Ibnu Majah meriwayatkannya dari Ali ibnu Muhammad At-Tanafisi, dari Waki' dengan lafaz yang sama.
Al-Hafiz Abu Ya'la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syaiban, telah menceritakan kepada kami Hammad. telah menceritakan kepada kami Sabit, dari Anas ibnu Malik RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهٗ حَسَنَةً فاِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهٗ عَشْرًا وَمِنْ هُمْ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ يُكْتَبْ عَلَيْهِ شَيْءٌ فَاِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ عَلَيْهِ سَيِّئَةً وَاحِدَةً}
{#"Barang siapa yang berniat mengerjakan suatu kebaikan, lalu tidak melakukannya, maka dicatatkan baginya pahala satu kebaikan: dan jika ia melakukannya, maka dicatatkan baginya sepuluh pahala kebaikan. Dan barang siapa berniat melakukan suatu kejahatan, lalu tidak mengerjakannya, maka tidak dicatatkan sesuatu pun atasnya. Dan jika ia mengerjakannya, maka dicatatkan baginya dosa satu kejahatan."#}
Perlu diketahui bahwa orang yang meninggalkan kejahatan, yakni yang tidak mengerjakannya (padahal ia sudah berniat) ada tiga macam, yaitu:
Seseorang yang meninggalkannya karena Allah, maka baginya dicatatkan pahala satu kebaikan karena berkat upayanya dalam menahan diri untuk tidak mengerjakan kejahatan demi karena Allah.
Adakalanya seseorang meninggalkannya karena lupa dan tidak ingat lagi kepadanya. Maka orang yang demikian tidak beroleh pahala, tidak pula dosa, karena dia tidak berniat suatu kebaikan pun dan tidak pula mengerjakan suatu kejahatan pun.
Adakalanya seseorang meninggalkannya karena tidak mampu dan malas sesudah berupaya menelusuri penyebab-penyebabnya dan mengerjakan hal-hal yang mendekatkan dirinya kepada perbuatan jahat. Maka orang seperti ini sama kedudukannya dengan orang yang mengerjakannya.
Imam Abu Ya'la Al-Mausuli mengatakan, telah menceritakan kepada kami Mujahid ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Ali, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnus Sabah serta Abu Khaisamah; keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ishaq ibnu Sulaiman; keduanya dari Musa ibnu Ubaidah, dari Abu Bakar ibnu Ubaidillah ibnu Anas, dari kakeknya (yaitu Anas) yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{مَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ كَتَبَ اللّٰهُ لَهٗ حَسَنَةً فَاِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهٗ عَشْرًا وَمِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْهِ حَتّٰى يَعْمَلَهَا فَاِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ عَلَيْهِ سَيِّئَةً فَاِنْ تَرَكَهَا كُتِبَتْ لَهٗ حَسَنَةً يَقُوْلُ اللّٰهُ تَعٰلٰى اِنَّمَا تَرَكَهَا مِنْ مَخَافَتِيْ}
{#Barang siapa berniat melakukan suatu kebaikan, maka Allah mencatatkan satu pahala kebaikan baginya. Jika dia mengerjakannya, maka dicatatkan baginya sepuluh pahala kebaikan. Dan barang siapa berniat mengerjakan suatu kejahatan, maka tidak dicatatkan baginya sebelum dia mengerjakannya. Jika dia mengerjakannya, maka dicatatkan atas dirinya dosa satu kejahatan. Jika ia meninggalkannya (tidak mengerjakannya), maka dicatatkan baginya pahala satu kebaikan, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya dia meninggalkannya karena takut kepada-Ku."#}
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Rahman ibnu Mahdi, telah menceritakan kepada kami Syaiban ibnu Abdur Rahman, dari Ar-Rakiin ibnur Rabi', dari ayahnya, dari pamannya (yaitu Fulan ibnu Amilah), dari Kharim ibnu Fatik Al-Asadi, bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
