Surat At-Taubah Ayat 95
Surat At-Taubah ayat 95: Ibnu Jarir meriwayatkan, bahwa Abdullah bin Ka’ab berkata: Aku mendengar Ka’ab bin Malik berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pulang dari Tabuk, Beliau duduk menghadap orang-orang. Ketika Beliau sedang berbuat begitu, tiba-tiba orang-orang yang tidak ikut berperang datang dan mengemukakan uzur sambil bersumpah. Jumlah mereka ada delapan puluh orang lebih, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menerima lahiriah mereka, membai’at mereka dan memintakan ampunan untuk mereka, serta menyerahkan batin mereka kepada Allah, sedangkan aku berkata jujur.”
Ka’ab melanjutkan kata-katanya, “Demi Allah, tidak ada nikmat yang Allah berikan kepadaku yang paling besar bagiku setelah ditunjukkan-Nya ke dalam Islam daripada kejujuranku, sehingga aku tidak berkata dusta yang membuatku binasa sebagaimana mereka yang berdusta binasa. Sesungguhnya Allah berfirman kepada mereka yang berdusta ketika Dia menurunkan wahyu dengan firman-Nya yang lebih keras dari apa yang difirmankan-Nya kepada seseorang, “Sayahlifuuna billahi lakum idzanqalabtum ilaihim…dst. Sampai Fa innallaha laa yardhaa ‘anil qaumil faasiqiin.” (At Taubah: 95-96). (Hadits ini para perawinya adalah para perawi kitab shahih).
Sikap Rasulullah terhadap Pelaku Dosa
Dari beberapa ayat di atas dapat diketahui, bahwa pelaku dosa tersebut (yakni mereka yang tidak berperang) disikapi dengan beberapa sikap; ada yang diterima kata-kata dan uzurnya, ada yang diberi hukuman dan ta’zir (sanksi menurut ijtihad hakim) terhadap dosa mereka, dan ada pula yang ditinggalkan (yakni tidak dipedulikan) dan tidak usah dihukum karena najis (kotor)nya batin dan amal mereka sebagaimana yang disebutkan dalam ayat di atas, dan inilah yang paling buruk, wal ‘iyaadz billah.
Penjelasan
Yakni dari Tabuk, bahwa mereka tidak ikut karena beruzur.
Yakni tidak mencela mereka.