Makna Kata
Katakanlah, Sesungguhnya kematian yang kalian hindari itu tidak akan dapat terelakkan. Kematian itu pasti akan menemui kalian. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui semua yang gaib dan yang nyata. Dia akan memberitahukan kalian segala apa yang telah kalian lakukan.
62|9|Wahai orang-orang beriman, jika azan untuk salat Jumat telah dikumandangkan maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Apa yang diperintahkan itu lebih bermanfaat bagi kalian jika kalian mengetahuinya.
62|10|Apabila kalian telah melakukan salat, maka bertebaranlah untuk berbagai kepentingan. Carilah karunia Allah dan berzikirlah kepada-Nya banyak-banyak, dalam hati maupun dan dengan ucapan. Mudah-mudahan kalian memperoleh keberuntungan dunia dan akhirat.
62|11|Apabila mereka melihat perniagaan dan permainan yang menyenangkan, mereka menuju ke situ dan meninggalkan kamu berdiri menyampaikan khutbah. Katakan kepada mereka, Karunia dan pahala yang ada pada Allah lebih bermanfaat bagi kalian daripada permainan dan perniagaan. Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. Maka, mintalah rezeki-Nya dengan senantiasa menaati-Nya.
63|1|[[63 ~ AL-MUNAFIQUN (ORANG-ORANG MUNAFIK) Pendahuluan: Madaniyyah, 11 ayat ~ Di dalam surat ini terkandung beberapa sifat orang munafik. Disebutkan bahwa mereka itu selalu menyatakan, secara lisan, bahwa mereka itu beriman, padahal tidak demikian halnya. Selain itu, mereka selalu menjadikan sumpah palsu atas kebohongan mereka sebagai perisai yang melindungi mereka dari tuduhan kafir yang menyebabkan mereka harus dihukum. Dijelaskan juga bahwa mereka memiliki postur tubuh indah yang menakjubkan jika dipandang dan ucapan yang fasih sehingga enak didengar. Meskipun demikian, kalbu mereka kosong dari keimanan. Seolah-olah mereka itu kayu yang tersandar, tidak ada kehidupan di dalamnya. Surat ini juga memaparkan keadaan mereka ketika diseru agar Rasulullah meminta ampunan untuk mereka, dengan menjelaskan bahwa mereka selalu sombong dan menampakkan keengganan untuk menerima. Kemudian pembicaraan beralih kepada anggapan orang-orang munafik bahwa merekalah yang unggul, sementara orang-orang Mukmin terhina dan ancaman mereka terhadap orang-orang Mukmin untuk mengeluarkan mereka setelah kembali ke Madinah. Dijelaskan di situ, siapa sebenarnya di antara kedua kelompok itu yang lebih unggul. Di bagian akhir, surat ini mengarahkan orang-orang Mukmin untuk berinfak di jalan Allah dengan segera sebelum kematian datang menjemput salah seorang dari mereka. Sebab, jika kematian itu telah datang, ia akan menyesal dan berharap agar ajalnya ditunda. Padahal, Allah tidak akan menunda kematian seseorang jika ajalnya telah datang.]] Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, hai Muhammad, mereka berkata, Kami bersaksi bahwa kamu benar-benar Rasul Allah. Allah mengetahui bahwa kamu benar-benar Rasul-Nya. Dan Allah juga mengetahui bahwa orang-orang munafik itu bohong dalam pengakuan bahwa mereka beriman kepadamu. Sebab, ucapan mereka itu tidak sesuai dengan hati mereka.
63|2|Mereka menjadikan sumpah palsu mereka sebagai perisai yang menjaga mereka dari hukuman. Dengan begitu, mereka telah menghalangi diri mereka dari jalan Allah yang lurus. Kemunafikan dan sumpah palsu yang selalu mereka lakukan itu sungguh amat buruk.
63|3|Kemunafikan dan sumpah palsu yang terus mereka lakukan itu disebabkan oleh karena mereka hanya menyatakan keimanan melalui lisan, sedang hati mereka tetap kafir. Maka kekafiran itu mengunci kalbu mereka sehingga tidak mengerti apa yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah.
63|4|Jika kalian memandang mereka, kalian akan terpesona oleh keindahan tubuh mereka. Jika mereka berbicara, kalian akan mendengarkan karena manisnya. Meski demikian, kalbu mereka kosong dari iman. Mereka bagaikan kayu yang tersandar, tak ada kehidupan dalam diri mereka. Mereka selalu mengira setiap musibah ditujukan kepada mereka, karena mereka merasakan betul keadaan yang sebenarnya. Mereka adalah musuh yang sebenarnya, maka waspadailah. Mereka telah terusir dari rahmat Allah. Bagaimana mereka sampai dipalingkan dari kebenaran kepada kemunafikan tersebut!
63|5|Apabila dikatakan kepada mereka, Terimalah seruan Rasul agar ia memintakan ampunan untuk kalian, mereka menggerakkan kepala sebagai tanda mengejek. Kalian lihat mereka berpaling dengan keengganan untuk taat.
