Makna Kata "Hanya Kepada Engkau"
Firman Allah Ta’ala:
} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ{
“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah:4)
Maf’ul Bih
إِيَّاكَ [Iyaaka] “Hanya kepada Engkau”: Kedudukannya (dalam ilmu nahwu) sebagai maf’ul bih yang dimajukan, Amilnya adalah نَعْبُدُ (na’budu)”Kami menyembah”. Tujuan dikedepankan dari amilnya untuk menghasilkan pembatasan makna, maka dari itu maknanya adalah: Kami tidak menyembah kecuali hanya kepada Engkau.
Maf’ul Bih di Samping Amilnya
Naf’ul bih di sini dalam bentuk terpisah dengan ‘amilnya karena tidak memungkinkan untuk disambung dengannya.
Makna Amilnya
نَعْبُدُ [Na’budu]“Kami menyembah” Maknanya adalah kami tunduk kepada-Mu dengan ketundukan yang sempurna. Oleh karena itu, anda akan mendapati orang-orang yang beriman meletakkan anggota badan yang paling mulia (yakni kepala) di tempat yang setara dengan kaki sebagai bentuk ketundukan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, sujud di atas tanah, bahkan jidat pun menyapu debu, semua itu dilakukan atas dasar ketundukan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Contoh Ketundukan
Andai ada seseorang yang berkata: Saya akan memberikanmu dunia seluruhnya tapi bersujudlah kepadaku” seorang mukmin tidak akan menurutinya selamanya, karena ketundukan hanyalah ditujukan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla saja.
Ibadah
Ibadah juga mencakup segala perbuatan yang diperintah oleh Allah, dan meninggalkan segala larangan-Nya karena orang yang belum melaksanakan itu semua maka ia tidak disebut orang yang menyembah, jika ia tidak melakukan perkara yang diperintahkan maka ia belum dikatakan hamba sejati dan jika belum meninggalkan segala larangan ia juga belum dikatakan hamba sejati, Hamba yang sejati adalah yang sesuai dengan keinginan syar’i yang ditentukan oleh Allah (yang ia sembah).
Ketergantungan pada Allah
Karena ibadah mengharuskan seorang insan menegakkan setiap yang diperintahkan kepadanya dan meninggalkan semua yang dilarang kepadanya, dan semua itu tidak mungkin dapat terlaksana kecuali tanpa bantuan dari Allah, oleh karenanya, Allah Ta’ala berfirman:
} وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ{ “Dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah:4)
Makna Istimewa
Maknanya adalah kami tidak akan memohon pertolongan kecuali hanya kepada Engkau dalam melaksanakan ibadah dan kegiatan lainnya.
Al-Isti’anah
Sedangkan al-Isti’anah artinya adalah meminta pertolongan, dan Allah ‘Azza Wa Jalla mengumpulkan antara ibadah dan isti’anah atau dengan tawakkal pada beberapa ayat dalam al-Qur’an, karena ibadah yang sempurna tidak akan terlaksana kecuali dengan pertolongan Allah, bersandar, dan bertawakkal kepada-Nya.
Faedah Ayat Ini
Di antara faedah ayat ini:
- Pemurnian ibadah hanya kepada Allah, ini sesuai firman-Nya: } إِيَّاكَ نَعْبُدُ{ “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah” (QS. Al-Fatihah:4) Ditunjukkan dengan didahulukannya ma’mul dari Amilnya (didahulukannya Iyaka dari na’abudu).
- Pemurnian isti’anah (permintaan pertolongan) hanya kepada Allah ‘Azza Wa Jalla, ini berdasarkan firman-Nya: } وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ{ “Dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah:4) Ditunjukkan dengan didahulukannya ma’mul.
Jawaban Pertanyaan
Jika ada yang bertanya: Bagaimana bisa dikatakan harus memurnikan isti’anah hanya kepada Allah padahal dalam ayat lainnya Allah Ta’ala berfirman: }وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى{ “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa” (QS. Al-Maaidah:2) di dalamnya ada penetapan pertolongan selain dari Allah. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda: وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهِ أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهِ مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ “ Engkau membantu seseorang saat menaiki tunggangannya, engkau mengambilkan dan mengangkat perbekalannya untuknya adalah sedekah ” (1)
Jawaban Pertanyaan
Jawabannya: Meminta bantuan ada dua macam:
Pertama: Meminta bantuan dengan bersandar sepenuhnya, maksudnya adalah anda tergantung pada Allah ‘Azza Wa Jalla dan berlepas dari daya dan kekuatan anda. Yang seperti ini khusus untuk Allah ‘Azza Wa Jalla.
Kedua: Meminta bantuan yang bermakna ikut serta dalam pekerjaan yang hendak engkau kerjakan, yang seperti ini dibolehkan selama orang yang dimintai bantuan masih hidup dan mampu membantu, karena ini bukanlah ibadah.
Jawaban Pertanyaan
Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman: { وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى } “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa” (QS. Al-Maaidah:2)
Jawaban Pertanyaan
Jika ada yang bertanya: Apakah meminta bantuan kepada makhluk dibolehkan dalam kondisi apapun? Jawabannya: Tidak, Meminta bantuan kepada makhluk hanya dibolehkan saat orang yang dibantu mampu membantu. Namun jika ia tidak mampu membantumu, maka anda tidak diperbolehkan meminta bantuan kepadanya, seperti meminta bantuan kepada penghuni kubur, hal ini haram dilakukan, bahkan termasuk syirik akbar.
Jawaban Pertanyaan
Karena penghuni kubur tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri sedikit pun. Bagaimana mungkin bisa menolongnya?! Seperti meminta bantuan kepada yang ghaib (tidak hadir) pada perkara yang tidak mampu dilakukan. Misalnya meyakini bahwa ada wali di bagian timur dunia sana mampu membantunya dalam menyelesaikan perkara penting di negeri tempat tinggalnya. Ini juga adalah syirik akbar.
Jawaban Pertanyaan
Karena yang dimintai bantuan tidak akan mampu membantunya sedangkan ia berada ditempat yang sangat jauh di sana.
Jawaban Pertanyaan
Jika ada yang bertanya: Bolehkan meminta bantuan sepada manusia pada hal yang diperbolehkan? Jawabannya: Sebaiknya tidak meminta bantuan kecuali jika memang dibutuhkan atau jika ia tahu bahwa yang dimintai bantuan dimudahkan untuk memenuhinya lalu meminta bantuan agar mengantarkan rasa senang kepadanya. Dan hendaknya yang dimintai bantuan bukan dalam perkara dosa dan melampaui batas untuk tidak menerima permintaan itu.