Ayat 1-14
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Apabila matahari digulung (1)) yaitu menjadi gelap.
Qatadah berkata bahwa cahayanya lenyap.
Sa'id bin Jubair berkata bahwa (kuwwirat) adalah digulung.
Ar-Rabi' bin Khaitsam bahwa (kuwwirat) adalah dilemparkan.
Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat yang benar menurut kami tentang “At-takwir” adalah mengumpulkan sebagian darinya dengan sebagian lain. Termasuk dalam hal ini adalah “takwirul 'imamah” yaitu mengumpulkan sebagian pakaian dengan sebagian lain. Makna firman Allah SWT: (digulung) yaitu, menggabungkan sebagian darinya dengan sebagian yang lain, lalu dilemparkan. Jika dilakukan demikian terhadapnya, maka lenyaplah cahayanya.
Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'b, dia berkata bahwa ada enam pertanda sebelum hari kiamat, yaitu ketika manusia sedang berada di pasar-pasar mereka, tiba-tiba cahaya matahari lenyap, dan ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba bintang-bintang jatuh berserakan, dan ketika mereka dalam keadaan itu, tiba-tiba gunung-gunung jatuh ke permukaan bumi, lalu bergerak, berguncang dan terjadi huru-hara, maka jin kaget dan berdatangan kepada manusia, begitu juga manusia datang kepada jin. Hewan-hewan ternak, burung-burung, dan hewan-hewan liar sebagian darinya bercampur dengan yang lain.
Makna kata
Makna kata "At-takwir" adalah mengumpulkan sebagian darinya dengan sebagian lain.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 2
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan apabila bintang-bintang berjatuhan (2)) yaitu berubah.
Firman Allah SWT: (dan apabila gunung-gunung dihancurkan (3)) yaitu lenyap dari tempatnya masing-masing dan meledak sehingga bumi bekas tempatnya menjadi rata dan datar.
Firman Allah: (dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan) (4)) Ikrimah dan Mujahid berkata bahwa maknanya adalah unta-unta yang mengandung, Ubay bin Ka'b berkata bahwa para pemiliknya mengabaikannya. Ar-Rabi' bin Khaitsam berkata bahwa unta-unta itu tidak diperah air susunya, melainkan dibiarkan oleh para pemiliknya.
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa unta-unta yang bunting ditinggalkan oleh para pemiliknya.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 3
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan (5)) dia berkata yaitu bercampur.
Firman Allah SWT: (dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan) (4)) yaitu diabaikan oleh pemiliknya.
Firman Allah SWT: (dan apabila lautan dipanaskan (6)) Diriwayatkan dari Sa'id bin Al-Musayyib, dia berkata bahwa Ali bertanya kepada seorang lelaki Yahudi,"Di manakah neraka Jahanam itu?'" dia menjawab, "Di laut." Kemudian Ali berkata, bahwa menurutnya lelaki Yahudi itu benar, karena firman Allah SWT: (dan laut yang di dalam tanahnya ada api (6)) dan (dan apabila lautan dipanaskan (6))
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa lautan dipanaskan.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 4
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh) (7)) yaitu dikumpulkan segala sesuatu dengan yang sejenisnya.
Sebagaimana firmanNya: ((Kepada malaikat diperintahkan)”Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka”) (Surah Ash-Shaffat: 22)
Diriwayatkan dari An-Nu'man, dia berkata bahwa Umar bin Khattab berkhotbah ditanya tentang firmanNya (dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh) (7)) dia berkata yaitu mempertemukan laki-laki yang shalih dengan laki-laki yang shalih. Dan mempertemukan laki-laki yang buruk dengan laki-laki yang buruk di neraka. Itu merupakan penyatuan jiwa.
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa roh-roh dipertemukan dengan tubuh.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 5
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya (8) karena dosa apakah dia dibunuh (9))
Demikianlah bacaan mayoritas ulama (su’ilat) dan “al-mau’udah” adalah bayi-bayi di masa Jahiliah yang dikubur dalam tanah karena malu mempunyai anak perempuan. Maka pada hari kiamat bayi-bayi itu ditanya, atas dosa apakah mereka dibunuh? sebagai ancaman terhadap orang-orang yang melakukannya, karena sesungguhnya apabila orang yang teraniaya ditanya, maka maka betapa menyakitkannya (hukuman) orang yang menganiaya.
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya atas dosa apakah mereka dibunuh.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 6
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka (10))
Qatadah berkata, "wahai anak cucu Adam, kamu yang akan memenuhinya dengan catatan amal perbuatanmu, kemudian ditutup, lalu dipaparkan terhadapmu pada hari kiamat. Maka hendaklah setiap orang merenungkan apakah yang akan dia masukkan ke dalam lembaran amal perbuatannya?"
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa catatan-catatan amal perbuatan manusia dibuka.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 7
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan apabila langit dilenyapkan (11))
Mujahid berkata bahwa langit ditarik.
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa langit dilenyapkan.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 8
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan apabila neraka Jahim dinyalakan (12))
As-Suddi berkata yaitu dipanaskan. Qatadah berkata bahwa maknanya dinyalakan, dan dia berkata bahwa sesungguhnya yang membuatnya menyala tidak lain karena murka Allah terhadap dosa-dosa anak cucu Adam.
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa neraka Jahim dinyalakan.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 9
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan apabila surga didekatkan (13))
yaitu didekatkan kepada penghuninya.
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa surga didekatkan.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Ayat 10
Firman Allah SWT: (maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya (14))
inilah jawabannya yaitu ketika semua peristiwa itu terjadi, maka saat itulah setiap jiwa mengetahui apa yang dia lakukan, karena semuanya telah didatangkan di hadapannya, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan yang dilakukan(nya) dihadapkan (di mukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya; ia ingin kalau kiranya antara ia dengan hari itu ada masa yang jauh) (Surah Ali Imran: 30) dan Allah SWT berfirman (Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya (13)) (Surah Al-Qiyamah)
Makna ayat
Makna ayat ini adalah bahwa setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
Pelajaran dari ayat
Pelajaran dari ayat ini adalah bahwa manusia harus siap menghadapi kejadian-kejadian yang mengawali hari kiamat.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.