Makna Kata "Dunia" dalam Al-Qur'an
Ini adalah permulaan celaan yang ditujukan kepada orang-orang yang tidak ikut dengan Rasulullah SAW dalam Perang Tabuk. Saat itu buah-buahan sedang meranum dan masak, dan cuaca sangat terik dan panas. Maka Allah SWT berfirman:
{يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَا لَكُمْ اِذَا قِيْلَ لَكُمُ انْفِرُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ}
{#Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kalian, "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah.#} (At-Taubah, [9:38])
Artinya, apabila kalian diseru untuk berperang di jalan Allah.
{اثَّاقَلْتُمْ اِلَى الْاَرْضِ}
{#kalian merasa berat dan ingin tinggal di tempat kalian?#} (At-Taubah, [9:38])
Yakni kalian malas dan cenderung untuk tetap tinggal di tempat dengan penuh kesantaian dan menikmati buah-buahan yang telah masak.
{اَرَضِيْتُمْ بِالْحَيٰوةِ الدُّنْيَا مِنَ الْاٰخِرَةِ}
{#Apakah kalian puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat?#} (At-Taubah, [9:38])
Maksudnya, mengapa kalian melakukan demikian; kalian puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan akhirat (Pahala akhirat) ?
Kemudian Allah SWT memerintahkan berzuhud terhadap kehidupan di dunia dan menganjurkan kepada pahala akhirat. Untuk itu, Allah SWT berfirman:
{فَمَا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا قَلِيْلٌ}
{#padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.#} (At-Taubah, [9:38])
Perumpamaan Kehidupan di Dunia
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki' dan Yahya ibnu Sa'id; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Isma'il ibnu Abu Khalid, dari Qais, dari Al-Mustaurid (saudara lelaki Bani Fihr) yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{مَا الدُّنْيَا فِى الْاٰخِرَةِ اِلَّا كَمَا يَجْعَلُ اِصْبَعَهٗ هٰذِهٖ فِى الْيَمِّ فَلْيَنْظُرْ بِمَا تَرْجِعُ وَاَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ}
{#"Tiada kehidupan di dunia ini dibandingkan dengan kehidupan di akhirat, melainkan sebagaimana seseorang di antara kalian memasukkan jarinya ke dalam laut, maka hendaklah ia melihat apa yng didapati oleh jarinya? Rasulullah SAW mengucapkan demikian seraya berisyarat dengan jari telunjuknya."#}
Hadis ini diketengahkan secara munfarid oleh Imam Muslim.
Perumpamaan Kehidupan di Dunia sebagai Bebekal Musafir
As-Sauri telah meriwayatkan dari Al-A'masy sehubungan dengan makna firman-Nya: {#padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.#} (At-Taubah, [9:38]) Menurutnya, perumpamaannya sama dengan bekal yang dibawa oleh seorang musafir.
Kehidupan di Dunia yang Tidak Berarti
Abdul Aziz ibnu Abu Hazim telah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa ketika Abdul Aziz ibnu Marwan menjelang kematiannya, ia mengatakan, "Berikanlah kepadaku kain kafan yang akan dipakai untuk mengafani diriku. untuk aku lihat." Ketika kain kafan itu diletakkan di hadapannya, maka ia memandang ke arah kain itu dan berkata, "Bukankah aku memiliki yang banyak, tiada yang menemaniku dari dunia ini kecuali hanya kain kafan ini?" Kemudian ia memalingkan punggungnya seraya menangis dan berkata, "Celakalah engkau, hai dunia, sebagai rumah. Sesungguhnya banyakmu hanyalah sedikit, sedikitmu hanyalah kecil, dan sesungguhnya kami yang bergelimang denganmu benar-benar dalam keadaan teperdaya."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.