Makna Ayat
Firman Allah SWT dalam surat Ali Imran ayat 3-4 adalah:
فِيهَا maknanya: Didalam lembaran-lembaran tersebut terdapat كُتُبٌ قَيِّمَةٌ kitab-kitab yang lurus " Kitab-kitab: maknanya: tulisan-tulisan yang tertulis yang lurus, كُتُبٌ [Kutubun] bentuk jamak dari كِتَاب [kitab: buku] bermakna yang ditulis. Makna ayat ini: Bahwa di dalam lembaran-lembaran ini, terdapat tulisan-tulisan yang lurus, yang Allah 'Azza Wa Jalla tulis.
Dan dikethui bahwa apabila seorang insan membuka lembaran-lembaran al-Quran akan mendapatinya demikian, dia akan mendapati al-Quran berupa tulisan-tulisan yang lurus, perhatikanlah yang didatangkan oleh al-Quran berupa penetapan pengesaan Allah 'Azza Wa Jalla, pemujian dan pengagungan, dan pensucian kepada-Nya, anda akan mendapati Al-Quran penuh dengan hal itu. Perhatikanlah apa-apa yang terkandung dalam Al-Quran berupa penyebutan sifat Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dan sifat para sahabatnya dari kalangan muhajirin dan anshar, dan sifat para pengikut mereka dalam kebaikan.
Perhatikanlah apa-apa yang disebutkan dalam al-Quran beurpa perintah untuk shalat, zakat, puasa, haji dan perkara lainnya, termasuk akhlak-akhlak mulia, anda akan mendapatinya segalah yang didatangkan oleh Al-Quran lurus dengan sendirinya, dan dia pun meluruskan yang lainnya فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ " di dalamnya terdapat (isi) kitab-kitab yang lurus."
Dengan demikian, Allah memberitakan dalam ayat ini bahwa tidak mungkin mereka orang-orang kafir baik ahlulkitab dan juga orang-orang musyrik meninggalkan agama mereka, sampai datang kepada mereka bukti. Lalu setelah datang kepada mereka bukti itu, apakah mereka meninggalkan agama mereka, meninggalkan kekufuran mereka dan kesyirikan mereka?
Jawabanya: Allah ta'ala berfirman: وَمَا تَفَرَّقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَةُ " Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata." Yakni: Setelah datang bukti kepada mereka, mereka berselisih, di antara mereka ada yang beriman dan di antara mereka ada yang kafir. Dari kalangan nasrani ada yang beriman seperti raja Najasyi, raja negeri habasyah, dan dari kalangan yahudi pun ada yang beriman seperti Abdullah bin Salam radhiyallaah 'anhu. Di antara mereka ada yang beriman ada juga yang kafir, dan siapa saja yang Allah ketahui bahwa ia menginginkan kebaikan, dan menginginkan gama untuk Allah, dia akan beriman dan mendaoatkan taufiq untuk beriman, dan siapa saja yang tidak demikian maka ia akan ditunjukkan kepada kekufuran, dan begitu juga, dari kalangan orang-orang musyrik ada yang beriman, dan alangkah manyaknya orang-orang musyrik dari kalangan quraisy yang beriman, orang-orang quraisy sebelum di utusnya Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, masih dalam agama yang dianut oleh mereka hingga datang bukti kepada mereka, kemudian setelah datang bukti, mereka pun berselisih dan bercerai-berai, sebagaimana Allah ta'ala berfirman: وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ " Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,"(QS. Ali Imran: 105)