Makna Kata
Makna kata {#dzālikal kitābu#} adalah "kitab ini", yakni Al-Qur'an ini.
Makna Ayat
Hal yang sama dikatakan pula oleh Mujahid, Ikrimah.
Pelajaran dari Ayat
Sa'id ibnu Jabir, As-Saddi, Muqatil ibnu Hayyan, Zaid ibnu Aslam, dan Ibnu Juraij. Mereka mengatakan bahwa memang demikianlah maknanya, yakni {#dzālika#} (itu) bermakna {#hādza#} (ini).
Pengertian Istri yang Saleh
Orang-orang Arab biasa menyilihgantikan isim-isim isyarah (kata petunjuk), mereka menggunakan masing-masing darinya di tempat yang lain; hal ini sudah dikenal di dalam pembicaraan (percakapan) mereka.
Makna Al-Qur'an
Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Imam Bukhari, dari Ma'mar ibnul Musanna, dari Abu Ubaidah.
Makna Al-Qur'an
Az-Zamakhsyari mengatakan bahwa isyarat tersebut ditunjukkan kepada ALIF LAM MIM, sebagaimana yang terdapat di dalam firman-Nya yang lain:
{عَوَانٌ بَيْنَ ذٰلِكَ}
{#pertengahan di antara itu.#} (Al-Baqarah, [2:68])
{ذٰلِكُمْ حُكْمُ اللّٰهِ}
{#Demikianlah hukum Allah#} (Al-Mumtahanah, [60:10])
{ذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ}
{#(Zat) yang demikian itulah Allah, Tuhanmu.#} (Yunus, [10:3])
Makna Al-Qur'an
Masih banyak lagi contoh isyarat memakai lafaz {#dzālika#} dengan pengertian seperti yang telah disebutkan.
Makna Al-Qur'an
Sebagian kalangan ahli tafsir berpegang kepada apa yang diriwayatkan oleh Al-Qurtubi dan lain-lainnya, bahwa isyarat tersebut ditujukan kepada Al-Qur'an yang telah dijanjikan kepada Rasulullah SAW akan diturunkan kepadanya, atau isyarat ditujukan kepada kitab Taurat atau Injil atau hal yang semisal; semuanya ada sepuluh pendapat.
Makna Al-Qur'an
Akan tetapi, pendapat ini dinilai lemah oleh kebanyakan ulama.
Makna Al-Qur'an
Yang dimaksud dengan {#al-kitāb#} di dalam ayat ini adalah Al-Qur'an.
Makna Al-Qur'an
Orang yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan lafaz {#dzālikal kitābu#} adalah isyarat kepada kitab Taurat dan Injil, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan lain-lainnya, jauh sekali menyimpang dari kebenaran tenggelam ke dalam perselisihan dan memaksakan pendapat, padahal dia sendiri tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Makna AR-RAIB
AR-RAIB artinya keraguan.
Makna AR-RAIB
As-Saddi meriwayatkan dari Abu Malik, dari Abu Saleh, dari Ibnu Abbas dan dari Murrah Al-Hamdani, dari Ibnu Mas'ud dan dari sejumlah orang-orang dari kalangan sahabat Rasulullah SAW, bahwa makna {#lā raiba fīhi#} ialah "tidak ada keraguan di dalamnya".
Makna AR-RAIB
Hal yang sama dikatakan pula oleh Abud Darda, Ibnu Abbas. Mujahid. Sa'id ibnu Jabir, Abu Malik. Nafi' maula Ibnu Umar, Atha, Abul Aliyah, Ar-Rabi' ibnu Anas, Muqathil ibnu Hayyan, As-Saddi, Qatadah, dan Ismail ibnu Khalid.
Makna AR-RAIB
Ibnu Abu Hatim mengatakan, "Aku tidak pernah mengetahui ada perselisihan pendapat mengenai maknanya."
Makna AR-RAIB
Akan tetapi, adakalanya lafaz AR-RAIB dipakai untuk pengertian "tuduhan", seperti makna yang ada pada perkataan Jamil, seorang penyair:
{!بُثَيْنَةُ قَالَتْ يَا جَمِيْلُ اَرَبْتَنِيْ..فَقُلْتُ كِلَانَا يَا بُثَيْنُ مُرِيْبُ!}
{#Busainah mengatakan, "Hai Jamil, apakah engkau curiga kepadaku?" Maka kukatakan, "Kita semua, hai Busainah, mencurigakan."#}
Makna AR-RAIB
Adakalanya dipakai untuk pengertian "kebutuhan", seperti pengertian yang terkandung di dalam ucapan seseorang dari mereka, yaitu:
{!قَضَيْنَا مِنْ تِهَامَةَ كُلَّ رَيْبٍ..وَخَيْبَرَ ثُمَّ اَجْمَعْنَا السُّيُوْفَا!}
{#Kami telah menunaikan semua keperluan dari Tihamah dan Khaibar, setelah itu kami himpun pedang-pedang (senjata kami).#}
Makna Al-Qur'an
Makna ayat ialah bahwa kitab Al-Qur'an ini tidak ada keraguan di dalamnya, ia diturunkan dari sisi Allah.
