Surat At-Taubah ayat 128
Oleh karena itu, hak Beliau harus didahulukan di atas semua hak makhluk, dan wajib bagi umatnya beriman kepadanya, memuliakannya, membantunya dan menghormatinya.
laqad jā'akum rasūlum min anfusikum ‘azīzun ‘alaihi mā ‘anittum ḥarīṣun ‘alaikum bil-mu'minīna ra'ūfur raḥīm
Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.
Oleh karena itu, hak Beliau harus didahulukan di atas semua hak makhluk, dan wajib bagi umatnya beriman kepadanya, memuliakannya, membantunya dan menghormatinya.
Wahai manusia, telah datang kepada kalian seorang rasul dari jenis manusia yang bentuknya sama seperti kalian.
Ia merasa sedih melihat penderitaan yang kalian rasakan.
Ia berusaha keras untuk memberi petunjuk kepada kalian, dan sangat mengasihi dan menyayangi orang-orang Mukmin.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sesungguhnya telah datang kepada kalian (hai orang-orang mukmin) seorang Rasul dari kaum kalian sendiri. Dia merasakan susah dan berat atas penderitaan dan siksaan yang kalian terima. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan kalian. Dia pun amat berbelas kasihan dan penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Wahai bangsa Arab sungguh telah datang kepada kalian seorang rasul dari golongan kalian yang terasa keras dan berat penderitaan kalian baginya, yaitu kepayahan dan penderitaan kalian oleh azab dunia atau akhirat, rasul yang sangat menginginkan keimanan kalian dan keluarnya kalian dari neraka, dan sangat mengasihi dan menyayangi orang-orang mukmin.
Ra’fah itu lebih lembut dari rahmah, yang mana disertai dengan kelemah lembutan yang mampu menghilangkan sebab suatu musibah. Dan rahmat itu di dalamnya mengandung kebaikan dan pemberian.
Allah ﷻ memberi nikmat kepada hamba-hambaNya yang beriman dalam bentuk diutusnya seorang Nabi yang ummi, yang termasuk dari kalangan mereka, mereka mengetahui keadaannya, memungkinkan mereka untuk mengambil keteladanan darinya, dan mereka tidak merasa rendah diri untuk tunduk kepadanya, dia sangat mengasihi mereka dan berusaha mewujudkan kebaikan mereka.
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَاعَنِتُّمْ "Berat terasa olehnya penderitaanmu." Yakni perkara yang memberatkan dan menyulitkanmu juga memberatkannya.
حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ "Sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu." Dia menyukai kebaikan bagimu, berusaha keras menyampaikannya kepadamu, bersungguh-sungguh memberimu hidayah kepada iman, membenci keburukan menimpamu, dan ber-usaha keras menjauhkannya darimu.
بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ "Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin." Yakni sangat belas kasih, dan sangat sayang kepada mereka melebihi ayah ibu mereka.
Oleh karena itu haknya didahulukan di atas hak makhluk yang lain. Wajib atas umat ini untuk beriman kepadanya, menghormatinya, menghargainya dan mendukungnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Sungguh benar-benar telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian dari jenis kalian Berat baginya berat dan susah baginya penderitaan kalian sesuatu yang membuat kalian menderita sangat menginginkan (keimanan) bagi kalian, belas kasihan dan penyayang terhadap orang-orang mukmin
Allah SWT menyebutkan limpahan nikmat yang telah diberikan-Nya kepada orang-orang mukmin melalui seorang rasul yang diutus olehNya dari kalangan mereka sendiri, yakni dari bangsa mereka dan sebahasa dengan mereka. Hal ini telah didoakan oleh Nabi Ibrahim AS, seperti yang disitir oleh firman-Nya:
{رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ}
{#Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri.#} (Al-Baqarah, [2:129])
Dan firman Allah SWT:
{لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ}
{#Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri.#} (Ali Imran, [3:164])
Adapun firman Allah SWT:
{لَقَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ}
{#Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri.#} (At-Taubah, [9:128])
Yakni dari kalangan kalian sendiri dan sebahasa dengan kalian. Ja'far ibnu Abu Talib RA berkata kepada Raja Najasyi, dan Al-Mugirah ibnu Syu'bah berkata kepada Kaisar Romawi, "Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada kami seorang rasul dari kalangan kami sendiri. Kami mengenal nasab (keturunan)nya, sifatnya, tempat keluar dan tempat masuknya, serta kebenaran (kejujuran) dan amanatnya, hingga akhir hadis."
