Makna Berpaling dari Peringatan Allah
Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa mereka sudah banyak diberikan peringatan berupa ayat-ayat syariyyah seperti Al-Quran atau ayat-ayat kauniyah seperti kejadian-kejadian alam yang seharusnya orang-orang mendapatkan pelajaran namun mereka tetap berpaling. Ini adalah model orang yang paling zalim, dan tidak ada orang yang lebih zalim dari orang yang seperti ini.
Ayat-ayat yang Menggambarkan Kondisi Mereka
Kemudian firman-Nya,
وَنَسِيَ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ
“dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya.”
Para ulama mengatakan maksudnya adalah dia tidak menimbang akibat dari apa yang dia lakukan(219 ). Dia banyak melakukan banyak perbuatan namun dia tidak peduli seakan-akan tidak ada akhirat di hadapannya. Seharusnya jika seorang cerdas dia merenungkan yang dia kerjakan termasuk amal saleh atau bukan? Sehingga dia menimbangnya sebelum melakukannya. Atau dia merenungkan kembali apa yang telah dikerjakan. Akan tetapi karena dia berpaling dari peringatan Allah subhanahu wa ta'ala dan tidak peduli dengan adanya hari akhirat maka dia melupakan apa yang telah dilakukan dengan kedua tangannya yaitu dia tidak peduli dengan perbuatannya lantas tiba-tiba dia meninggal.
Ayat-ayat yang Menggambarkan Kondisi Mereka
Kemudian firman-Nya,
إِنَّا جَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۖ وَإِنْ تَدْعُهُمْ إِلَى الْهُدَىٰ فَلَنْ يَهْتَدُوا إِذًا أَبَدًا
“Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.”
Ayat-ayat yang Menggambarkan Kondisi Mereka
Jadi Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan tentang kondisi mereka. Karena mereka berpaling akhirnya Allah subhanahu wa ta'ala menutup hati mereka agar mereka tidak bisa beriman, Allah subhanahu wa ta'ala tutup telinga mereka padahal mereka mampu untuk mendengar namun pendengaran mereka tidak bermanfaat. Oleh karenanya Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan tentang perkataan orang-orang kafir,
وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ
“Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 10)
Ayat-ayat yang Menggambarkan Kondisi Mereka
Maksudnya adalah pendengaran untuk mengambil sesuatu yang bermanfaat(220 ). Akan tetapi pendengaran mereka tidak bisa digunakan untuk mengambil manfaat dari Al-Quran. Hal ini dikarenakan Allah subhanahu wa ta'ala telah menutup telinga dan hati mereka. Allah subhanahu wa ta'ala menutup hati dan telinga mereka dikarenakan mereka yang selalu berpaling dan berpaling. Sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta'ala firmankan
فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ
“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka” (QS. As-Saff: 5)
Ayat-ayat yang Menggambarkan Kondisi Mereka
Begitu juga firman-Nya
وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ
“Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.” (QS. Al-An’am: 110)
Ayat-ayat yang Menggambarkan Kondisi Mereka
Ini merupakan sesuatu yang bahaya. Terkadang sikap berpaling bisa menghantarkan kepada kekufuran-kekufuran yang lain. Dia mengetahui ini merupakan kebenaran namun dia berpaling yang kemudian hatinya ditutup. Ini seperti hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,
«عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا»
Ayat-ayat yang Menggambarkan Kondisi Mereka
Mungkin untuk pertama kalinya hatinya gelisah namun dia melanjutkannya hingga dusta tersebut adalah sesuatu yang biasa menurutnya sehingga ketika dia berdusta seakan-akan tidak ada masalah. Ini dikarenakan Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan beberapa kali teguran melalui hatinya namun ketika ia tidak peduli maka hatinya pun tidak menegurnya lagi dan ia pun jadi terbiasa dengan kedustaan yang ia lakukan. Begitu juga dalam ayat ini, Allah subhanahu wa ta'ala telah memberikan mereka peringatan melalui rasul dan ayat-ayat-Nya namun mereka tetap berpaling yang akhirnya Allah subhanahu wa ta'ala tutup hati dan telinga mereka dan mereka tidak akan mendapatkan petunjuk.