Makna kata
(جَعَلَ ٱلسِّقَايَةَ) ja’alas siqaayah : cawan minum raja yang terbuat dari emas, kemudian dijadikan alat takar.
(أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ ) adzana muadzinun : Penyeru berteriak
(أَيَّتُهَا ٱلۡعِيرُ) ayyatuhal ‘iiru : kabilah.
Makna ayat
Adapun ayat (70), menceritakan rencana Yusuf agar saudaranya berpisah dari mereka dan tetap tinggal bersamanya. Ketika ia memberi mereka bahan makanan yang dibutuhkan, serta bekal setelah ia menjamu mereka, ia meletakkan cawan raja—yaitu cawan dari emas yang dipakai minum raja, kemudian dijadikan alat takar khusus untuk raja—didalam karung milik saudaranya, Bunyamin. Tidak lama mereka berjalan, berserulah seseorang : (أَيَّتُهَا ٱلۡعِيرُ) “Wahai kabilah! (إِنَّكُمۡ لَسَٰرِقُونَ) kalian adalah pencuri!”
Ini adalah penjelasan dari firman-Nya : (فَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمۡ جَعَلَ ٱلسِّقَايَةَ فِي رَحۡلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا ٱلۡعِيرُ إِنَّكُمۡ لَسَٰرِقُونَ).
Pelajaran dari ayat
• Pintarnya rencana Yusuf agar saudaranya (Bunyamin) tetap tinggal sedangkan saudara-saudaranya yang lain pulang.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.