Makna kata
Maknanya: Mengawali penciptaannya, مِنْ عَلَقٍ"dari segumpal darah" 'Alaq adalah isim jamak dari 'alaqoh, sama seperti شَجَر [Syajar] adalah isim jamak dari شَجَرَة (pohon).
Penciptaan Manusia
Allah 'Azza Wa Jalla menjelaskan bahwa Dia menciptakan manusia dari segumpal darah, tetapi itu akan berkembang. Dalam ayat-ayat lainnya Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan dari tanah, di ayat lainnya dijelaskan bahwa manusia dibuat dari tanah liat, di ayat lainnya dijelaskan bahwa manusia terbuat dari tembikar, di ayat lainnya dijelaskan tercipta dari air yang memancar, dan di ayat lainnya tercipta dari air yang hina. Sedangkan dalam ayat ini dijelaskan tercipta dari segmpal darah, apa ini semua bertentangan?
Jawaban
Jawabannya: Tidak ada pertentangan di dalamnya, dan tidak mingkin ada pertentangan di dalam firman Allah Ta'ala, atau hadits-hadits shahih dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam, tidak akan ada pertentangan selamanya, Allah Ta'ala berfirman: وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا "Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya"(An-Nisa: 82)
Penjelasan tentang Penciptaan Manusia dari Tanah
Adapun penjelasan tentang penciptaan manusia dari tanah: karena manusia pertama kali diciptakan dengan tanah, kemudian di campur air, maka berubah menjadi tanah liat. Kemudian dibiarkan menjadi tanah kering, kemudian didiamkan secara lama, jadilah tembikar, yang apabila anda pukul akan terdengan suara.
Penciptaan dari Sisi Lain
Kemudian Allah 'Azza Wa Jalla menciptakan daging dan tulang, kemudian terbungkus dan seterusnya, ini adalah penciptaan yang kaitannya dengan Adam. Penciptaan dari sisi lain, dari anak-anak adam, awal pemulaannya adalah dari sperma, ia adalah air yang hina, ia juga adalah air yang memancar. Sperma tersebut akan menetap di rahim selama 40 hari, kemudian berupah sedikit demi sedikit, dengan sempurnanya 40 hari akan berkembang hingga menjadi segumpal darah, kamudian mulailah ia berkembang dan memadat, sedikit demi sedikit, jika telah berlalu 80 hari ia berubah menjadi segumpal daging yang ukurannya kira kira sebesar sesuatu yang bisa dikunyah manusia, setelah itu pun akan berlalu 40 hari, jika dijumlahkan maka menjadi 120 hari. Itulah 4 bulan sempurna, setelah empat bulan sempurna, Allah akan mengutus malaikat yang ditugaskan mengurusi rahim-rahim ibu, lalu ditiupkan ruh ke dalamnya, ruh masuk kedalam jasad dengan izin Allah 'Azza Wa Jalla.
Ruh Manusia
Ruh tidak mungkin kita ketahui hakikatnya dan unsur kandungannya, sedangkan jasad asal muasalnya dari tanah, kamudian rahim-rahim perempuan dari sperma, tetapi ruh kita tidak tahu asal muasalnya dari apakah dia? وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا "Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit"(Al-Isra: 85)
Malaikat Meniupkan Ruh
Malaikat meniupkan ruh ke janin tersebut, maka ia mulai bergerak, karena pertumpuhan pertamanya seperti pertumbuhan tumbuhan tanpa terasa, setealah ruh ditiupkan ia menjadi manusia yang bergerak, oleh karenanya, jika kandungan gugur sebelum berumur 4 bulan, ia dikuburkan di tempat apapun, tanpa dimandikan, dikafani dan dishalatkan, ia pun tidak akan dibangkitkan. Karena dia belum menjadi manusia. Sedangkan setelah 4 bulan, jika ia gugur, maka wajib dimandikan, dikafani, disholatkan dan dikubur di pemakaman. Karena dia telah menjadi manusia, dan diberi nama juga, karena dihari kiamat dia akan dipanggil dengan namanya, dan diakikahi. Tetapi kaharusan mengakikahinya tidak sama seperti bayi yang lahir hingga tujuh hari.
Tempat Tinggal Manusia
Intinya, janin tersebut berkembang di rahim ibunya hingga menjadi manusia, kemudian Allah Wa Jalla mengizinkannya, setelah berlalu biasanya 9 bulan lalu ia keluar ke dunia ini. Pada kesempatan ini, saya menjelaskan bahwa manusia memiliki 4 tempat tinggal: Pertama: Di perut ibunya. Kedua: Di dunia. Ketiga: Di alam barzakh, Keempat: Di surga atau di neraka, dan inilah tempat terakhir.