Peringatan Ketiga: Kedatangan Neraka Jahannam
Perkara yang ketiga: Dan di antara yang menjadi peringatan pada hari ini setelah kita mengetahui perkara pertama yaitu datangnya Allah, kemudian barisan-barisan para malaikat, Allah berfirman: وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى " dan pada hari itu dihadirkan neraka Jahanam;" Pada ayat ini tidak disebutkan siapakah yang hadir, tetapi dalam hadits-hadits dijelaskan bahwa neraka akan didatangkan dengan diikat dengan tujuh puluh tali, di setiap talinya, dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat, bagaimana menurut anda kekuatan malaikat> kekuatan yang tidak seperti kekuatan manusia, dan tidak seperti kekuatan jin, tetapi kekuatan malaikat jauh lebih besar. Oleh karena itu, mana kala jin Ifrit berkata kepada Sulaiman: أَنَا آتِيكَ بِهِ "" Singgasana ratu Balqis قَبْلَ أَنْ تَقُومَ مِنْ مَقَامِكَ وَإِنِّي عَلَيْهِ لَقَوِيٌّ أَمِينٌ (39) قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ " sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya" Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya,"(QS. An-Naml: 39-40)
Kekuatan Malaikat
Para Ulama mengatakan: Karena laki-laki ini berdoa kepada Allah, maka malaikat membawakan singgasana tersebut dari yaman dan didatangkan ke hadapan Sulaiman di syam. Kekuatan malaikat sangat besar, mereka menarik neraka dengan tujuh puluh ribu tali, setiap tali dipegang oleh tujuh puluh ribu malaikat, maka Nampak bahwa neraka itu besar. Apabila neraka melihat penduduknya dari tempat yang jauh, mereka akan mendengarnya dengan amarah dan teriakan, tidak seperti teriakan burung burung dan mesin, tapi teriakan yang memutus jantung كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ ". Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekumpulan (orang-orang kafir). Penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka: "Apakah belum pernah datang kepada kamu (di dunia) seorang pemberi peringatan?""(QS. Al-Mulk: 8) Allah 'Azza Wa Jalla juga berfirman : تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ الْغَيْظِ " hampir-hampir (neraka) itu terpecah-pecah lantaran marah " terpecah karena sangat marah kepada penduduknya, oleh kerenanya Allah memberikan peringatan kepada kita darinya, tiga perkara tersebut, semuanya adalah peringatan: Kedatangan Rabb Jalla Jalaaluhu, barisan malaikat, yang ketiga dihadirkan neraka jahannam.
Kedatangan Neraka Jahannam
يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى " dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahanam; dan pada hari itu ingatlah manusia akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya." Maksudnya, apabila Allah datang pada hari kiamat, dan para malaikat datang dengan barisan demi barisan, lalu ,eliputi semua makhluk kemudian terjari kejadian-kejadian ang menggentingkan dan mengejutkan semua manusia akan sadar bahwa Allah telah janji akan kedatangan hari ini, dan Allah telah memberitakannya melalui perantara para Rasul shallallaahu 'alaihi wa sallam, mereka telah memberi peringatan dan mewanti-wanti. Tetapi orang yang sudah dipastikan akan memperoleh azab maka dia enggan untuk beriman, walau pun semua ayat datang kepadanya, saat itu juga ia akan sadar, tapi Allah 'Azza Wa Jalla berfirman: وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى " akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya." Di mana manfaat mengingat hari tersebut saat hari tersebut ketika dia telah melihat secara yakin kejadian yang telah dikabarkan kepadanya? Mengapa dahulu tidak mengambil pelajaran, sekarang sudah tidak ada kesempatan lagi?!
Keimanan yang Bermanfaat
Keimanan karena sudah menyaksikan secara langsung tidak akan bermanfaat, karena semua manusia pasti akan beriman meyakini apa yang ia saksikan langsung. Keimanan yang bermanfaat adalah keimanan kepada hal yang ghaib الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ "orang-orang yang beriman kepada yang ghaib"(QS. Al-baqarah: 3) Dia membenarkan berita yang disampaikan oleh rasul-rasul tentang Allah 'Azza Wa Jalla dan hari akhir, pada hari tersebut manusia akan sadar, tetapi Allah 'Azza Wa Jalla mengatakan: وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى " akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya."Maknanya: Jauh tidak mungkin kesadarannya bermanfaat baginya, ketika dia sudah menyaksikan kebenaran.