Ayat 15-20
Allah SWT berfirman seraya mengingkari manusia yang apabila Allah meluaskan baginya dalam rezeki untuk mengujinya melalui rezeki itu, maka dia meyakini bahwa hal itu merupakan kemuliaan dari Allah SWT untuknya. melainkan hal itu merupakan ujian dan cobaan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (55) (berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar (56)) (Surah Al-Mu’minun)
Demikian pula sebaliknya Allah mengujinya dengan kesempitan rezeki, dia mengira bahwa hal itu merupakan penghinaan dari Allah SWT kepadanya. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sekali-kali tidak (demikian)) yaitu sebenarnya tidak seperti yang dia duga baik dalam keadaan mendapat ini maupun keadaan itu; karena sesungguhnya Allah memberikan harta kepada siapa saja yang Dia sukai dan orang yang tidak Dia sukai, dan Dia menyempitkan rezeki terhadap orang yang Dia sukai dan orang yang tidak Dia sukai. Dan sesungguhnya pokok permasalahan dalam hal ini bergantung kepada ketaatannya kepada Allah SWT dalam dua keadaan itu. Apabila dia kaya, hendaknya dia bersyukur kepada Allah atas hal itu; dan apabila fakir, maka hendaknya dia bersabar.
Firman Allah SWT: (Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim) yaitu di dalamnya terdapat makna perintah untuk memuliakan anak yatim,
(dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin (18)) yaitu mereka tidak memerintahkan orang lain untuk memberi santunan kepada orang-orang fakir dan miskin dan sebagian dari mereka tidak menganjurkan hal ini kepada sebagian yang lainnya (dan kamu memakan harta pusaka) yaitu warisan (dengan cara mencampur-adukan (yang halal dan yang haram)) yaitu dari arah mana dia menghasilkannya untuk mereka, baik halal maupun haram (dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan (20)) yaitu yang banyak, sebagian ulama menambahkan bahwa itu adalah yang berlebihan
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.