Surat Maryam ayat 53
Allah mengabulkan permintaan Nabi Musa ‘alaihis salam, ketika beliau meminta agar saudaranya, yaitu Harun diutus pula bersamanya, dan Harun lebih tua usianya daripada Musa.
wa wahabnā lahū mir raḥmatinā akhāhu hārūna nabiyyā
Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepadanya, yaitu (bahwa) saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi.
Allah mengabulkan permintaan Nabi Musa ‘alaihis salam, ketika beliau meminta agar saudaranya, yaitu Harun diutus pula bersamanya, dan Harun lebih tua usianya daripada Musa.
Kami berikan kepadanya sebagian dari rahmat dan nikmat Kami.
Selain itu, saudara Mûsâ, Hârûn, juga Kami jadikan nabi untuk membantu dalam menyampaikan risalah.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Ketika dia berdoa: “Ya Allah jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku yaitu saudaraku Harun.” (Thaha:29-30)
وَوَهَبْنَا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنَا أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّا "Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi."
Anugerah ini termasuk sifat keutamaan Nabi Musa, kebaikan, dan ketulusannya yang paling besar kepada saudaranya.
Dia memohon agar Allah menjadikan saudaranya sebagai teman dalam urusannya dan menjadikannya juga sebagai rasul. Maka Allah pun mengabulkan permohonannya itu.
Allah memberikan rahmat bagi Musa kepada saudaranya yaitu Harun sebagai seorang nabi. Maka (dengan demikian) kenabian Harun mengikuti kenabian Musa ‘alaihissalam.
Maka dia membantu tugas Musa dan menolongnya.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun, sebagai nabi
Dan Kami perkenankan permintaan dan syafaatnya buat saudaranya, maka Kami jadikan saudaranya itu seorang nabi. Seperti yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:
{وَاَخِيْ هٰرُوْنُ هُوَ اَفْصَحُ مِنِّيْ لِسَانًا فَاَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُّصَدِّقُنِيْٓ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ}
{#Dan saudaraku Harun, dia lebih petah lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakan aku.#} (Al-Qashash, [28:34])
{قَدْ اُوْتِيْتَ سُؤْلَكَ يٰمُوْسٰى}
{#Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa.#} (Tha Ha, [20:36])
{فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ. وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْۢبٌ فَاَخَافُ اَنْ يَّقْتُلُوْنِ}
{#maka utuslah (Jibril) kepada Harun. Dan aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.#} (Asy-Syu'ara, [26:13]-[26:14])
Karena itulah maka ada sebagian ulama salaf yang mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang memberikan syafaat di dunia buat seseorang dengan syafaat yang lebih besar daripada syafaat Musa buat Harun, Musa memohonkannya menjadi seorang nabi. Allah SWT telah berfirman:
{وَوَهَبْنَا لَهٗ مِنْ رَّحْمَتِنَآ اَخَاهُ هٰرُوْنَ نَبِيًّا}
{#Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya -Harun- menjadi seorang nabi.#} (Maryam, [19:53])
Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ya'qub, telah menceritakan kepada kami Ibnu Ailah, dari Daud, dari Ikrimah yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: {#Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya -Harun- menjadi seorang nabi.#} (Maryam, [19:53]) Bahwa Harun lebih tua daripada Musa, karenanya Musa menghendaki agar Harun pun dijadikan seorang nabi (Musa rela memberikan kenabiannya kepada saudaranya itu). Hal yang sama disebutkan secara ta'liq (komentar) oleh Ibnu Abu Hatim, dari Ya'qub ibnu Ibrahim Ad-Dauraqi dengan sanad yang sama.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Setelah Allah SWT menyebutkan tentang nabi Ibrahim dan memberikan pujian kepadanya, Dia menghubungkannya dengan kisah tentang nabi Musa. Allah berfirman: (Dan ceritakanlah kisah Musa di dalam Al-Kitab (Al-Qur'an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih) Sebagian ulama membacanya dengan dikasrah huruf lamnya berasal dari ikhlas, dalam beribadah kepada Allah.
Ulama lain membacanya dengan difathah huruf lamnya dan maknanya adalah orang yang terpilih, Sebagaimana Allah SWT berfirman: (sesungguhnya Aku memilih kamu lebih dari manusia yang lain (di masamu)) (Surah Al-A'raf: 144)
(dan seorang rasul dan nabi) Allah mengumpulkan baginya dua sifat. dia termasuk rasul yang besar dan salah satu rasul ulul 'azmi yang ada lima orang. Mereka adalah nabi Nuh, nabi Ibrahim, nabi Musa, nabi Isa, dan nabi Muhammad. Semoga shalawat dan salam dari Allah tercurahkan kepada mereka semua, dan semua nabi.
Firman Allah: (Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan Gunung Thur) yaitu di sebelah kanan nabi Musa ketika dia pergi mencari api itu. dan melihatnya menyala. Maka dia menjumpai api itu berada di sebelah kanan Gunung Thur, yakni di sebelah kanannya, di tepi lembah. Lalu Allah berbicara dengannya secara langsung, menyerunya dan mendekatkannya, lalu nabi Musa bermunajat kepadaNya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami)) dia berkata bahwa nabi Musa didekatkan shingga dapat mendengar suara qalam. Demikian juga dikatakan Mujahid, Abu Al-’Aliyah dan lainnya.