Makna Al-Qur'an
Pengertiannya sama dengan makna firman Allah SWT di dalam surat As-Sajdah, yaitu:
{الۤمّۤ. تَنْزِيْلُ الْكِتٰبِ لَا رَيْبَ فِيْهِ مِنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ}
{#Alif lam mim. Turunnya Al-Qur'an itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam.#} (As-Sajdah, [32:1]-[32:2])
Makna Al-Qur'an
Sebagian ulama mengatakan bahwa bentuk kalimat ayat ini merupakan kalimat berita, tetapi makna yang dimaksud adalah kalimat nahi (larangan), yakni: "Janganlah kalian meragukannya!"
Makna Al-Qur'an
Di antara ulama ahli qiraah ada yang melakukan waqaf pada lafaz {#lā raiba#} kemudian melanjutkan bacaanya dari {#fīhi hudal lil muttaqīn#}. Melakukan waqaf pada firman-Nya, {#lā raiba fīhi#} lebih utama karena berdasarkan ayat yang telah kami sebut tadi, karena lafaz {#hudan#} menjadi sifat Al-Qur'an (yakni kitab Al-Qur'an ini tidak diserukan lagi, di dalamnya terkandung petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa).
Makna Al-Qur'an
Makna ini lebih baligh (kuat) daripada {#fīhi hudan#} (kitab Al-Qur'an ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa).
Makna Al-Qur'an
Lafaz {#hudan#} bila ditinjau dari segi bahasa dapat dianggap marfu' karena menjadi na'at (sifat), dapat pula dianggap mansub karena menjadi hal (keterangan keadaan).
Makna Al-Qur'an
Hidayah ini dikhususkan bagi mereka yang bertakwa, seperti makna yang terkandung di dalam firman-Nya:
{قُلْ هُوَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا هُدًى وَّشِفَاۤءٌ وَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ وَقْرٌ وَّهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى اُولٰۤىِٕكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَّكَانٍ بَعِيْدٍ}
{#Katakanlah, "Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Al-Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh."#} (Fushshilat, [41:44])
{وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا}
{#Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Qur'an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.#} (Al-Isra, [17:82])
Makna Al-Qur'an
Masih banyak ayat lainnya yang menunjukkan makna bahwa hanya orang-orang mukminlah yang beroleh manfaat dari Al-Qur'an, karena diri orang mukmin itu sendiri sudah merupakan petunjuk.
Makna Al-Qur'an
Akan tetapi, yang beroleh petunjuk itu hanya mereka yang bertakwa, sebagaimana yang disebutkan di dalam firman-Nya:
{يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ}
{#Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Tuhan kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.#} (Yunus, [10:57])
Makna Al-Qur'an
As-Saddi meriwayatkan dari Malik, dari Abu Saleh dari Ibnu Abbas, As-Saddi juga meriwayatkannya dari Murrah Al-Hamadani, dari Ibnu Mas'ud dan dari sejumlah sahabat Rasulullah SAW mengenai makna {#hudal lil muttaqīn#}. Makna yang dimaksud ialah cahaya bagi orang-orang yang bertakwa.
Makna Al-Qur'an
Abu Rauq meriwayatkan dari Dahhak, dari Ibnu Abbas mengenai {#hudal lil muttaqīn#}. Ia mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang mukmin yang menjauhkan diri dari kemusyrikan terhadap Allah, dan mereka selalu beramal dengan taat kepada-Nya.
Makna Al-Qur'an
Muhammad ibnu Ishaq meriwayatkan dari Muhammad ibnu Abu Muhammad maula Zaid ibnu Sabit, dari Ikrimah atau Sa'id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas mengenai makna {#al-muttaqīn#}. Ibnu Abbas mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang takut terhadap siksaan Allah dalam meninggalkan hidayah yang mereka ketahui, dan mereka mengharapkan rahmat-Nya dalam membenarkan apa yang didatangkan-Nya.
