Ayat 19-20
Makna Ayat
Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya ini) yaitu surah ini (adalah suatu peringatan) orang-orang yang berakal menggunakannya peringatan. Oleh karena itu Allah SWT berfirman: (Maka barang siapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya) yaitu, dari orang yang dikehendaki Allah SWT untuk mendapat petunjukNya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam surah lain: (Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (30)) (Surah Al-Insan)
Kemudian Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu) yaitu terkadang begini, dan terkadang begitu, demikianlah seterusnya tanpa kalian bermaksud demikian. Tetapi memang kalian tidak mampu menunaikan qiyamul lail yang diperintahkan kepada kalian dengan sepenuhnya, mengingat bahwa itu berat bagi kalian. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang) yaitu terkadang antara keduanya seimbang, dan terkadang yang ini mengambil bagian yang itu dan yang itu mengambil yang ini.
(Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu) yaitu kewajiban yang diwajibkan kepada kalian (karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an) yaitu, tanpa batasan waktu. Tetapi kerjakanlah shalat malam yang mudah olehmu. Shalat diungkapkan dengan bacaan, yaitu sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Isra’: (dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu) (Surah Al-Isra: 110) yaitu bacaanmu (dan janganlah pula merendahkannya) (Surah Al-Isra’: 110)
Firman Allah SWT: (Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang lain berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah, dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah) yaitu Allah mengetahui bahwa di antara umat ini ada orang-orang mempunyai alasan untuk meninggalkan qiyamul lail, seperti karena sakit sehingga tidak mampu mengerjakannya, dan orang-orang yang melakukan perjalanan di muka bumi karena mencari sebagian dari karunia Allah dengan bekerja dan berdagang, dan orang-orang lain sedang sibuk dengan urusan yang lebih penting bagi mereka, yaitu berjihad di jalan Allah SWT. Ayat ini (dan bahkan surah ini secara keseluruhan) adalah Makkiyyah. dan saat itu peperangan belum disyariatkan. Hal ini merupakan salah satu dari bukti kenabian yang paling besar, yaitu pemberitahuan kejadian yang akan datang. Oleh karena itu Allah berfirman: (karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur’an) yaitu, kerjakanlah shalat dengan membaca apa yang mudah dari Al-Qur'an bagi kalian.
Firman Allah SWT: (dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat) yaitu dirikanlah shalat yang diwajibkan atas kalian dan tunaikanlah zakat yang difardhukan. Ini adalah dalil bagi orang yang berkata bahwa perintah wajib zakat diturunkan di Makkah, tetapi kadar-kadar nishab yang harus dikeluarkan masih belum dijelaskan dengan rinci kecuali di Madinah; hanya Allah yang labih Mengetahui.
Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan lainnya dari kalangan ulama salaf berkata bahwa Sesungguhnya ayat ini telah menasakh hukum yang pada mulanya Allah mewajibkan qiyamul lail atas orang-orang muslim
Firman Allah SWT (berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik) yaitu dalam bentuk sedekah-sedekah, karena sesungguhnya Allah membalasnya dengan balasan yang terbaik dan melimpah. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan memperlipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak) (Surah Al-Baqarah: 245) Firman Allah SWT: (Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu, niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya) yaitu semua sedekah yang kalian keluarkan dari tangan kalian, pahalanya akan kalian dapatkan, dan hal ini lebih baik daripada harta yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri di dunia.
Kemudian Allah SWT berfirman: (Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) yaitu, perbanyaklah berdzikir kepadaNya dan memohon ampun kepadaNya dalam semua urusan kalian, karena sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada siapa saja yang memohon ampun kepadaNya
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.