Makna Ayat
Allah SWT berfirman:
{اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ}
{#Yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.#} (At-Taubah, [9:18])
Hadis Nabi SAW
Allah SWT mempersaksikan keimanan orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid, seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Syuraih, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dari Amr ibnul Haris, bahwa Darij (yakni Abus Samah) pernah menceritakan kepadanya, dari Abul Haisam, dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِذَا رَاَيْتُمُ الرَّجُلَ يَعْتَادُ الْمَسْجِدَ فَاشْهَدُوا لَهٗ بِالْاِيْمَانِ. قَالَ اللّٰهُ تَعٰلٰى اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الاٰخِرِ}
{#"Apabila kalian melihat seorang lelaki biasa pergi ke masjid, maka saksikanlah oleh kalian bahwa dia beriman. Allah SWT telah berfirman, Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian."#}
Hadis Nabi SAW (Lain)
Imam Turmuzi, Ibnu Murdawaih, dan Imam Hakim di dalam kitab Mu.stadrak-nya telah meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Wahb dengan sanad yang sama.
Abdur Rahman ibnu Humaid telah mengatakan di dalam kitab Musnad-nya bahwa telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Muhammad, telah menceritakan kepada kami Saleh Al-Murri, dari Sabit Al-Bannani, dari Maimun ibnu Siyah dan Ja'far ibnu Zaid, dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{اِنَّمَا عُمَّارُ الْمَسَاجِدِ هُمْ اَهْلُ اللّٰهِ}
{#"Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah."#}
Hadis Nabi SAW (Lain)
Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar meriwayatkannya dari Abdul Wahid ibnu Gayyas, dari Saleh ibnu Basyir Al-Murri, dari Sabit, dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{اِنَّمَا عُمَّارُ الْمَسَاجِدِ هُمْ اَهْلُ اللّٰهِ}
{#"Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah."#}
Hadis Nabi SAW (Lain)
Kemudian Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, "Kami tidak mengetahuinya diriwayatkan dari Sabit selain oleh Saleh."
Imam Daruqutni di dalam kitab Ifrad-nya telah meriwayatkannya melalui jalur Hikamah binti Usman ibnu Dinar, dari ayahnya, dari saudaranya-yaitu Malik ibnu Dinar-dari Anas secara marfu':
{اِذَا اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ عَاهَةً نَظَرَ اِلٰى اَهْلِ الْمَسَاجِدِ فَصَرَفَ عَنْهُمْ}
{#"Apabila Allah menghendaki azab atas suatu kaum, maka Dia memandang kepada ahli masjidnya (orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid); maka Allah berpaling dari mereka (tidak jadi mengazab mereka)."#}
Hadis Nabi SAW (Lain)
Kemudian Imam Daruqutni mengatakan bahwa hadis ini garib.
Al-Hafiz Al-Baha'i di dalam kitab Al-Mustaqsa telah meriwayatkan dari ayahnya berikut sanadnya sampai kepada Abu Umayyah At-Tarsusi, bahwa telah menceritakan kepada kami Mansur ibnu Safir, telah menceritakan kepada kami Saleh Al-Murri, dari Sabit, dari Anas secara marfu', bahwa Allah SWT telah berfirman:
{اِنِّيْ لَاَهِمُّ بِاَهْلِ الْاَرْضِ عَذَابًا فَاِذَا نَظَرْتُ اِلٰى عُمَّارِ بُيُوْتِيْ وَاِلَى الْمُتَحَابِّيْنَ فِيَّ وَاِلَى الْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ صَرَفْتُ ذٰلِكَ عَنْهُمْ}
{#"Demi keagungan dan kebesaran-Ku, sesungguhnya Aku hendak menimpakan azab kepada penduduk bumi. tetapi apabila Aku memandang kepada orang-orang yang memakmurkan rumah-rumahKu dan memandang kepada orang-orang yang saling menyukai karena Aku, dan memandang kepada orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur, maka Aku palingkan azab itu dari mereka."#}
Hadis Nabi SAW (Lain)
Kemudian Ibnu Asakir mengatakan bahwa hadis ini berpredikat garib.
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Sa'id, dari Qatadah, telah menceritakan kepada kami Al-Ala ibnu Ziyad, dari Mu'az ibnu Jabal, bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
{اِنَّ الشَّيْطٰنَ ذِئْبُ الْاِنْسَانِ كَذِئْبِ الْغَنَمِ يَأْخُذُ الشَّاةَ الْقَاصِيَةَ وَالنَّاحِيَةَ فَاِيَّاكُمْ وَالشِّعَابَ وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَالْعَامَّةِ وَالْمَسْجِدِ}
{#"Sesungguhnya setan itu adalah serigala manusia, sama halnya dengan serigala kambing: ia memangsa kambing yang jauh dan kambing yang memisahkan diri. Karena itu, hati-hatilah kalian terhadap perpecahan, berpeganglah kalian kepada jamaah (persatuan), publik, dan masjid."#}
Salat
Firman Allah SWT:
{وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ}
{#dan mendirikan salat.#} (At-Taubah, [9:18])
Salat merupakan ibadah badaniah yang paling besar.
{وَاٰتَى الزَّكٰوةَ}
{#dan menunaikan zakat.#} (At-Taubah, [9:18])
Zakat adalah amal yang paling utama, manfaatnya mengalir sampai kepada orang lain dalam bentuk santunan.
Firman Allah SWT
Firman Allah SWT:
{وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ}
{#dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah.#} (At-Taubah, [9:18])
Yakni tidak takut dan tidak gentar kecuali hanya kepada Allah SWT
{فَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ}
{#maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.#} (At-Taubah, [9:18])
Makna Ayat
Ali Ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Sesungguhnya orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Allah adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian.#} (At-Taubah, [9:18]) Yakni orang yang menauhidkan Allah dan beriman dengan adanya hari kemudian, yakni beriman kepada apa yang diturunkan oleh Allah. {#dan mendirikan salat.#} (At-Taubah, [9:18]) Yaitu salat lima waktu. {#dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah.#} (At-Taubah, [9:18]) Maksudnya, tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah. Kemudian Allah SWT berfirman: {#maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.#} (At-Taubah, [9:18]) Yakni sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang berbahagia, seperti pengertian yang terkandung di dalam firman Allah SWT kepada Nabi-Nya:
{عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا}
{#mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.#} (Al-lsra, [17:79])
Yaitu syafaat. Semua lafaz 'ASĀ yang terdapat di dalam Al-Qur'an mengandung arti "hal yang pasti."
Makna Ayat
Muhammad ibnu Ishaq ibnu Yasar mengatakan bahwa 'ASĀ (mudah-mudahan) yang dari Allah mengandung hal yang pasti.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.