Surat Maryam ayat 52
Ketika beliau sedang mengadakan perjalanan.
wa nādaināhu min jānibiṭ-ṭūril-aimani wa qarrabnāhu najiyyā
Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung (Sinai) dan Kami dekatkan dia untuk bercakap-cakap.
Ketika beliau sedang mengadakan perjalanan.
Ia pun mendengar panggilan Tuhannya dari arah kanan. Sebagai pemuliaan, ia Kami dekatkan dan Kami pilih untuk bermunajat kepada Kami.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami telah menyeru Musa dari arah bukit Thur “Sinai' sebelah kanan Musa. Kami mendekatkannya dan memuliakannya dengan cara Kami bercakap-cakap kepadanya.
Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat Kalam (bercakap-cakap) bagi Allah sebagaimana yang selaras dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami telah mendekatkan dan memuliakannya kepada Kami di waktu dia berdoa kepada Kami dan berbicara langsung kepada Kami tanpa perantara, dan menunjukkan bahwa Allah mendengarkan perkataannya.
Bahkan Allah mengistimewakannya dengan (cara penyampaian) wahyu yang teragung dan terbaik. Yaitu mengajaknya berbicara (langsung) dan mendekatkannya saat dia bermunajat kepada Allah ﷻ. Dengan anugerah ini, dia menerima sebuah keistimewaan di kalangan para nabi sebagai kalimurrahman (yang diajak berbicara secara langsung oleh ar-Rahman). Oleh karena itu, Allah berfirman, وَنَادَيْنَاهُ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ الأيْمَنِ "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur," yaitu sebelah kanan Nabi Musa saat dia berjalan. Atau maksud al-Aiman adalah yang paling berkah, berasal dari kata al-Yumnu dan al-Barakatu (yang memiliki keberkahan). Makna ini diisyaratkan oleh kandungan Firman Allah,
أَنْ بُورِكَ مَنْ فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا
"Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya." (QS. An-Naml: 8)
وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا "Dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami)." Beda antara kata اَلنِّدَاءُ (panggilan) dan اَلنَّجَاءُ (memohon) yaitu, pengertian nida' itu (panggilan) dengan suara keras, sedangkan naja` (seruan) dengan suara yang lebih rendah.
Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat (berbicara) bagi Allah dan juga penetapan jenis-jenisnya berupa nida' dan munajat, berdasarkan pandangan Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Berbeda dengan golongan Jahmiyah, Mu'tazilah dan kelompok yang mengikuti pandangan mereka.
Beda antara kata اَلنِّدَاءُ (panggilan) dan اَلنَّجَاءُ (memohon) yaitu, pengertian nida' itu (panggilan) dengan suara keras, sedangkan naja` (seruan) dengan suara yang lebih rendah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur gunung dan Kami mendekatkan dia untuk bermunajat bermunajat, Allah memperdengarkan dia dengan kalamNya tanpa melalui perantara.
Firman Allah SWT:
{وَنَادَيْنٰهُ مِنْ جَانِبِ الطُّوْرِ}
{#Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Gunung Tur.#} (Maryam, [19:52])
Yakni yang ada di sebelah kanan Musa saat ia pergi mencari nyala api dari api yang dilihatnya itu. Ia melihat adanya nyala api, maka ia pergi mencarinya. Maka ia menjumpai nyala api itu berada di sebelah kanan Gunung Tur, yakni di sebelah baratnya, di tepi lembah. Lalu Allah mengajak bicara langsung dengannya dan menyerunya serta mendekatkannya, maka Musa bermunajat kepada-Nya.
Ibnu Jarir meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Ibnu Basysyar, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnul Qattan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ata ibnu Yasar, dari Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: {#dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami diwaktu dia bermunajat (kepada Kami)#}. (Maryam, [19:52]) Bahwa Nabi Musa didekatkan kepada-Nya hingga ia dapat mendengar guratan suara qalam.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Abul Aliyah serta lain-lainnya, yang pada garis besarnya mereka mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah guratan qalam yang sedang menulis kitab Taurat.
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).#} (Maryam, [19:52]) Bahwa Musa dimasukkan ke langit, lalu diajak bicara secara langsung oleh Allah. Disebutkan dari Mujahid hal yang semisal.