{اِنَّ النَّاسُ اَرْبَعَةٌ وَالْاَعْمَالُ سِتَّةٌ. فَالنَّاسُ مُوَسَّعٌ لَهٗ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ وَمُوَسَّعٌ لَهٗ فِى الدُّنْيَا مَقْتوْرٌ عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرَةِ وَمَقْتُوْرٌ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا مُوَسَّعٌ لَهٗ فِى الْاٰخِرَةِ وشَقِيٌ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ. وَالْاَعْمَالُ مُوْجِبَتَانِ وَمِثْلٌ بِمِثْلٍ وَعَشَرَةُ اَضْعَافٍ وَسَبْعُمِائَةِ ضِعْفٍ. فَالْمُوْجِبَتَانِ مَنْ مَاتَ مُسْلِمًا مُؤْمِنًا لَا يُشْرِكُ بِاللّٰهِ شَيْئًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ مَاتَ كَافِرًا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ. وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا فَعَلِمَ اللّٰهُ اَنَّهٗ قَدْ اَشْعَرَهَا قَلْبَهٗ وَحَرَصَ عَلَيْهَا كُتِبَتْ لَهٗ حَسَنَةً. وَمِنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ لَمْ تُكْتَبْ عَلَيْهِ وَمَنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ وَاحِدَةً وَلَمْ تُضَاعَفْ عَلَيْهِ. وَمِنْ عَمِلَ حَسَنَةً كَانَتْ عَلَيْهِ بِعَشْرِ اَمْثَالِهَا. وَمَنْ اَنْفَقَ نَفَقَةً فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ عَزَّ وَجَلَّ كَانَتْ لَهٗ بِسَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ}
{#Sesungguhnya manusia itu ada empat macam, dan amal perbuatan ada enam macam. Manusia yang diberi keluasan di dunia dan di akhirat; manusia yang diberi keluasan hanya di dunia, sedangkan di akhirat disempitkan; manusia yang disempitkan di dunianya, sedangkan di akhirat ia diberi keluasan; dan manusia yang celaka di dunia dan akhirat. Sedangkan amal perbuatan itu terdiri atas dua hal yang memastikan, pembalasan yang setimpal, sepuluh kali lipat pahala dan tujuh ratus kali lipat pahala. Dua hal yang mewajibkan ialah barang siapa yang meninggal dunia dalam keadaan muslim lagi mukmin, tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka wajib baginya (masuk) surga. Dan barang siapa yang mati dalam keadaan kafir, maka wajib baginya (masuk) neraka. Dan barang siapa yang berniat mengerjakan suatu kebaikan, lalu ia tidak mengerjakannya dan Allah mengetahui bahwa niat itu timbul dalam kalbunya serta berkeinginan untuk mengerjakannya, maka dicatatkan baginya satu pahala kebaikan. Dan barang siapa yang berniat hendak melakukan suatu kejahatan, maka tidak dicatatkan hal itu atas dirinya; dan barang siapa yang mengerjakannya, dicatatkan atas dirinya dosa satu kejahatan tanpa dilipat gandakan. Barang siapa yang mengerjakan suatu kebaikan, baginya pahala sepuluh kali kebaikan yang semisal dengannya. Dan barang siapa yang mengeluarkan suatu pembelanjaan di jalan Allah SWT, maka dilipat gandakan (pahalanya) menjadi tujuh ratus kali lipat.#}
Imam Turmuzi dan Imam Nasai meriwayatkannya melalui hadis Ar-Rakin ibnur Rabi, dari ayahnya, dari Basyir ibnu Amilah, dari Kharim ibnu Fatik dengan sanad yang sama, tetapi sebagian dari lafaznya saja.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Dzar'ah, telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Umar Al-Qawariri, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Zurai', telah menceritakan kepada kami Habib ibnul MualJim, dari Amr ibnu Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, dari Nabi SAW yang telah bersabda:
{يَحْضُرُ الْجُمُعَةَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ: رَجُلٌ حَضَرَهَا بِلَغْوٍ فَهُوَ حَظُّهٗ مِنْهَا وَرَجُلٌ حَضَرَهَا بِدُعَاءٍ فَهُوَ رَجُلٌ دَعَا اللّٰهَ فَاِنْ شَاءَ اَعْطَاهُ وَاِنْ شَاءَ مَنَعَهٗ وَرَجُلٌ حَضَرَهَا بِاِنْصَاتٍ وَسُكُوْتٍ وَلَمْ يَتَخَطَّ رَقَبَةَ مُسْلِمٍ وَلَمْ يُؤْذِ اَحَدًا فَهِيَ كَفَّارَةٌ لَهٗ اِلَى الْجُمُعَةِ الَّتِيْ تَلِيْهَا وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ اَيَّامٍ. وَذٰلِكَ لِاَنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَالِهَا}
{#Yang menghadiri salat Jumat ada t
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ayat yang mulia ini merupakan penjelasan rinci dari apa yang dijelaskan secara umum pada ayat lain, yaitu firmanNya: (Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik dari pada kebaikannya itu) (Surah An-Naml: 89).
