Makna Kata
Mereka diperintah untuk mengucapkan hiththatun (artinya, “Bebaskanlah kami dari dosa”), namun mereka merubahnya sambil mencemooh dan mengucapkan hinthatun (artinya: gandum) sebagai gantinya, atau mengucapkan “hitthatun” namun dengan menambah “Habbah fii sya’iirah” (artinya: biji dalam sebuah gandum), dan lagi mereka masuk ke pintu gerbangnya sambil membelakangi (merangkak dengan mengedepankan bokong mereka).
Jika mereka sudah berani merubah ucapan yang diperintahkan kepada mereka padahal ringan melakukannya, maka merubah sikap lebih berani lagi. Oleh karenanya, mereka masuk ke negeri itu dalam keadaan membelakangi (tidak sambil membungkuk).
Bisa berupa tha’un atau hukuman dari langit lainnya.