63|6|Kamu mintakan ampunan untuk orang-orang munafik itu atau tidak, sama saja bagi mereka. Sebab, mereka tidak akan meninggalkan kemunafikan. Maka, Allah tidak akan mengampuni mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kebenaran kepada orang-orang yang tidak taat dan beriman kepada-Nya.
63|7|Mereka adalah orang-orang yang mengatakan kepada penduduk Madinah, Janganlah kalian memberi nafkah kepada orang-orang Mukmin yang menyertai Rasulullah--yaitu orang-orang Muhâjirîn--sampai mereka meninggalkannya. Padahal, kepunyaan Allahlah perbendaharaan langit dan bumi beserta rezeki yang ada di dalamnya. Dia akan memberikannya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Akan tetapi, orang-orang munafik tidak memahami itu.
63|8|Dengan mengancam, orang-orang munafik berkata, Demi Allah, jika kita telah kembali ke Madinah, kelompok terunggul kita akan mengusir kelompok orang-orang Mukmin yang hina. Padahal, keunggulan itu hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang Mukmin, bukan mereka yang mengancam itu. Tetapi, orang-orang munafik itu tidak mengetahuinya.
63|9|Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan sampai perhatian kalian kepada harta dan anak melalaikan kalian dari mengingat Allah dan melaksanakan kewajiban-Nya atas kalian. Siapa yang disibukkan oleh harta dan anak sehingga melalaikan itu semua, maka mereka adalah orang-orang yang merugi pada hari kiamat.
63|10|Wahai orang-orang Mukmin, infakkanlah dengan segera sebagian harta yang telah Kami berikan, sebelum kematian menjemput salah seorang dari kalian. Saat itu, ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat, sehingga aku dapat bersedekah dan aku dapat menjadi orang-orang yang beramal saleh.
63|11|Allah tidak akan menangguhkan seseorang jika waktu kematiannya telah tiba. Allah Maha Mengetahui perbuatan kalian dan akan membalas kalian atas itu semua.
64|1|[[64 ~ AT-TAGHABUN (HARI DITAMPAKKAN SEGALA KESALAHAN) Pendahuluan: Madaniyyah, 18 ayat ~ Surat ini dibuka dengan pemberitahuan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan bumi selalu menyucikan Allah dari segala hal yang tidak pantas disandangkan kepada-Nya, bahwa kerajaan dan pujian hanya milik-Nya, dan bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Kemudian diikuti dengan menyebutkan beberapa tanda yang menunjukkan kesempurnaan kekuasaan dan pengetahuan Allah. Surat ini kemudian beralih kepada pembicaraan mengenai orang-orang yang kafir dan mendurhakai rasul sebelum mereka. Mereka telah merasakan akibat buruk perbuatan mereka. Sebab, mereka telah didatangkan para rasul dengan membawa bukti-bukti yang jelas. Tetapi, mereka mengingkari dan berpaling dari para rasul tersebut. Setelah itu, pembicaran beralih kepada bantahan atas dugaan orang-orang kafir bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Surat ini mengajak manusia untuk beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan cahaya yang telah diturunkan kepadanya--yaitu al-Qur'ân--mengingatkan mereka akan hari ketika manusia dikumpulkan untuk ditampakkan segala kesalahan. Saat itu orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan memperoleh keberuntungan yang besar, sedangkan orang-orang kafir akan menjadi penghuni neraka yang merupakan tempat terburuk. Dijelaskan juga bahwa segala musibah terjadi dengan izin Allah dan siapa yang beriman kepada-Nya maka kalbunya akan diberi petunjuk. Selain itu, surat ini juga meminta kepada manusia agar taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seandainya mereka tetap berpaling, maka tugas seorang rasul sebenarnya hanyalah sekadar menyampaikan. Orang-orang Mukmin juga diingatkan dalam surat ini bahwa sesungguhnya harta dan anak itu adalah cobaan. Maka, hendaknya perhatian mereka terhadap harta dan anak tidak membuat mereka lalai dalam melaksanakan segala perintah Allah. Kemudian mereka diperintah untuk bertakwa sebisa mungkin. Akhirnya, surat ini ditutup dengan perintah kepada mereka untuk berinfak di jalan kebaikan, pernyataan bahwa Allah Maha Berterimakasih, Maha Penyantun, Mahatahu semua yang gaib dan yang nyata sehingga akan membalas infak harta mereka, dan penjelasan bahwa Allah juga Maha Perkasa sehingga tak terkalahkan, Mahabijak yang tidak melakukan sesuatu dengan sia-sia.]] Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi selalu menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak pantas dengan kebesaran-Nya. Kepemilikan yang sempurna hanyalah milik-Nya, begitu pula segala pujian baik. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
64|2|Hanya Dia yang menciptakan kalian dari ketiadaan. Lalu sebagian dari kalian mengingkari ketuhanan-Nya dan sebagian lain meyakininya. Allah Maha Melihat segala perbuatan kalian dan akan membalasnya.
64|3|Allah menciptakan langit dan bumi dengan penuh kebijaksanaan. Dia membentuk rupa dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Hanya kepada-Nyalah segala sesuatu akan kembali pada hari kiamat.
