Makna Ayat
Setelah Allah SWT menyebutkan berbagai hewan dan manfaat serta kegunaannya di jalan yang bersifat kongkret, maka Allah SWT mengingatkan kepada jalan agama yang bersifat abstrak. Di dalam Al-Qur'an sering sekali terjadi peralihan ungkapan dari hal-hal yang kongkret kepada hal-hal yang maknawi (abstrak), seperti yang terdapat di dalam firman Allah SWT:
{وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى}
{#Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.#} (Al-Baqarah: [2:197])
{يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْاٰتِكُمْ وَرِيْشًا وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌ}
{#Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik.#} (Al-A'raf, [7:26])
Setelah menyebutkan berbagai jenis hewan yang mereka kendarai sehingga dapat mengantarkan mereka kepada keperluan yang ada di dalam hati mereka hewan-hewan itulah yang mengangkut barang-barang berat mereka ke berbagai negeri, tempat yang jauh, dan perjalanan yang melelahkan- Allah menyebutkan jalan-jalan yang ditempuh oleh manusia untuk menuju kepada Allah. Maka dijelaskan bahwa hanya jalan yang hak sajalah yang dapat mengantarkan seseorang kepada Allah. Untuk itu disebutkan dalam firman-Nya:
{وَعَلَى اللّٰهِ قَصْدُ السَّبِيْلِ}
{#Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus.#} (An-Nahl, [16:9])
Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ}
{#dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalannya.#} (Al-An'am, [6:153])
{هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيْمٌ}
ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Akulah (menjaganya). (Al-Hijr, [15:41])
Mujahid mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus#}. (An-Nahl, [16:9]) Maksudnya, jalan yang benar ialah jalan menuju kepada Allah.
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus.#} (An-Nahl, [16:9]) Yakni agama Islam.
Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus.#} (An-Nahl, [16:9]) Artinya, Allah-lah yang menjelaskannya, yakni menjelaskan jalan petunjuk dan jalan yang sesat.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ali ibnu Abu Talhah, dari Ibnu Abbas; telah dikatakan pula oleh Qatadah dan Ad-Dahhak.
Tetapi pendapat Mujahid lebih kuat, sebab lebih serasi dengan konteks kalimat sebelumnya. Allah SWT memberitahukan bahwa banyak jalan yang ditempuh untuk menuju kepada-Nya, tetapi tidak dapat mengantarkan kepada-Nya kecuali hanya jalan yang hak (benar), yaitu jalan yang disyariatkan dan diridai-Nya. Sedangkan selain dari jalan itu tertutup (buntu) dan semua amal perbuatan yang dilakukan padanya ditolak. Karena itulah dalam firman berikutnya disebutkan:
{وَمِنْهَا جَاۤىِٕرٌ}
{#dan di antara jalan-jalan itu ada yang bengkok.#} (An-Nahl, [16:9])
Yakni menyimpang dari jalan yang benar.
Menurut Ibnu Abbas dan lain-lainnya, yang dimaksud dengan jalan yang bengkok ialah jalan yang ditempuh oleh orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Majusi.
Ibnu Mas'ud membaca ayat ini dengan bacaan berikut,
{وَمِنْكُمْ جَاۤىِٕرٌ}
{#Dan di antara kalian ada yang menyimpang dari jalan yang benar.#}
Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa hal itu semuanya terjadi karena kekuasaan-Nya dan atas kehendak-Nya. Maka Allah SWT berfirman:
{وَلَوْ شَاۤءَ لَهَدٰىكُمْ اَجْمَعِيْنَ}
{#Dan jikalau dia menghendaki, tentulah Dia memimpin kamu semuanya (kepada jalan yang benar).#} (An-Nahl, [16:9])
Sama seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًا}
{#Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.#} (Yunus, [10:99])
{وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَ اِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ وَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ}
{#Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusanNya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) kesemuanya.#} (Hud, [11:118]-[11:119])
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.