Abdur Razzaq telah meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya: {#dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).#} (Maryam, [19:52]) Bahwa Musa diselamatkan karena berkat kejujurannya.
Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkan, telah menceritakan kepada kami Abdul Jabbar ibnu Asim, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Salamah Al-Harrani, dari Abu Wasil, dari Syahr ibnu Hausyab, dari Amr ibnu Ma'di Kariba yang mengatakan bahwa ketika Musa didekatkan kepada Allah untuk bermunajat kepada-Nya di Bukit Tur yang terletak di semenanjung Sinai, Allah berfirman, "Hai Musa, apabila Aku ciptakan buatmu hati yang bersyukur, lisan yang selalu berzikir menyebut-Ku dan istri yang membantumu dalam kebaikan, berarti Aku tidak menyimpan sesuatu kebaikan pun darimu. Karena barang siapa yang Aku sembunyikan hal tersebut darinya, berarti Aku tidak membukakan suatu kebaikan pun baginya."
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Setelah Allah SWT menyebutkan tentang nabi Ibrahim dan memberikan pujian kepadanya, Dia menghubungkannya dengan kisah tentang nabi Musa. Allah berfirman: (Dan ceritakanlah kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al-Qur'an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih) Sebagian ulama membacanya dengan dikasrah huruf lamnya berasal dari ikhlas, dalam beribadah kepada Allah.
Ulama lain membacanya dengan difathah huruf lamnya dan maknanya adalah orang yang terpilih, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (sesungguhnya Aku memilih kamu lebih dari manusia yang lain (di masamu)) (Surah Al-A'raf: 144)
(dan seorang rasul dan nabi) Allah mengumpulkan baginya dua sifat. dia termasuk rasul yang besar dan salah satu rasul ulul 'azmi yang ada lima orang. Mereka adalah nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa, dan nabi Muhammad. Semoga shalawat dan salam dari Allah tercurahkan kepada mereka semua, dan semua nabi.
Firman Allah: (Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Gunung Thur) yaitu di sebelah kanan nabi Musa ketika dia pergi mencari api itu. dan melihatnya menyala. Maka dia menjumpai api itu berada di sebelah kanan Gunung Thur, yakni di sebelah kanannya, di tepi lembah. Lalu Allah berbicara dengannya secara langsung, menyerunya dan mendekatkannya, lalu nabi Musa bermunajat kepadaNya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami)) dia berkata bahwa nabi Musa didekatkan shingga dapat mendengar suara qalam. Demikian juga dikatakan Mujahid, Abu Al-’Aliyah dan lainnya.
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)) dia berkata yaitu nabi Musa dimasukkan ke langit, lalu Dia bebicara secara langsung dengannya
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)) dia berkata bahwa nabi Musa diselamatkan karena kejujurannya.
Firman Allah: (Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya -Harun- menjadi seorang nabi (53)) yaitu Kami perkenankan permintaan dan syafaatnya untuk saudaranya, maka Kami menjadikan saudaranya seorang nabi. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: ("Dan saudaraku Harun, dia lebih petah lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakan aku” (34)) (Surah Al-Qashash)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Dan Kami telah memanggilnya) melalui firman-Nya, "Hai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah..." (Q.S. Al-Qashash, 30).
(dari arah Thur) nama sebuah bukit (sebelah kanan) yakni dari sebelah kanan Nabi Musa ketika ia baru datang dari negeri Madyan (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami waktu dia munajat) bermunajat, yaitu Allah memperdengarkan Kalam-Nya kepadanya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Dan Kami telah memilih Nabi Musa dan memanggilnya dari sebelah kanan gunung Sinai ketika dia sedang bepergian menuju Mesir, dan saat itu Kami tetapkan dia sebagai nabi dan rasul untuk memberi peringatan kepada Fir'aun dan kaumnya. Kami dekatkan dia kepada Kami untuk menerima amanat kerasulan dan Kami ajak dia bercakap-cakap secara langsung dari balik hijab berupa api yang menyala.