Makna Al-Qur'an
Sufyan Ats-Tsauri menceritakan dari seorang lelaki, dari Al-Hasan Al-Basri mengenai firman-Nya, {#lil muttaqīn#}. Al-Hasan mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang yang memelihara diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan menunaikan hal-hal yang telah difardukan-Nya.
Makna Al-Qur'an
Abu Bakar ibnu Iyasy mengatakan bahwa Al-A'masy pernah bertanya kepadanya mengenai makna {#al-muttaqīn#}. Maka dijawabnya, "Tanyakanlah masalah ini kepada Al-Kalbi." Dia menanyakan kepada Al-Kalbi, dan Al-Kalbi menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar.
Makna Al-Qur'an
Kemudian Abu Bakar ibnu Iyasy berkata lagi, "Ketika aku merujuk kepada Al-A'masy mengenai apa yang dikatakan oleh Al-Kalbi, ternyata Al-Kalbi mempunyai pendapat yang sama denganku dan tidak memprotesnya."
Makna Al-Qur'an
Qatadah mengatakan bahwa {#al-muttaqīn#} adalah orang-orang yang disebut di dalam firman Allah SWT pada ayat berikutnya:
{الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ}
{#(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan salat.#} (Al-Baqarah, [2:3])
Makna Al-Qur'an
Sedangkan Ibnu Jarir berpendapat bahwa makna ayat mencakup semua yang telah dikatakan oleh pendapat-pendapat di atas.
Makna Al-Qur'an
Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadis melalui riwayat Abu Uqail (yaitu Abdullah ibnu Uqail), dari Abdullah ibnu Yazid, dari Rabi'ah ibnu Yazid dan Atiyyah ibnu Qais, dari Atiyyah As-Saddi yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
{لَا يَبْلُغُ الْعَبْدُ اَنْ يَكُوْنَ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ حَتّٰى يَدَعَ مَا لَا بَأْسَ بِهٖ حَذَرًا مِمَّا بِهٖ بَأْسٌ}
{#"Seorang hamba masih belum mencapai golongan orang-orang bertakwa sebelum dia meninggalkan hal-hal yang tidak mengapa karena menghindari hal-hal yang mengandung apa-apa (dosa)."#}
Makna Al-Qur'an
Menurut Imam Turmuzi, hadis ini berpredikat hasan garib.
Makna Al-Qur'an
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Imran, dari Ishaq ibnu Sulaiman (yakni Ar-Razi), dari Al-Mugirah ibnu Muslim, dari Maimun Abu Hamzah yang menceritakan bahwa ketika ia sedang duduk di dekat Abu Wa'il, masuklah seorang lelaki yang dikenal dengan julukan Abu Arif, salah seorang murid Mu'az.
Makna Al-Qur'an
Syaqiq ibnu Salamah berkata kepadanya, "Hai Abu Arif, tidakkah engkau menceritakan kepada kami apa yang telah dikatakan oleh Mu'az ibnu Jabal?" Ia menjawab, "Tentu saja, aku pernah mendengarnya mengatakan bahwa kelak di hari kiamat umat manusia ditahan dalam suatu tempat, kemudian ada suara yang menyerukan, 'Di manakah orang-orang yang bertakwa?' Lalu mereka (orang-orang yang bertakwa) bangkit berdiri di bawah naungan Tuhan Yang Maha Pemurah; Allah menampakkan diri kepada mereka dan tidak menutup diri-Nya.
Makna Al-Qur'an
Aku bertanya, 'Siapakah orang-orang yang bertakwa itu?' Mu'az menjawab, 'Mereka adalah kaum yang menghindarkan diri dari kemusyrikan dan penyembahan berhala, dan mereka mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah SWT semata,' lalu mereka masuk ke dalam surga."
Makna Al-HUDA
AL-HUDA menunjukkan makna hal yang mantap di dalam kalbu berupa iman.
Makna Al-HUDA
Tiada yang mampu menciptakannya di dalam kalbu hamba-hamba Allah selain Allah SWT sendiri, sebagaimana yang dinyatakan di dalam firman-Nya:
{اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ}
{#Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi.#} (Al-Qashash, [28:56])
{لَيْسَ عَلَيْكَ هُدٰىهُمْ}
{#Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk,#} (Al-Baqarah, [2:272])
{مَنْ يُّضْلِلِ اللّٰهُ فَلَا هَادِيَ لَهٗ}
{#Barang siapa yang Allah ses
Tafsir arab belum tersedia untuk ayat ini.