Makna Ayat
Ayat ini memansukhkan ayat-ayat di awal surah Al-Muzzammil, yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ wajib melaksanakan shalat malam. Namun, ada khilaf di kalangan para ulama tentang apakah shalat malam juga diwajibkan kepada umat atau hanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Shalat Malam
Shalat malam adalah ibadah yang mendapatkan perhatian yang tinggi di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala. Nabi ﷺ bersabda bahwa shalat malam adalah kebiasan orang-orang saleh sebelum kalian, dan mendekatkan kepada Tuhan kalian, menghapus keburukan, serta mencegah dosa.
Ayat Terakhir
Ayat terakhir dari surah Al-Muzzammil ini memansukhkan hukum awal, sehingga yang sebelumnya wajib menjadi sunnah. Namun, ada khilaf di kalangan para ulama bahwa shalat malam tetap wajib bagi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan menjadi sunnah bagi para umat beliau.
Dalil
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu.”
Ini merupakan dalil bahwasanya shalat malam juga dikerjakan oleh para sahabat yang lain.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia menerima taubat kalian (memberi keringanan kepada kalian), karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an.”
Ayat ini menunjukkan bahwa hanya Allah ﷻ yang tahu apakah setengah atau sepertiga malam telah lewat.
Dalil Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’la,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari nafkah yang halal itu kedudukannya sama dengan orang yang berjihad.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berinfaklah kepada Allah infak yang baik.”
Di dalam ayat ini, Allah ﷻ memerintahkan berinfak dengan menggunakan kata قَرْض (hutang). Artinya adalah infak yang kita keluarkan adalah utang bagi Allah ﷻ terhadap kita.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwasanya kebaikan-kebaikan yang kita lakukan bukan untuk Allah ﷻ atau orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.
Ayat Lain
Firman Allah Subhanahu wa ta’ala,
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) sebagai tambahan bagimu (sunnah): mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
Dan para ulama, di antaranya Al-Qurthubi mengatakan bahwa ini adalah dalil bahwa orang yang mencari