Kata نَادَيْنَاهُ “Kami telah memanggilnya” berasal dari kata النِّدَاءُ yang artinya seruan dari arah yang jauh(129 ). Seruan dalam bahasa arab mengharuskan akan adanya suara. Ayat ini menunjukkan bahwasanya Allah ﷻ berbicara dengan Nabi Musa, dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,
وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا
“Dan Allah ﷻ telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” (QS. An-Nisa: 164)
Oleh karenanya Nabi Musa disifati dengan Kalimullah yaitu yang diajak berbicara langsung oleh Allah ﷻ, artinya Allah ﷻ memberikan wahyu tanpa perantara malaikat akan tetapi langsung berbicara kepada Nabi Musa. Ini merupakan derajat yang tinggi dan ini merupakan keistimewaan Nabi Musa ‘alaihissalam. Oleh karenanya ketika Allah ﷻ berfirman,
تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۘ مِنْهُمْ مَنْ كَلَّمَ اللَّهُ ۖ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ ۚ
“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah ﷻ meninggikannya beberapa derajat.” (QS. Al-Baqarah: 253)
Di antara para rasul ada yang Allah ﷻ berbicara langsung kepadanya yaitu di antaranya adalah Nabi Musa ‘alaihissalam. Seandainya Allah ﷻ berbicara kepada Nabi Musa tanpa suara dan hanya sekedar wahyu maka tidak ada bedanya antara Nabi Musa dengan nabi-nabi yang lain. Juga dia tidak akan mendapatkan predikat Kalimullah. Sedangkan kita tahu bahwa Nabi Musa mendapatkan predikat kalimullah karena Allah ﷻ berbicara langsung kepada Nabi Musa ‘alaihissalam.
Perlu kita ingat bahwa jika mengatakan bahwa berbicara tanpa suara dan tanpa huruf maka ini adalah akidah Asyairah yang tidak tepat dan salah. Dikarenakan terlalu banyak dalil yang menjelaskan bahwasanya Allah ﷻ berbicara yang suaranya didengar oleh para malaikat dan para Nabi. Di dalam Al-Quran banyak menyebutkan bahwa Allah ﷻ berbicara seperti Allah ﷻ berbicara dengan Nabi Adam ‘alaihissalam di surga dengan seruan.
وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰ
“Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).”
Kemudian firman-Nya,
مِنْ جَانِبِ الطُّورِ الْأَيْمَنِ
“dari sebelah kanan gunung Thur.”
Terdapat dua tafsiran berkaitan dengan kata الْأَيْمَنِ:( 130)
Pertama: الْأَيْمَنِ bisa artinya kanan. Maksudnya ketika Nabi Musa berjalan dari Madyan menuju ke Mesir Nabi Musa melewati bukit Thursina. Di sebelah kanan Nabi Musa terdapat bukit atau lereng yang kemudian Nabi Musa berbicara dengan Allah ﷻ.
Kedua: الْأَيْمَنِ bisa juga artinya مُبَارَكَة “yang diberkahi”. Artinya bukit tersebut penuh dengan keberkahan. Allah ﷻ berfirman,
إِنَّكَ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى
“sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.” (QS. Thaha: 12)
Kemudian firman-Nya
وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا
“Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).”
Ada yang menafsirkan bahwa Nabi Musa diangkat ke langit sehingga Allah ﷻ berbicara lebih dekat kepada Nabi Musa ‘alaihissalam sebagaimana disebutkan oleh Katsir dalam tafsirnya(131 ). Intinya bermunajat lebih dekat dibandingkan dengan النِداء atau seruan. Jadi Allah ﷻ berbicara dengan Nabi Musa dengan 2 cara: pertama dengan seruan dari jarak yang jauh kedua dengan munajat, dan ini lebih dekat dibandingkan sebelumnya. Ini dalil bahwasanya Allah ﷻ tidak dimana-mana tidak seperti perkataan sebagian orang. Karena jika Allah ﷻ dimana-mana maka tidak perlu didekatkan dan tidak ada perbedaan antara Nabi Musa dengan benda-benda lainnya karena semuanya dekat dengan Allah ﷻ.
Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur
Yakni dari sisi gunung yang disebut dengan Thursina yang terletak di sebelah lembah.
Yakni Kami dekatkan kedudukannya sehingga Kami dapat bercakap dengannya dan dia dapat mendengar munajat Tuhannya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.