Sufyan ibnu Uyaynah telah meriwayatkan dari Ja'far ibnu Muhammad, dari ayahnya, sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri.#} (At-Taubah, [9:128]) Bahwa tiada sesuatu pun dari perkawinan Jahiliah yang menyentuhnya.
Nabi SAW pernah bersabda:
{خَرَجْتُ مِنْ نِكَاحٍ وَلَمْ اَخْرُجْ مِنْ سِفَاحِ}
{#"Aku dilahirkan dari hasil pernikahan, dan bukan dilahirkan dari sifah (perkawinan ala Jahiliah)."#}
Melalui jalur lain secara mausul disebutkan oleh Al-Hafiz Abu Muhammad Al-Hasan ibnu Abdur Rahman Ar-Ramharmuzi di dalam kitabnya yang berjudul Al-Fasil Bainar Rawi wal Wa'i. Disebutkan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Ahmad Yusuf ibnu Harun ibnu Ziyad, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja'far ibnu Muhammad yang mengatakan bahwa ia bersumpah bahwa ayahnya pernah menceritakan hadis berikut dari kakeknya, dari Ali yang mengatakan, "Rasulullah SAW pernah bersabda:
{خَرَجْتُ مِنْ نِكَاحٍ وَلَمْ اَخْرُجْ مِنْ سِفَاحٍ مِنْ لَدُنْ اٰدَمَ اِلٰى اَنْ وَلَدَنِيْ اَبِيْ وَاُمِّيْ لَمْ يَمَسَّنِيْ مِنْ سِفَاحِ الْجَاهِلِيَّةِ شَيْءٌ}
{#Aku dilahirkan dari hasil pernikahan dan bukan dilahirkan dari sifah, sejak Adam hingga ayah dan ibuku melahirkan diriku. Dan tiada sesuatupun dari sifat Jahiliah yang menyentuhku.#}
Firman Allah SWT:
{عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ}
{#berat terasa olehnya penderitaan kalian.#} (At-Taubah, [9:128])
Yakni terasa berat olehnya sesuatu yang membuat umatnya menderita karenanya. Karena itu, di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan melalui berbagai jalur disebutkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
{بُعِثْتُ بِالْحَنِيفِيَّةِ السَّمْحَةِ}
{#"Aku diutus dengan membawa agama Islam yang hanif lagi penuh dengan toleransi."#}
Di dalam hadis sahih disebutkan:
{اِنَّ هٰذَا الدِّيْنَ يُسْرٌ وَشَرِيْعَتَهٗ كُلَّهَا سَهْلَةٌ سَمْحَةٌ كَامِلَةٌ يَسِيْرَةٌ عَلٰى مَنْ يَسَّرَهَا اللّٰهُ تَعٰلٰى عَلَيْهِ}
{#Sesungguhnya agama ini mudah, semua syariatnya mudah, penuh dengan toleransi lagi sempurna. Ia mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah dalam mengerjakannya.#}
Firman Allah SWT:
{حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ}
{#sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian.#} (At-Taubah, [9:128])
Artinya, sangat menginginkan kalian beroleh hidayah dan menghantarkan manfaat dunia dan akhirat buat kalian.