As-Suddi berkata tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)) dia berkata yaitu nabi Musa dimasukkan ke langit, lalu Dia bebicara secara langsung dengannya
Abdurrazzaq meriwayatkan dari Ma'mar, dari Qatadah tentang firmanNya: (dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami)) dia berkata bahwa nabi Musa diselamatkan karena kejujurannya.
Firman Allah: (Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya -Harun- menjadi seorang nabi (53)) yaitu Kami perkenankan permintaan dan syafaatnya untuk saudaranya, maka Kami menjadikan saudaranya seorang nabi. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam ayat lain: ("Dan saudaraku Harun, dia lebih petah lidahnya daripadaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakan aku” (34)) (Surah Al-Qashash)
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
(Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami)
sebagian dari nikmat Kami (yaitu saudaranya, Harun)
Lafal Haruna menjadi Badal atau Athaf Bayan
(menjadi seorang nabi)
Lafal Nabiyyan ini menjadi Hal atau kata keterangan yang dimaksud daripada pemberian itu;
hal ini merupakan pengabulan dari doa Nabi Musa sendiri yang meminta kepada Allah, supaya Dia mengangkat saudara tuanya menjadi rasul pula.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir ini kosong pada sumber data.
Dan Kami telah menganugerahkan kepada Nabi Musa sebagian rahmat Kami kepadanya sesuai permintaan yang dipanjatkan kepada Kami, yaitu ketika dia memohon agar saudaranya, Harun, diizinkan untuk membantunya dalam melaksanakan tugas kerasulan. Kami tetapkan saudaranya itu menjadi seorang nabi.
Pada ayat ini Allah ﷻ menyebutkan keutamaan Nabi Musa ‘alaihissalam di antaranya Allah ﷻ menganugerahkan kepada Nabi Musa saudaranya yaitu Harun sebagai nabi karena kasih sayang Allah ﷻ kepadanya. Jadi karena kasih sayang Allah ﷻ kepada Nabi Musa maka Allah ﷻ menganugerahkannya Harun sebagai nabi. Ini sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Thaha dimana Nabi Musa berdoa,
وَاجْعَلْ لِي وَزِيرًا مِنْ أَهْلِي هَارُونَ أَخِي
“dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (yaitu) Harun, saudaraku.” (QS. Thaha: 29-30)
Dalam ayat yang lain Allah ﷻ berfirman,
وَأَخِي هَارُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِيَ رِدْءًا يُصَدِّقُنِي ۖ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُكَذِّبُونِ
“Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya dari padaku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku; sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku".” (QS. Al-Qasas: 34)
Dan Allah ﷻ mengabulkan permintaan Nabi Musa ‘alaihissalam,
قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَا مُوسَىٰ
Allah ﷻ berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa". (QS. Thaha: 36)
Sehingga Allah ﷻ mengangkat Harun sebagai nabi atas doa Nabi Musa. Mengapa Allah ﷻ mengabulkan permintaan Nabi Musa agar Harun menjadi nabi? Ini dikarenakan kasih sayang Allah ﷻ kepada Nabi Musa. Ibnu Katsir menukilkan perkataan sebagian salaf tentang hal ini,
مَا شُفِّعَ أَحَدٌ فِي أَحَدٍ شَفَاعَةً فِي الدُّنْيَا أَعْظَمُ مِنْ شَفَاعَةِ مُوسَى فِي هَارُونَ أَنْ يَكُونَ نَبِيًّا
“tidak ada seseorang diberi izin memberi syafaat kepada orang lain lebih agung dari syafaat Musa kepada Harun agar dia menjadi nabi.” ( 132)
Oleh karenanya Allah ﷻ berkata tentang Nabi Musa,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا ۚ وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah ﷻ membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.” (QS. Al-Ahzab: 69)
Dalam ayat ini Allah ﷻ menjelaskan bahwa Nabi Musa memiliki kedudukan di sisi Allah ﷻ. Salah satu bukti bahwa Nabi Musa memiliki kedudukan di sisi Allah ﷻ adalah ketika dia meminta kepada Allah ﷻ agar Harun menjadi nabi maka Allah ﷻ mengabulkannya. Kita lihat diri kita, betapa banyak kita berdoa kepada Allah ﷻ agar menjadikan anaknya shalih, atau saudaranya shalih, atau istrinya shalih, namun Allah ﷻ belum tentu mengabulkannya. Sedangkan Nabi Musa ketika berdoa kepada Allah ﷻ agar Harun bukan hanya sekedar menjadi shalih bahkan menjadi nabi, dan langsung Allah ﷻ kabulkan, oleh karenanya Allah ﷻ berfirman,
وَوَهَبْنَا لَهُ مِنْ رَحْمَتِنَا أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّا
“Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi.”
Kita tahu bahwasanya Harun lebih tua dari pada Nabi Musa karena dia adalah kakaknya Nabi Musa. Akan tetapi Nabi Musa lebih dahulu menjadi seorang rasul baru kemudian Harun dan kenabian Harun adalah anugerah Allah ﷻ kepada nabi Musa ‘alaihissalam.
Yakni bagian dari nikmat yang diberikan kepadanya adalah saudaranya.
هٰرُونَ نَبِيًّا (Harun menjadi seorang nabi)
Hal ini setelah Nabi Musa meminta Tuhannya dengan berkata:
واجعل لي وزيرا من أهلي. هارون أخي
“dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku. (yaitu) Harun, saudaraku.”
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.
Klik kata untuk pilih/edit. Hover kata bertanda untuk melihat catatan.
Klik tombol Catatan untuk pilih/edit. Hover tombol bertanda untuk melihat catatan.