Keimanan yang Tidak Tercampuri Keraguan
Allah Subhaanahu wa Ta'ala mengecualikan orang-orang yang memiliki empat kriteria sifat ini:
Sifat yang Pertama: Keimanan yang Tidak Tercampuri Keraguan
Keimanan yang tidak tercampuri keraguan dan kebimbangan, berdasarkan yang dijelaskan oleh Rasul shallallaahu 'alaihi wa sallam, ketika ditanya oleh Jibril tentang keimanan, beliau menjawab:
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
"Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan kepada hari akhir, dan engkau beriman kepada taqdir baik buruknya"
Sifat yang Kedua: Amal Saleh
Mereka melakukan amalan-amalan saleh berupa shalat, zakat, puasa, haji, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan dan yang lainnya, mereka tidak sekedar mencukupkan dengan keimanan di hati saja tetapi mereka beramal dan menghasilkan kebaikan.
Sifat yang Ketiga: Saling Menasehati dalam Kebenaran
Mereka saling menasehati satu dengan yang lainnya dengan kebenaran. Kebenaran adalah syari'at, yakni: Setiap orang dari mereka saling menasehati kepada yang lain ketika melihat yang lainnya kurang dalam melaksanakan kewajiban, ia menasehatinya dengan mengatakan: Wahai saudaraku, kerjakanlah keawajiban. Kemudian jika ia melakukan keharaman, ia mengatakan: Wahai saudaraku, jauhilah yang haram.
Sifat yang Keempat: Saling Menasehati dalam Kesabaran
Mereka saling menasehati satu sama lain dengan kesabaran, sedangkan kesabaran maknanya adalah menahan diri dari perkara yang tidak layak diperbuat.
Sifat-Sifat yang Dibutuhkan
Orang-orang yang memiliki empat kriteria sifat ini adalah orang-orang yang beriman, amal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran.
Kesimpulan
Allah Subhaanahu wa Ta'ala menegaskan dengan sumpah yang ditegaskan dengan kata إِنَّ [Inna: sungguh] dan huruf lam taukid, bahwa semua anak-anak Adam dalam kerugian, kecuali orang-orang yang memiliki empat kriteria sifat yaitu: Keimanan, amal saleh, saling menasehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran.
Referensi
- Dikeluarkan Bukhari (50) dan Muslim (9) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu
- Dikeluarkan Tirmidziy (2312) dan Ibnu Majah (4190) dari hadits Abu Dzar radhiyallaahu 'anhu dan dinyatakan hasan oleh al-Albaniy dalam shahih al-Jaami'(2449)
- Dikeluarkan Bukhari (6527) dan Muslim (2859) dari hadits 'Aisyah radhiyallaahu 'anhaa
- Dikeluarkan Muslim (2653) dari hadits Abdullah Bin Umar radhiyallaah 'anhu
- Dikeluarkan Muslim (2980) dari hadits Abu Hurairah radhiyallaah 'anhu
- Dikeluarkan Muslim (1718) dari hadits 'Aisyah radhiyalaahu 'anha
- Dikeluarkan Bukhari (1284) dan Muslim (923) dari hadits Usamah Bin Zaid radhiyallaahu 'anhu