Imam Tabrani mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah Al-Hadrami, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdullah ibnu Yazid Al-Muqri, telah menceritakan kepada kami Sufyan ibnu Uyaynah, dari Qutn, dari Abut Tufail, dari Abu Dzar yang mengatakan, "Rasulullah SAW meninggalkan kami tanpa ada seekor burung pun yang mengepakkan sayapnya di langit melainkan beliau menyebutkan kepada kami ilmu mengenainya." Rasulullah SAW telah bersabda:
{مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقْرَبُ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ اِلَّا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ}
{#Tiada sesuatu pun yang tersisa dari apa yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka, melainkan semuanya telah dijelaskan kepada kalian.#}
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Qatn, telah menceritakan kepada kami Al-Mas'udi, dari Al-Hasan ibnu Sa'd, dari Abdah Al-Huzali, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
{اِنَّ اللّٰهَ لَمْ يُحَرِّمْ حُرْمَةً اِلَّا وَقَدْ عَلِمَ اَنَّهٗ سَيَطَّلِعُهَا مِنْكُمْ مُطَّلِعٌ. اَلَا وَاِنِّيْ اٰخِذٌ بِحُجَزِكُمْ اَنْ تَهَافَتُوْا فِى النَّارِ كَتَهَافُتِ الْفِرَاشِ اَوِ الذُّبَابِ}
{#Sesungguhnya Allah tidak sekali-kali mengharamkan sesuatu melainkan Dia telah mengetahui bahwa kelak akan ada dari kalian yang melanggarnya. Ingatlah, sesungguhnya akulah yang menghalang-halangi kalian agar jangan sampai kalian berhamburan terjun ke neraka sebagaimana berhamburannya laron atau lalat.#}
Imam Ahmad mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Hasan ibnu Musa, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ali ibnu Zaid ibnu Jad'an, dari Yusuf ibnu Mahran, dari Ibnu Abbas, bahwa Rasulullah SAW dalam mimpinya kedatangan dua malaikat, salah seorangnya duduk di dekat kedua kakinya, sedangkan yang lain duduk di dekat kepalanya. Maka malaikat yang ada di dekat kedua kakinya berkata kepada malaikat yang ada di dekat kepalanya, "Buatlah perumpamaan orang ini dan perumpamaan umatnya." Malaikat yang satunya lagi menjawab, "Sesungguhnya perumpamaan dia dan perumpamaan umatnya sama dengan suatu kaum yang musafir, lalu mereka sampai di tepi Padang Sahara. Saat itu mereka tidak mempunyai bekal lagi untuk menempuh Padang Sahara di hadapan mereka, tidak pula memiliki bekal untuk pulang. Ketika mereka dalam keadaan demikian, tiba-tiba datanglah kepada mereka seorang lelaki yang memakai pakaian kain Hibarah, lalu ia berkata, 'Bagaimanakah pendapat kalian jika aku bawa kalian ke taman yang subur dan telaga yang berlimpah airnya serta menyegarkan. Apakah kalian mau mengikutiku?' Mereka menjawab, 'Ya.' Maka lelaki itu berangkat bersama mereka hingga membawa mereka sampai di taman yang subur dan telaga yang berlimpah airnya lagi menyegarkan. Lalu mereka makan dan minum hingga menjadi gemuk. Kemudian lelaki itu berkata kepada mereka, 'Bukankah aku menjumpai kalian dalam keadaan yang sengsara, lalu kalian berserah diri kepadaku; bahwa jika aku membawa kalian ke taman yang subur dan telaga yang berlimpah airnya, maka kalian akan mengikutiku?' Mereka menjawab, 'Memang benar.' Lelaki itu berkata, 'Sesungguhnya di hadapan kalian terdapat taman lain yang lebih subur daripada taman ini, dan terdapat pula telaga yang lebih berlimpah airnya daripada ini. Maka mengikutlah kalian kepadaku.' Segolongan dari mereka berkata, 'Demi Allah, lelaki ini berkata benar, kami sungguh akan mengikutinya.' Golongan yang lainnya mengatakan, 'Kami rela dengan orang ini dan kami akan tetap mengikutinya'."
Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Salamah ibnu Syabib dan Ahmad ibnu Mansur. Keduanya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnul Hakam ibnu Aban, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Ikrimah, dari Abu Hurairah RA yang menceritakan bahwa pernah seorang Arab Badui datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta tolong kepadanya tentang sesuatu yang menyangkut masalah diat (kata Ikrimah). Maka Rasulullah SAW memberinya sesuatu seraya bersabda, "Aku berbuat baik kepadamu." Tetapi lelaki Badui itu menjawab, "Tidak, engkau belum berbuat baik." Maka sebagian dari kalangan kaum muslim yang ada pada waktu itu marah dan hampir bangkit menghajar lelaki Badui itu, tetapi Rasulullah SAW memberikan isyarat kepada mereka untuk menahan dirinya. Ketika Rasulullah SAW bangkit meninggalkan majelisnya dan sampai di rumahnya, maka beliau mengundang lelaki Badui itu untuk datang ke rumahnya. Lalu beliau bersabda (kepada lelaki Badui itu)."Sesungguhnya engkau datang kepada kami hanyalah untuk meminta dari kami, lalu kami memberimu, tetapi engkau mengatakan apa yang telah engkau katakan tadi." Lalu Rasulullah SAW memberi tambahan pemberian kepada lelaki Badui itu seraya bersabda, "Bukankah aku telah berbuat baik kepadamu?" Lelaki Badui itu menjawab, "Ya, semoga Allah memberikan balasan yang baik kepadamu atas perbuatan baikmu kepada ahli dan famili(mu)." Nabi SAW bersabda, "Sesungguhnya engkau datang kepada kami, lalu kami memberimu dan engkau mengatakan apa yang telah engkau katakan tadi, maka karena perkataanmu itu dalam diri sahabat-sahabatku terdapat ganjalan terhadap dirimu. Karena itu, apabila engkau menemui mereka, katakanlah di hadapan mereka apa yang tadi baru kamu katakan, agar ganjalan itu lenyap dari dada mereka." Lelaki Badui itu menjawab, "Ya." Setelah lelaki Badui itu datang, maka Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya teman kalian ini pada awal mulanya datang kepada kita. lalu ia meminta kepada kita dan kita memberinya, tetapi ia mengatakan apa yang telah dikatakannya tadi. Lalu aku memanggilnya dan aku beri lagi dia, dan ternyata dia mengungkapkan pengakuannya bahwa dirinya telah puas dengan pemberian itu. Bukankah demikian, hai orang Badui?" Lelaki Badui itu menjawab, "Ya, semoga Allah membalasmu atas kebaikanmu kepada ahli dan famili(mu) dengan balasan yang baik." Maka Nabi SAW bersabda: Sesungguhnya perumpamaanku dengan orang Arab Badui ini sama dengan perumpamaan seorang lelaki yang memiliki seekor unta, lalu untanya itu larat dan kabur. Kemudian orang-orang mengejarnya, tetapi unta itu justru makin bertambah larat. Maka lelaki pemilik unta itu berkata kepada mereka, "Biarkanlah aku sendirian dengan unta itu, karena aku lebih sayang kepadanya dan lebih mengenalnya." Maka lelaki itu menuju ke arah untanya dan mengambil rerumputan tanah untuknya serta memanggilnya, hingga akhirnya unta itu datang dan memenuhi seruan tuannya, lalu si lelaki itu mengikatkan pelananya di atas punggung untanya itu. Dan sesungguhnya aku jika menuruti kemauan kalian karena apa yang telah dikatakannya tadi, niscaya dia akan masuk neraka.
Hadis ini merupakan riwayat Al-Bazzar, kemudian Al-Bazzar mengatakan bahwa ia tidak mengetahui si perawi meriwayatkan hadis ini melainkan hanya dari jalur tersebut.
Menurut kami, hadis ini daif karena keadaan Ibrahim ibnul Hakam ibnu Aban.
Firman Allah SWT:
{بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ}
{#amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.#} (At-Taubah, [9:128])
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:
{وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ}
{#Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan." Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.#} (Asy-Syu'ara, [26:215]-[26:217])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Allah SWT berfirman seraya memberikan nikmat kepada orang-orang mukmin melalui seorang rasul yang dari kalangan mereka, yaitu dari bangsa mereka dan dalam bahasa mereka. sebagaimana nabi Ibrahim berdoa: (Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri) (Surah Al-Baqarah: 129) Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri) (Surah Ali Imran: 164) Allah SWT juga berfirman: (Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri) yaitu dari kalangan kalian dan dalam bahasa kalian. sebagaimana Ja'far bin Abu Thalib berkata kepada orang Najasyi, dan Al-Mughirah bin Syu'bah berkata kepada Kaisar,"Sesungguhnya Allah telah mengutus kepada kami seorang rasul dari kalangan kami. Kami mengenal keturunannya, sifatnya, tempat masuk dan tempat keluarnya, serta kejujuran dan amanatnya, hingga akhir hadis."
Firman Allah SWT: (berat terasa olehnya penderitaan kalian) yaitu terasa berat olehnya sesuatu yang membuat umatnya menderita karenanya. Oleh karena itu, isebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari berbagai jalur tentang beliau bahwa beliau bersabda,”Aku diutus dengan membawa agama Islam yang lurus lagi penuh dengan toleransi” dan dalam hadits shahih,”Sesungguhnya agama ini mudah, semua syariatnya mudah, penuh dengan toleransi lagi sempurna. Mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah dalam mengerjakannya (sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian) yaitu memberi petunjuk kepada kalian dan menghantarkan manfaat dunia dan akhirat untuk kalian.
