Tafsir Ayat
Manakala Allah menyebutkan orang-orang munafik yang mampu tetapi tidak mau pergi berperang, dan bahwa mereka tidak memiliki alasan, maka kemudian Dia menyampaikan bahwa mereka akan mengemukakan alasannya إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ "kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka", dari medan perang.
قُلْ "Katakanlah", kepada mereka, لا تَعْتَذِرُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكُمْ "Janganlah kamu mengemukakan udzur, kami tidak percaya lagi kepadamu", yakni Kami tidak akan mempercayai alasan dustamu.
قَدْ نَبَّأَنَا اللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ "(Karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya." Dan Dia Mahabenar dalam perkataanNya, jadi tiada berguna lagi alasan kalian, karena mereka mengemukakan alasan yang bertentangan dengan apa yang dinyatakan oleh Allah, dan mustahil mereka benar dalam perkara di mana mereka menyelisihi berita Allah yang merupakan tingkatan paling tinggi dalam hal kebenaran.
وَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ "Dan Allah serta RasulNya akan melihat pekerjaanmu", di dunia, karena timbangan kebenaran dan kedustaan adalah amal perbuatan, adapun ucapan saja tidak me-nunjukkan hal tersebut.
ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ "Kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata", yang tiada sesuatu pun yang samar bagiNya.
فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ "Lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan," baik dan buruknya, Dia akan membalasnya dengan keadilan dan karuniaNya tanpa menzhalimimu sedikit pun.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.