Makna Ayat
1 ) Hatim al-ashom berkata : "Aku melihat sebagian besar manusia telah menuruti hawa nafsu mereka, dan mereka bergegas mencari apa-apa yang menjadi keinginan nafsu mereka, maka aku mengamati ayat Allah : { وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ , فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ } , dan yakinlah aku bahwasanya al-qur'an adalah sebenar-benarnya perkataan, maka aku bersegera menyalahi keinginan diriku, dan aku menyingsingkan lengan baju untuk berusaha melawan keinginan itu, dan aku juga tidak memberikan kepadanya kepuasan terhadap keinginan syahwatnya, sampai akhirnya dia ridho dengan ketaatan kepada Allah.
2 ) { وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ , فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ } Setiap muslim butuh dengan rasa takut kepada Allah, dan menghalangi dirinya dari ketergantungan kepada hawa nafsu, adapun keinginan hawa nafsu dan syahwat tidak dibalas dengan siksaan sampai nafsu syahwat itu dituruti dan dikerjakan, sedangkan jika dirinya berkeinginan kuat dan dia mengalangi dan melarang dirinya untuk melakukan keinginan tersebut, maka larangan itu akan bernilai ibadah disisi Allah, juga bernilai amal shalih, dan { مَقَامَ رَبِّهِ } yakni, berdirinya dia menghadap Allah untuk menerima ganjaran amalannya tersebut.
3 ) { وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ , فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ } Jika kamu mendengarkan di salah satu siaran televisi suatu pembahasan tentang agama, dan di kesempatan lain kamu mendengarkan sebuah nyanyian, kemudian kamu meninggalkan nyanyian itu demi bertahan untuk menyerap lebih banyak manfaat dari pembahasan agama itu, maka pada saat itu kamu memiliki keinginan yang kuat, karena kamu telah melewati jalan yang sulit, kamu telah berusaha untuk mendaki tanjakan yang tinggi, dan mendaki tanjakan adalah sulit, sedangkan menruni penurunan itu mudah.
4 ) { وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ , فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ } Apakah kamu mengira bahwasanya seorang muslim yang mampu menundukkan hawa nafsunya, dan senantiasa bermujahadah untuk mensucikan dan mengendalilkan dirinya tidak ada gejolak nafsu dalam dirinya, sungguh tidak, dalam dirinya ia merasakan begitu berat dorongan dari dalam sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang buruk selainnya, bahkan ia dapat merasakan hal yang lebih besar, akan tetapi dia melarang dan menghalangi dirinya karena takut dengan keadaan yang akan terjadi saat ia berdiri menghadap tuhannya, maka dia pun melarang dengan mengendalikan dirinya dari kejamnya hawa nafsu.
5 ) Mahar surga : { وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ , فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ } kepada pemilik hati yang keras, sampai kapan kamu akan terus menjadi hamba bagi nafsumu, kamu yang menyembah dinar dan dirham ? jika kamu terus berbuat demikian, lalu kapan tauhid akan masuk kedalam hatimu dengan sempurna ?