64|4|Dia selalu mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan kalian nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala apa yang tersembunyi di dalam dada.
64|5|Sungguh telah datang kepada kalian berita tentang orang-orang yang kafir sebelum kalian. Di dunia, mereka telah merasakan akibat buruk perbuatan mereka. Dan di akhirat kelak mereka akan memperoleh siksa yang amat menyakitkan.
64|6|Musibah yang telah dan akan mereka terima itu adalah disebabkan karena mereka telah didatangi para rasul dengan membawa mukjizat yang nyata, tetapi mereka mengingkarinya dengan mengatakan, Apakah manusia biasa yang dapat memberi petunjuk kepada kami? Mereka mengingkari pengutusan para rasul tersebut dan berpaling dari kebenaran. Allah kemudian memperlihatkan bahwa Dia tidak memerlukan keimanan mereka dengan cara menghancurkan mereka. Allah Mahakaya hingga tidak memerlukan makhluk- Nya, dan amat pantas menerima segala pujian karena karunia-Nya yang baik.
64|7|Orang-orang kafir mendakwakan kepalsuan dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan dibangkitkan kembali setelah mati. Wahai Muhammad, katakan kepada mereka, Persoalannya tidak seperti yang kalian kira. Aku bersumpah, demi Tuhan, bahwa kalian pasti akan dibangkitkan setelah mati dan akan diberitahukan segala perbuatan kalian kemudian akan diberi balasannya. Kebangkitan, perhitungan dan pembalasan itu amatlah mudah bagi Allah.
64|8|Maka berimanlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya. Ambillah petunjuk dari cahaya yang telah diturunkan-Nya. Sebab, persoalan kebangkitan yang tidak diragukan lagi terjadinya itu telah jelas bagi kalian. Allah Maha Mengetahui segala perbuatan yang kalian lakukan.
64|9|Saat Allah mengumpulkan kalian, pada hari dikumpulkannya orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian, Dia akan membalas segala perbuatan kalian. Itulah hari penampakan segala kesalahan: kesalahan orang-orang kafir karena mereka tidak beriman dan kesalahan orang-orang Mukmin yang meremehkan persoalan berbuat taat. Barangsiapa beriman kepada Allah dan melakukan kebaikan, maka segala dosa-dosanya akan dihapus dan ia akan dimasukkan ke dalam surga yang dialiri sungai-sungai untuk tinggal di situ selama-lamanya. Balasan itu adalah suatu keberuntungan yang besar.
64|10|Orang-orang yang tidak beriman dan mendustakan mukjizat para rasul Kami, mereka adalah penghuni neraka yang akan kekal di dalamnya. Tempat mereka seburuk-buruk tempat.
64|11|Segala bencana yang menimpa manusia terjadi karena ketentuan Allah. Barangsiapa beriman kepada Allah, maka kalbunya akan diberi petunjuk sehingga rela dengan apa yang telah terjadi. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
64|12|Taatilah apa yang telah dibebankan oleh Allah kepada kalian. Taatilah segala apa yang telah disampaikan oleh Rasul dari Tuhan. Jika kalian tidak melakukan itu, ketahuilah bahwa sikap kalian itu tidak akan merugikan Rasul. Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan risalah kepada kalian dengan sejelas-jelasnya.
64|13|Allah, tidak ada yang pantas disembah kecuali Dia. Hanya kepada-Nyalah orang-orang Mukmin hendaknya bertawakal dalam segala urusan.
64|14|Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istri dan anak-anak kalian ada yang menjadi musuh bagi kalian, yaitu dengan memalingkan kalian dari taat kepada Allah untuk memenuhi keinginan mereka. Maka berhati-hatilah kalian terhadap mereka. Jika kalian memaafkan kesalahan mereka, tidak memarahi dan menutupi kesalahan mereka itu, niscaya Allah akan mengampuni kalian. Allah sungguh Mahaluas ampunan dan Mahaluas rahmat.
64|15|Sesungguhnya harta dan anak kalian itu adalah cobaan. Allah memiliki balasan amat besar yang diperuntukkan bagi mereka yang lebih mengutamakan taat kepada Allah.
64|16|Kerahkanlah segala usaha dan kemampuan kalian untuk bertakwa kepada Allah. Dengarlah segala nasihat-Nya dan taatilah segala perintah-Nya. Infakkanlah rezeki yang telah diberikan kepada kalian di jalan yang telah ditetapkan. Lakukanlah kebaikan untuk diri kalian. Barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya dan keserakahan terhadap harta, mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan segala kebaikan.
64|17|Jika kalian menginfakkan harta untuk kebajikan dengan ikhlas, maka Allah akan melipatgandakan pahala infak tersebut dan akan mengampuni dosa-dosa kalian. Allah Maha Berterimakasih dan akan membalas orang-orang yang berbuat baik, lagi Maha Penyantun hingga tidak menyegerakan hukuman bagi orang-orang yang berbuat maksiat.
64|18|Dia Maha Mengetahui segala yang gaib dan yang tampak, Mahakuat dan Mahaperkasa,