Makna kata:
(أَفِي ٱللَّهِ شَكّٞ) a fillahi syakk : “Apakah ada keraguan akan Allah” tidak ada keraguan akan keberadaan Allah tidak pula pada tauhid kepada-Nya, karena bentuk pertanyaan di sini adalah untuk mengingkari.
(إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ) ilaa ajalim musammaa : “hingga waktu yang ditentukan” yaitu hingga ajal kematian.
(بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ) bisulthanim mubiin : “dengan bukti yang nyata” dengan hujjah yang jelas yang menunjukkan kebenaran kalian.
Makna ayat :
Pembahasan masih berkaitan dengan apa yang Nabi Musa peringatkan kepada kaumnya dengan perkataannya : (أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَبَؤُاْ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ قَوۡمِ نُوحٖ) “Apakah belum datang kepada kalian kabar orang-orang sebelum kalian; kaum Nuh...” firman-Nya :
(قَالَتۡ رُسُلُهُمۡ) “Rasul-rasul mereka berkata” mereka berkata kepada umat-umat mereka yang kafir (أَفِي ٱللَّهِ شَكّٞ) “Apakah kalian ragu akan Allah?” yaitu bagaimana mungkin ada keraguan tentang keesaan Allah, sedangkan Dia yang telah menciptakan langit dan bumi, Dia menciptakan langit dan bumi sendirian, tidak masuk akal jika Dia sampai mempunyai sekutu dalam perkara ibadah, karena tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia.
Dan firman-Nya : (يَدۡعُوكُمۡ) “menyeru kalian” menuju keimanan dan amal saleh yang bersih dari syirik (لِيَغۡفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ) “agar Dia mengampuni dosa-dosa kalian” yaitu seluruh dosa antara kalian dan Rabb kalian berupa dosa-dosa besar atau kecil, adapun kezaliman yang terjadi di antara sesama manusia, maka kembalikan hak-hak mereka niscaya kalian akan diampuni.
Firman-Nya : (وَيُؤَخِّرَكُمۡ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ) “dan menangguhkan kalian hingga ajal yang telah ditentukan” yaitu mengakhirkan azab kalian agar kalian meningggal sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Dan firman-Nya : (قَالُوٓاْ) “mereka berkata” umat-umat yang kafir kepada para rasul mereka, (إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا) “kalian hanyalah manusia sama seperti kami” kalian tidak lebih dari manusia sama seperti kami (تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا) “kalian ingin menghalangi kami” memalingkan kami (عَمَّا كَانَ يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا) “dari apa yang telah disembah oleh nenek moyang kami” berupa sesembahan-sesembahan; berhala dan patung yang mereka anggap sebagai tuhan.
Perkataan mereka : (فَأۡتُونَا بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ) “maka datangkanlah kepada kami bukti yang nyata” orang-orang kafir itu berkata kepada para rasul, “Bawalah kehadapan kami bukti yang nyata.” Argumen yang jelas yang menunjukkan kebenaran bahwa kalian adalah utusan Allah kepada kami.
Pelajaran dari ayat :
• Batilnya keraguan akan keberadaan Allah, ilmu, kekuasaan, dan hikmah-Nya, dan wajibnya hanya beribadah kepada-Nya, karena banyak dalil dan kuatnya argumentasi serta jelasnya bukti.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Catatan Kata
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Catatan Paragraf
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.