Makna Kedatangan Allah
Allah subhaanahu wa Ta'ala menyebutkan yang tejadi pada hari ini, Allah berfirman وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا "" Maknanya: Barisan demi barisan, وَجَاءَ رَبُّكَ ""
Kedatangan Allah
Kedatangan ini adalah kedatangan Allah 'Azza Wa Jalla, karena fi'il (kata kerja) disandarkan kepada Allah, dan semua fi'I; yang disandarkan kepada Allah maka ia berdiri (ada) pada diri-Nya bukan pada yang lainnya. Ini adalah sebuah kaedah dalam bahasa Arab, dan ini jyg kaedah dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah, segala apa yang disandarkan Allah (berupa nama dan sifat) kepada diri-Nya maka itu kepunyaan-Nya bukan yang lain-Nya.
Pelajaran dari Kedatangan Allah
Berdasarkan kaedah ini maka yang datang di sini adalah Allah 'Azza wa Jalla. Tidak seperti yang selewengkan oleh para ahlu ta'thil, yang mana mereka mengatakan: Ini adalah kedatang perkara Allah. Pemahaman seperti ini adalah mengeluarkan kalam (pembicaraan) dari makna yang zahir tanpa dalil. Sedangkan akidah yang kita yakini adalah menjalankan ucapan Allah dan Rasul-Nya shallallaahu 'alaihi wasallam sesuai yang zahir, dan tidak menyelewengkannya, dan kita katakana: Sesungguhnya Allah Ta'ala yang datang pada hari kiamat, Dialah sendiri yang datang.
Pertanyaan tentang Kedatangan Allah
Namun bagaimana bentuk kedatangan Allah? Inilah yang tidak kita miliki ilmu tentangnya dan bagaimana caranya Allah datang? Pertanyaan tentang hal semacam ini adalah bid'ah sebagaimana dikatakan Imam Malik rahimahullah ketika beliau ditanya berkaitan dengan firman Allah ta'ala: "Ar-Rahman (Allah) beristiwa di atas arsy"(QS. Thoha: 5) Imam Malik menundukkankepalanya hingga bercucuran keringat karena dahsyatnya pertanyaan tersebut di dalam hatinya, karena itu adalah pertanyaan besar, pertanyaan emnyimpang, pertanyaan ahli bid'ah yang menginginkan keburukan, kemudia beliau mengangkat kepalanya, lalu berkata: " Istiwa (maknanya) tidak asing, kaif (bagaimana cara dan bentuknya) tidak dapat dibayangkan,, mengimaninya adalah kewajiban dan bertanya tentangnya adalah bid'ah" penggalan yang menjadi bukti adalah perkataan beliau: " Bertanya tentangnya adalah bid'ah "
Pelajaran dari Sifat-Sifat Allah
Ambilah pelajaran dari sini pada semua sifat Allah, jika ada yang bertanya kepada kita: Sesungguhnya Allah berfirman: لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ "yang kuciptakan dengan kedua tangan-Ku"(QS. Shaf: 75) Maksudnya: Adam, bagaiaman penciptaannya dengan tangan-Nya? Kita jawab: Ini adalah pertanyaan bid'ah, ia mengatakan lagi: Saya ingin ilmu, saya tidak suka jika ada yang tersembunyi sediikit saja dari sifat-sifat Tuhanku, maka saya ingin tahu bagaimana penciptaan-Nya? Kita katakana kepadanya: Kami akan bertanya kepadamu dengan pertanyaan-pertanyaan yang mudah, siapakan yang lebih bersemangat dalam ilmu anda ataukan para sahabat radhiyallaahu 'anhum? Bisa menjawab: Ya, atau pun menjawab: tidak. Diprediksikan ia akan menjawab: Tidak. Apakah orang yang ditanya olehmu lebih tahu tentang gambaran kaifiyah sifat-sifat Allah 'Azza Wa Jalla ataukah Rasuk 'alaihissholaatu wassalaam? Ia pasti menjawab: Rasul, jika begitu maka para sahabat lebih semangat dalam menuntut ilmu, sedangkan orang yang ditanya dalam pertanyaan saya tadi (rasul) lebih tahu dari orang yang sedang engkau tanya (saya) walaupun begitu, para sahabat tidak bertanya kepadanya, karena mereka berpegang teguh pada adab bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, mereka berkata dalam hati mereka, atau bahkan dengan lisan-lisan mereka: Sungguh Allah lebih mulia dan lebih agung dari sekedar apa yang terlintas di pemahaman-pemahaman dan akal-akal kita berkaitan dengan gambaran sifat-sifat-Nya, Allah 'azza wa Jalla berkata dalam kitab-Nya berkaitan dengan perkara-perkara yang masuk akal: وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا "sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya."(QS. Thoha: 110) dan dalam perkara-perkara yang dijangkai panca indra: لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ " Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui."(QS. Al-An'aam: 103) Lalu kita katakan: Wahai saudaraku, peganglah adab, jangan bertanya bagaimana cara Allah menciptakan Adam dengan tangan-Nya! Sesungguhnya oertanyaan ini adalah bid'ah. Begitupun sifat Allah yang lainnya, seandainya ditanya, bagaimana mata Allah 'Azza Wa Jalla? Kita katakana kepadanya: pertanyaan ini adalah bid'ah. Jika bertanya bagaiamana bentuk tangan Allah 'Azza Wa Jalla: maka kita katakana: Pertanyaan ini adalah bid'ah, hendaknya kamu beradab, dan tidak bertanya tentang bagaimana sifat-sifat Allah 'Azza Wa Jalla, ketika Allah berfirman dalam ayat yang mulia: وَجَاءَ رَبُّكَ "dan datanglah Rabbmu" kemudian bertanya bagaimana datang-Nya? Kita katakana: Ini bid'ah, peganglah kaedah ini, setiap orang yang yang bertanyak bagaimana sifat-sifat Allah maka dia mubtadi' yang menyimpang, dia bertanya sesuatu yang tidak mungkin dijangkau.
Kedatangan Allah pada Hari Kiamat
Sikap kita kepada ayat semisal ayat ini: "" kita beriman bahwa Allah akan datang, tetapi dengan cara bagaimana? Wallaahu a'lam. Dalilnya adalah firman Allah Ta'ala: لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ " Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. "(QS, Asy-Syura: 11) Maka, kita mengetahui peniadaan dan tidak mengetahui dengan penetapan sifat itu, maksudnya kita mengetahui bahwa Allah tidak mungkin datang sebagaimana kedatangan manusia, tetaoi kita tidak menetapkan bagaimana (separti apa) bentuk datangnya Allah, inilah kewajiban kita.
Kedatangan Malaikat pada Hari Kiamat
Firman-Nya: al-Malaku: aliflam di sini menunjukkan umum, maksudnya: meliputi semua malaikat, berdatangan, turun dan meliputi manusia, malaikat dari langit dunia turun, lalu malaikat langit kedua turun, dan begitu seterusnya, mereka meliputi semua manusia, menampakkan keagungan, dengan bigutu, sesungguhnya mereka semua tidak akan mampu lari kekanan dan kekiri, tetapi ini adalah menampakkan keagungan Allah dan gentingnya pada hari bersar ini, para malaikat akan meliputi seluruh makhluk. Hari ini adalah hari yang dipersaksikan, malaikat,manusia jin dan segala hewan-hewan akan menyaksikannya: وَإِذَا الْوُحُوشُ حُشِرَتْ " dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, "(QS. At-Takwir: 5) Hari tersebut adalah hari yang agung, tidak bisa kita bayangkan saat ini, karena hari tersebut lebih besar dari yang kita bayangkan sekali pun.