Makna Kata
Makna kata yang dimaksud ialah menganjurkan kepada mereka untuk bubar dan menyambut kafilah tersebut, sehingga tiada yang tersisa kecuali hanya sejumlah kecil saja dari sahabat Rasulullah SAW.
Makna Ayat
Makna ayat yang dimaksud ialah firman Allah SWT:
{وَاِذَا رَاَوْٓا تِجَارَةً اَوْ لَهْوًا ۨانْفَضُّوْٓا اِلَيْهَا وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًا}
{#Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah).#} (Al-Jumu'ah, [62:11])
Maksudnya, pergi meninggalkanmu yang sedang berkhotbah di atas mimbar.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa imam melakukan khotbahnya pada hari Jumat dengan berdiri.
Makna Kata
Makna kata yang dimaksud ialah menganjurkan kepada mereka untuk bubar dan menyambut kafilah tersebut, sehingga tiada yang tersisa kecuali hanya sejumlah kecil saja dari sahabat Rasulullah SAW.
Makna Ayat
Makna ayat yang dimaksud ialah firman Allah SWT:
{وَتَرَكُوْكَ قَاۤىِٕمًا}
{#dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah).#} (Al-Jumu'ah, [62:11])
Terkandung dalil yang menunjukkan bahwa imam melakukan khotbahnya pada hari Jumat dengan berdiri.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa imam melakukan khotbahnya pada hari Jumat dengan berdiri.
Makna Kata
Makna kata yang dimaksud ialah menganjurkan kepada mereka untuk bubar dan menyambut kafilah tersebut, sehingga tiada yang tersisa kecuali hanya sejumlah kecil saja dari sahabat Rasulullah SAW.
Makna Ayat
Makna ayat yang dimaksud ialah firman Allah SWT:
{قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ}
{#Katakanlah, "Apa yang di sisi Allah."#} (Al-Jumu'ah, [62:11])
Yakni berupa pahala di negeri akhirat nanti.
{خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ}
{#adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan" dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.#} (Al-Jumu'ah, [62:11]) bagi orang yang bertawakal kepada-Nya dan mencari rezeki tepat pada waktunya.
Pelajaran dari Ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa imam melakukan khotbahnya pada hari Jumat dengan berdiri.
Daftar Hadis yang Menceritakan Kisah Ini
-
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Idris, dari Husain, dari Salim ibnu Abul, Ja'd, dari Jabir yang mengatakan bahwa iringan kafilah perniagaan datang ke Madinah di saat Rasulullah SAW sedang berkhotbah, maka orang-orang pun bubar menuju ke arahnya dan yang tersisa hanyalah dua belas orang lelaki yang tetap di tempatnya. Maka turunlah firman Allah SWT: {#Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya.#} (Al-Jumu'ah, [62:11])
-
Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan hadis yang sama di dalam kitab sahih masing-masing.
-
Al-Hafiz Abu Ya'la mengatakan, telah menceritakan kepada kami Zakaria ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Hasyim, dari Husain, dari Salim ibnu Abul Ja'd dan Abu Sufyan, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa ketika Rasulullah SAW sedang berkhotbah Jumat, datanglah iringan kafilah ke Madinah. Maka para sahabat bergegas menuju kepadanya, sehingga tiada yang tertinggal bersama Rasulullah SAW selain dari dua belas orang lelaki. Maka Rasulullah SAW bersabda: "Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, seandainya kalian semua terpengaruh hingga tiada seorang pun dari kalian yang tersisa, niscaya lembah ini akan mengalirkan api membakar kalian semua." Lalu turunlah ayat berikut, yaitu firman-Nya: {#Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah).#} (Al-Jumu'ah, [62:11])
-
Jabir ibnu Abdullah melanjutkan, bahwa di antara kedua belas orang yang tetap mendengarkan khotbah Rasulullah SAW adalah Abu Bakar dan Umar RA
Daftar Hadis yang Menceritakan Kisah Ini
-
Imam Muslim telah meriwayatkannya di dalam kitab sahihnya melalui Jabir ibnu Samurah yang telah menceritakan bahwa Nabi SAW melakukan dua khotbah, dan melakukan duduk di antara keduanya. Di dalam khotbahnya beliau SAW membaca Al-Qur'an dan memberikan peringatan kepada manusia.
-
Akan tetapi, perlu diketahui dalam hal ini bahwa menurut suatu pendapat kisah ini terjadi ketika Rasulullah SAW mendahulukan salat Jumat atas khotbahnya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud di dalam Kitabul Marasil-nya.
-
Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Mahmud ibnu Khalid, dari Al-Walid, telah menceritakan kepadaku Abu Mu'az Bukair ibnu Ma'ruf, bahwa ia pernah mendengar Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa dahulu Rasulullah SAW melakukan salat Jumatnya sebelum khotbahnya, sama halnya dengan salat dua hari raya. Dan akhirnya pada suatu hari ketika Nabi SAW sedang berkhotbah, datanglah seorang lelaki yang masuk ke dalam kumpulan jamaah salat Jumat, lalu ia berkata memberitakan, bahwa sesungguhnya Dihyah ibnu Khalifah telah tiba dengan membawa barang dagangan.
-
Makna yang dimaksud ialah menganjurkan kepada mereka untuk bubar dan menyambut kafilah tersebut, sehingga tiada yang tersisa kecuali hanya sejumlah kecil saja dari sahabat Rasulullah SAW
Garis Pemisah
Firman Allah SWT:
{قُلْ مَا عِنْدَ اللّٰهِ}
{#Katakanlah, "Apa yang di sisi Allah."#} (Al-Jumu'ah, [62:11])
Yakni berupa pahala di negeri akhirat nanti.
{خَيْرٌ مِّنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجَارَةِ وَاللّٰهُ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ}
{#adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan" dan Allah Sebaik-baik Pemberi rezeki.#} (Al-Jumu'ah, [62:11]) bagi orang yang bertawakal kepada-Nya dan mencari rezeki tepat pada waktunya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.