Makna Kedatangan Hari Kiamat
Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris, dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
Peringatan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala
" Allah Subhaanahu Wa Ta'ala memberikan peringatan kepada manusia akan kedatangan hari kiamat, إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا " Apabila bumi digoncangkan berturut-turut " sehingga tidak terlihat ada yang bengkok dan menjorok, gunung-gunung digoncangkan, bagunan-bagunannya, pepohonannya, bumi akan dibentangkan bagai karpet yang terbentang, semua manusia akan berada di atasnya di satu tempat, akan terdengan seorang penyeru, dan akan dibentangkan pandangan mata.
Ingatan Manusia
Pada hari itu يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (23) يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي " ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." Tetapi kesempatan itu sudah terlewati, karena ketika kita di dunia adalah kesempatan untuk beramal, waktu untuk kesempatan, seseorang bisa memanfaatkannya selama menetap di dalamnya, sebagaimana orang mumin dari keluarga fir'aum: يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ " Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal."(QS. Ghafir: 39) Kenikmatan yang dinikmati manusia sebagaimana seorang yang berada dlam perjalanan menikmati perbekalan safar sampai berakhir safarnya. Begitulah dunia.
Pelajaran dari Kedatangan Hari Kiamat
Ambilah pelajaran untuk kedepan dari apa telah terjadi. Segala yang sudah berlalu terlewati begitu saja seperti sesaat di siang hari, seakan-akan kita sekarang ini diciptakan, begitu juga yang akan datang, akan kita lewati dengan sepatnya, perjalan hidup akan berakhir di tempat yang lain, bukan tenpat menetap kemudian akan ke alam kubur, meski demikian, alam kubur bukanlah tempat menetap, sebagaiamana Allah Ta'ala berfirman: أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ " Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur."(QS. At-Takutsur: 1-2) Ada seorang arab badui yang mendengar seseorang membaca ayat ini maka ia berkata: Demi Allah, tidaklah seorang pengunjung akan menetap terus, pasti akan berpisah dengan tempat ini, ini adalah kesimpulan maknya yang kuat dan pemahaman yang baik, yang di dukung oleh ayat-ayat yang banyak, yang jelas menunjukkan demikian seperti firman Allah Ta'ala: ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ (15) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ " Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat."(QS. Al-Mu'minun: 15-16)
Jangan (berbuat demikian). Apabila bumi digoncangkan berturut-turut, dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris, dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
" Allah Subhaanahu Wa Ta'ala memberikan peringatan kepada manusia akan kedatangan hari kiamat, إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا " Apabila bumi digoncangkan berturut-turut " sehingga tidak terlihat ada yang bengkok dan menjorok, gunung-gunung digoncangkan, bagunan-bagunannya, pepohonannya, bumi akan dibentangkan bagai karpet yang terbentang, semua manusia akan berada di atasnya di satu tempat, akan terdengan seorang penyeru, dan akan dibentangkan pandangan mata.
Pada hari itu يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (23) يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي " ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini." Tetapi kesempatan itu sudah terlewati, karena ketika kita di dunia adalah kesempatan untuk beramal, waktu untuk kesempatan, seseorang bisa memanfaatkannya selama menetap di dalamnya, sebagaimana orang mumin dari keluarga fir'aum: يَا قَوْمِ إِنَّمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دَارُ الْقَرَارِ " Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal."(QS. Ghafir: 39) Kenikmatan yang dinikmati manusia sebagaimana seorang yang berada dlam perjalanan menikmati perbekalan safar sampai berakhir safarnya. Begitulah dunia.
Ambilah pelajaran untuk kedepan dari apa telah terjadi. Segala yang sudah berlalu terlewati begitu saja seperti sesaat di siang hari, seakan-akan kita sekarang ini diciptakan, begitu juga yang akan datang, akan kita lewati dengan sepatnya, perjalan hidup akan berakhir di tempat yang lain, bukan tenpat menetap kemudian akan ke alam kubur, meski demikian, alam kubur bukanlah tempat menetap, sebagaiamana Allah Ta'ala berfirman: أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ " Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur."(QS. At-Takutsur: 1-2) Ada seorang arab badui yang mendengar seseorang membaca ayat ini maka ia berkata: Demi Allah, tidaklah seorang pengunjung akan menetap terus, pasti akan berpisah dengan tempat ini, ini adalah kesimpulan maknya yang kuat dan pemahaman yang baik, yang di dukung oleh ayat-ayat yang banyak, yang jelas menunjukkan demikian seperti firman Allah Ta'ala: ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ (15) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ " Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat."(QS. Al-Mu'minun: 15-16)