Telah disebutkan beberapa hadits yang sesuai dengan ayat ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat dari Tuhannya, yaitu:
Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Dzat yang Maha Penyayang. Barang siapa berniat melakukan suatu kebaikan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka dicatat baginya pahala satu kebaikan; dan jika dia mengerjakannya, maka dicatat baginya sepuluh pahala kebaikan sampai tujuh ratus pahala kebaikan hingga dilipatgandakan menjadi sangat banyak
Barang siapa berniat mengerjakan suatu kejahatan, lalu dia tidak melakukannya, maka dicatat baginya pahala satu kebaikan. Jika dia melakukannya, maka dicatat baginya dosa satu kejahatan atau Allah menghapuskannya. Dan tidak ada seorang pun yang binasa karena Allah melainkan hanyalah orang yang binasa
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Siapa membawa amal yang baik) yakni zikir laa ilaaha illallaah/tidak ada tuhan selain Allah (maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya) balasan pahalanya adalah sepuluh kali kebaikan (dan siapa membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya) balasannya yang setimpal (sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya atau dirugikan) dikurangi sesuatu dari pembalasan yang sebenarnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Barangsiapa melakukan perbuatan baik, akan memperoleh pahala sepuluh kali lipat, sebagai karunia dan pemberian Allah.
Barangsiapa melakukan perbuatan tidak baik hanya akan disiksa seberat dosanya, atas dasar keadilan Allah.
Kelak tidak akan ada kecurangan dengan mengurangi pahala atau menambah hukuman.
Berkaitan dengan hari pembalasan, Allah menjelaskan tentang anugerah-Nya yang agung terhadap orang mukmin yang berbuat baik.
Barang siapa berbuat kebaikan, walaupun sedikit, akan mendapat balasan sepuluh kali lipat, bahkan bisa lebih dari itu sampai tujuh ratus kali lipat dari amalnya, karena Allah Mahakaya. Hal itu jika amal baik tersebut disertai dengan keikhlasan dan sesuai dengan aturan agama Islam.
Dan barang siapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya sebagai bentuk keadilan Allah. Mereka sedikit pun tidak dirugikan atau dizalimi. Allah tidak akan berbuat zalim sedikit pun terhadap hamba-hamba-Nya, seperti mengurangi pahala atau menambahkan dosa yang tidak diperbuat. Dialah Yang Maha Pemurah, Maha Penyayang.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Dan ini merupakan ketentuan Allah yang telah Dia tetapkan pada diri-Nya. Dan mungkin saja Dia akan membalas dengan balasan yang lebih banyak, seperti biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan terdapat beberapa kebaikan yang mana pelakunya akan dibalas dengan balasan tanpa batas.
Ketentuan Allah
Makna kata
Ketentuan Allah
وَمَن جَآءَ بِالسَّيِّئَةِ (dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat)
Yakni perbuatan-perbuatan buruk.
فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا (maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya)
Tidak lebih dari itu, sesuai dengan besar dan kecilnya keburukan tersebut. Perbuatan syirik akan dibalas dengan siksa yang kekal di neraka, dan orang beriman yang berbuat maksiat akan dibalas dengan balasan setimpal sesuai dengan siksaan yang telah dijelaskan ukurannya, dan ini apabila ia tidak bertaubat; adapun bagi orang yang telah bertaubat dan amalan kebaikannya mengalahkan amal keburukannya atau Allah memberikan rahmat dan karunia ampunan-Nya kepadanya maka ia tidak akan disiksa.
Makna kata
Ketentuan Allah
وَهُمْ (sedang mereka) Yakni orang yang datang dengan amal kebaikan dan orang yang datang dengan amal keburukan.
لَا يُظْلَمُونَ (tidak dianiaya) Baik itu dengan mengurangi pahala kebaikan orang yang berbuat baik atau dengan menambah siksaan bagi orang yang berbuat keburukan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.