Firman Allah: (amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin) sebagaimana firmanNya: (Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (215) Jika mereka mendurhakaimu. maka katakanlah, "Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan” (216) Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang (217)) (Surah Asy-Syu'ara) Demikian juga Allah memerintahkan dalam ayat yang mulia ini, yaitu firmanNya SWT: (Jika mereka berpaling) yaitu kalian berpaling dari apa yang engkau bawa kepada mereka, yaitu dari syariat yang agung, suci, sempurna dan menyeluruh (maka katakanlah, "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia) yaitu Allahlah yang memberikan kecukupan kepadaku (Tidak ada Tuhan selain Dia, dan hanya kepadaNya aku bertawakal) sebagaimana Allah SWT berfirman ((Dialah) Tuhan masyriq dan magrib, tidak ada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung (9)) (Surah Al-Muzzammil)
(Dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung”) yaitu Dia adalah Pemiliki dan Pencipta segala sesuatu, karena Dia adalah Tuhan 'Arsy yang agung yang merupakan atap dari semua makhluk. Semua makhluk di langit, bumi, dan segala sesuatu yang ada pada keduanya dan ada di antara keduanya berada di bawah 'Arsy dan tunduk di bawah kekuasaan Allah SWT, Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu, kekuasaanNya menjangkau segala sesuatu, dan Dialah Pelindung segala sesuatu.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari kaum kalian sendiri) dari kalangan kalian sendiri, yaitu Nabi Muhammad saw. (berat terasa) dirasa berat (olehnya apa yang kalian derita) yaitu penderitaan kalian, yang dimaksud ialah penderitaan dan musibah yang menimpa diri kalian (sangat menginginkan bagi kalian) hidayah dan keselamatan (lagi terhadap orang-orang mukmin amat belas kasihan) sangat belas kasihan (lagi penyayang) ia selalu mengharapkan kebaikan bagi mereka.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Ayat yang lalu diakhiri dengan penegasan bahwa hati orang munafik dipalingkan dari kebenaran karena sesungguhnya mereka tidak mau memahami kebenaran walaupun yang membawa kebenaran tersebut adalah Nabi Muhammad yang sangat penyantun dan penyayang sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut ini.
Demi kebesaran dan keagungan Tuhan, sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul yang mulia dari kaummu sendiri sehingga tidak asing bagi kamu, sangat berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami baik derita lahir maupun batin, dia sangat menginginkan kebaikan, kabahagiaan dan keselamatan bagimu, yakni bagi kamu semua baik yang muslim maupun yang kafir, dia sangat penyantun dan penyayang, yakni memberi kebaikan secara melimpah melebihi kebutuhan maupun sesuai kebutuhan terhadap orang-orang yang beriman.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Wahai orang-orang arab.
رَسُولٌ(seorang Rasul)
Yang diutus Allah kepada kalian, yang membawa tugas yang agung.
مِّنْ أَنفُسِكُمْ(dari kaummu sendiri)
Yang merupakan orang Arab, dan tidak ada dari suku-suku Arab kecuali mempunyai garis keturunan kepadanya baik itu suku Mudhar, Rabi’ah, atau Yaman; yakni kalian telah melahirkannya wahai orang-orang Arab.
Al-Jazzaj berpendapat: ini merupakan kalimat yang ditujukan bagi seluruh penduduk bumi, yakni dia merupakan keturunan bani Adam yang diturunkan kepada mereka sebagai bentuk kasih sayang untuk mereka.
عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ(berat terasa olehnya penderitaanmu)
Makna (العنت) yakni kesusahan dan penderitaan orang-orang beriman baik itu di dunia maupun di akhirat.
حَرِيصٌ عَلَيْكُم(sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu)
Yakni sangat tidak meninginkan kalian masuk neraka, dan mengharapkan keimanan kalian.
بِالْمُؤْمِنِينَ(terhadap orang-orang mukmin)
Baik itu dari kalian wahai orang-orang Arab atau lainnya, ia sangat belas kasihan lagi penyayang.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.